Vokasi Industri 2025: Kemenperin Cetak 5.386 SDM Lulusan Siap Kerja dengan Kompetensi Global
- Selasa, 03 Februari 2026
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri nasional melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Sepanjang tahun 2025, melalui 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungannya, Kemenperin berhasil meluluskan ribuan siswa dan mahasiswa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).
Performa Lulusan dan Serapan Industri
Lulusan pendidikan vokasi Kemenperin tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga adaptabilitas terhadap teknologi terbaru.
Baca JugaUMPR Resmi Jadi Penyelenggara Program Pengembangan SDM Sawit Mulai 2026
Total Lulusan 2025: 5.386 siswa dan mahasiswa.
Tingkat Serapan Awal: 68 persen lulusan langsung terserap ke dunia industri saat prosesi kelulusan.
Target Masa Depan: Kemenperin menargetkan 100 persen keterserapan dalam waktu enam bulan setelah kelulusan.
Gebrakan Global: Program Luban–Mozi College
Salah satu bukti penguatan kompetensi internasional adalah keberhasilan Program Luban–Mozi College. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Politeknik ATK Yogyakarta dengan mitra asal Tiongkok, yaitu Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).
Poin Penting Program Internasional:
Fokus Studi: Kompetensi industri kulit, karet, dan plastik.
Teknologi Modern: Kurikulum mengintegrasikan pemanfaatan Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta konsep smart manufacturing.
Kemampuan Bahasa: Peserta dibekali kemampuan Bahasa Mandarin, bahkan sebagian berhasil lulus simulasi ujian HSK Level 3 dan Level 4.
Penempatan Kerja: Para lulusan program ini akan memulai karier profesional mereka di Sailun Manufacturing Indonesia yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah.
Mencetak "Smart Talent" untuk Era Industri Modern
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menegaskan bahwa SDM industri masa depan harus memiliki profil smart talent. Hal ini mencakup kombinasi antara keahlian teknis (hard skill) dan kemampuan beradaptasi dengan transformasi digital.
Target Keberlanjutan
Kemenperin melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) berkomitmen untuk:
Melanjutkan pengiriman angkatan mahasiswa berikutnya ke program kelas industri internasional.
Memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra global.
Memastikan integrasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata manufaktur di lapangan.
Regan
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026
- Selasa, 03 Februari 2026
Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia
- Selasa, 03 Februari 2026
Pemerintah Siapkan Perpres Alihkan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung
- Selasa, 03 Februari 2026
Berita Lainnya
Kutai Timur Perkuat Sektor Padat Karya: Transformasi SDA untuk Kesejahteraan Rakyat
- Selasa, 03 Februari 2026
Sinergi Publikasi: BAZNAS dan RRI Bengkalis Perkuat Edukasi Zakat Melalui Udara
- Selasa, 03 Februari 2026
Wamen LH Apresiasi Banyumas Capai Capaian Tinggi Pengelolaan Sampah
- Selasa, 03 Februari 2026
Seskab Tegaskan Pertemuan Presiden Dengan Ormas Islam Agenda Rutin Berkala
- Selasa, 03 Februari 2026
Sinergi Strategis BAZNAS dan Media: Membangun Arsitektur Zakat demi Kedaulatan Ekonomi Nasional
- Selasa, 03 Februari 2026











.jpg)
