Rabu, 04 Februari 2026

Harga TBS Sawit Riau Naik Awal Februari 2026, Petani Plasma Dapat Angin Segar

Harga TBS Sawit Riau Naik Awal Februari 2026, Petani Plasma Dapat Angin Segar
Harga TBS Sawit Riau Naik Awal Februari 2026, Petani Plasma Dapat Angin Segar

JAKARTA - Kabar positif datang bagi petani kelapa sawit mitra plasma di Provinsi Riau pada awal Februari 2026. Penetapan harga terbaru menunjukkan adanya kenaikan yang dinilai cukup signifikan untuk periode satu pekan ke depan.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim penetapan harga telah menyepakati hasil rapat terkait harga tandan buah segar kelapa sawit. Penetapan tersebut berlaku untuk periode 4–10 Februari 2026.

Dalam rapat tersebut, tim harga telah menggunakan regulasi terbaru yang menjadi acuan penetapan harga. Regulasi yang digunakan adalah Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.

Baca Juga

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina 4 Februari 2026 di Indonesia

Penerapan aturan tersebut menyebabkan perubahan dalam penentuan kelompok umur tanaman. Harga kini ditetapkan untuk rentang umur kelapa sawit 3 hingga 30 tahun.

Kenaikan Harga Tertinggi Terjadi pada Kelompok Umur 9 Tahun

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, menjelaskan hasil kajian harga berdasarkan tabel rendemen terbaru. Kajian tersebut berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan yang disepakati oleh tim.

Berdasarkan hasil tersebut, kenaikan harga tertinggi berada pada kelompok umur tanaman 9 tahun. Besaran kenaikan mencapai Rp131,95 per kilogram atau sekitar 3,65 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian tandan buah segar petani mengalami penyesuaian. Harga TBS untuk periode satu pekan ke depan ditetapkan sebesar Rp3.743,34 per kilogram.

Harga tersebut berlaku efektif untuk periode 4–10 Februari 2026. Selain harga TBS, harga cangkang juga ditetapkan sebesar Rp19,47 per kilogram.

Supriadi menyampaikan bahwa indeks K yang digunakan pada periode ini sebesar 92,67 persen. Indeks tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam perhitungan harga.

Ia juga menjelaskan adanya kenaikan pada harga penjualan CPO dan kernel. Harga CPO pekan ini naik sebesar Rp551,58 dibandingkan pekan lalu.

Selain CPO, harga kernel juga mengalami kenaikan. Kenaikan harga kernel tercatat sebesar Rp378,96 dari periode sebelumnya.

Penyesuaian Harga Mengacu pada Rata-Rata Tim dan KPBN

Dalam proses penetapan harga, terdapat beberapa pabrik kelapa sawit yang tidak melakukan penjualan. Kondisi tersebut telah diatur dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2024 Pasal 16.

Berdasarkan aturan tersebut, harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim. Apabila terkena validasi dua, maka digunakan harga rata-rata KPBN.

Pada periode penetapan ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.189,20. Sementara itu, harga kernel KPBN ditetapkan sebesar Rp12.637,50.

Penggunaan harga rata-rata ini bertujuan menjaga keadilan dalam penetapan harga. Mekanisme tersebut juga memastikan transparansi dalam proses penentuan nilai TBS.

Supriadi menegaskan bahwa kenaikan harga TBS minggu ini memang terjadi secara merata. Faktor utama yang mendorong kenaikan adalah meningkatnya harga CPO dan kernel.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor pasar.

Menurutnya, dinamika harga komoditas sawit tidak terlepas dari pergerakan harga produk turunannya. Oleh karena itu, harga CPO dan kernel menjadi penentu utama.

Komitmen Perbaikan Tata Kelola Demi Kesejahteraan Petani

Dalam setiap penetapan harga, Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim terus melakukan perbaikan tata kelola. Langkah ini dilakukan agar penetapan harga sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Perbaikan tata kelola juga bertujuan menciptakan keadilan bagi kedua belah pihak yang bermitra. Baik petani plasma maupun perusahaan diharapkan memperoleh manfaat yang seimbang.

Proses penetapan harga dilakukan secara terbuka dan mengacu pada data yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan.

Supriadi menyampaikan bahwa membaiknya tata kelola penetapan harga merupakan hasil kerja bersama. Seluruh stakeholder terlibat aktif dalam proses tersebut.

Pemerintah Provinsi Riau memberikan dukungan penuh terhadap upaya perbaikan tata kelola ini. Dukungan tersebut juga melibatkan Kejaksaan Tinggi Riau.

Komitmen bersama antara pemerintah, penegak hukum, dan pelaku usaha diharapkan memberikan dampak positif. Dampak tersebut terutama dirasakan oleh petani kelapa sawit mitra plasma.

Menurut Supriadi, perbaikan tata kelola bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan upaya serius untuk memastikan keberlanjutan sektor perkebunan sawit.

Peningkatan tata kelola diyakini akan berdampak langsung pada pendapatan petani. Kenaikan pendapatan tersebut pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Harga TBS yang adil dan transparan menjadi salah satu kunci keberlanjutan kemitraan. Dengan harga yang wajar, hubungan antara petani dan perusahaan dapat terus terjaga.

Penetapan harga periode 4–10 Februari 2026 menjadi contoh penerapan regulasi yang konsisten. Proses ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kepentingan petani.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau berharap tren positif ini dapat terus berlanjut. Stabilitas harga menjadi harapan utama bagi petani sawit di tengah dinamika pasar global.

Dengan adanya kenaikan harga TBS, petani diharapkan semakin termotivasi dalam mengelola kebunnya. Peningkatan produktivitas juga menjadi tujuan jangka panjang dari kebijakan ini.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026

Strategi Terbaru Pemerintah Perkuat Pendampingan UMK Menuju Wajib Halal 2026

Kenaikan Harga Pangan Strategis Nasional Awal Februari 2026 Jadi Sorotan Publik

Kenaikan Harga Pangan Strategis Nasional Awal Februari 2026 Jadi Sorotan Publik

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Lonjakan Serapan Beras Nasional Awal 2026 Buka Peluang Ekspor dan Kestabilan Pangan

Harga Batu Bara Tertekan Dua Hari Beruntun, Pasar Global Waspadai Dampak Kebijakan Indonesia Terbaru

Harga Batu Bara Tertekan Dua Hari Beruntun, Pasar Global Waspadai Dampak Kebijakan Indonesia Terbaru

Harga TBS Sawit Riau Periode 4–10 Februari 2026 Naik Tajam, Petani Sambut Kabar Positif

Harga TBS Sawit Riau Periode 4–10 Februari 2026 Naik Tajam, Petani Sambut Kabar Positif