Selasa, 03 Februari 2026

Kredit Hijau BCA Tembus Rp113 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Kredit Hijau BCA Tembus Rp113 Triliun Sepanjang Tahun 2025
Kredit Hijau BCA Tembus Rp113 Triliun Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA menorehkan pencapaian signifikan sepanjang 2025 melalui pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) dan kredit hijau (green financing). 

Dalam laporan kinerja per Desember 2025, total pembiayaan berkelanjutan BCA mencapai Rp255 triliun, naik 11,7% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp220 triliun pada periode 12 bulan sebelumnya.

Dari total tersebut, outstanding pembiayaan hijau menembus Rp113 triliun, meningkat 14,5% YoY dari Rp99 triliun sepanjang 2024. 

Baca Juga

Pupuk Indonesia Modernisasi Pabrik Tertua Kurangi Emisi Karbon Signifikan

Capaian ini menegaskan komitmen BCA untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor ramah lingkungan, sejalan dengan tren global ekonomi hijau dan sustainable finance.

Pertumbuhan Kredit Usaha Skala Kecil dan Menengah

Pembiayaan untuk usaha skala kecil dan menengah (UKM) dalam sektor berkelanjutan turut menunjukkan pertumbuhan positif, mencapai Rp142 triliun, naik 9,6% YoY dari Rp130 triliun tahun sebelumnya. 

BCA tidak merinci secara rinci sektor yang menerima pendanaan hijau, namun beberapa bidang tetap menonjol, terutama kendaraan listrik dan energi terbarukan.

Outstanding pembiayaan kendaraan listrik tercatat Rp3,6 triliun, meningkat 53,8% YoY, sementara pembiayaan untuk energi terbarukan mencapai Rp6,2 triliun dengan kapasitas 323 megawatt (MW). Lonjakan ini menunjukkan fokus BCA pada sektor yang mendukung transisi energi bersih dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Pertumbuhan Kredit Keseluruhan dan Kontribusi Sektor Riil

Secara keseluruhan, total kredit BCA tumbuh 7,7% YoY, menjadi Rp993 triliun per Desember 2025, seiring komitmen bank mendorong pembiayaan ke sektor riil dan konsumsi domestik. 

Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit yang merata ke berbagai sektor, termasuk manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga.

Kredit usaha menjadi kontributor utama, tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, pembiayaan konsumer mencatat outstanding Rp224,1 triliun, dengan rincian:

Kredit Pemilikan Rumah (KPR): Rp142,3 triliun

Kredit Kendaraan Bermotor (KKB): Rp56,6 triliun

Pinjaman konsumer lainnya, mayoritas kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun

Pertumbuhan kredit yang merata ini menunjukkan strategi BCA dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat portofolio kredit berkelanjutan.

Peran Event dan Program untuk Nasabah

Sepanjang 2025, BCA mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan engagement dengan nasabah dan masyarakat. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyampaikan:

“Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen untuk hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,”.

Kegiatan ini bukan hanya meningkatkan interaksi dengan nasabah, tetapi juga menjadi platform untuk mempromosikan pembiayaan berkelanjutan dan edukasi finansial, termasuk kredit hijau dan produk konsumer.

Dukungan Terhadap Program Perumahan Nasional

BCA juga mulai menyalurkan KPR subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi sektor swasta sejak Oktober 2025. Inisiatif ini mendukung program perumahan nasional, memastikan masyarakat memperoleh akses hunian layak. Selain itu, program ini memperkuat posisi BCA sebagai institusi keuangan yang peduli terhadap pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan.

Kualitas Kredit dan Manajemen Risiko

Meski pertumbuhan kredit signifikan, kualitas portofolio tetap terjaga. Rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 4,8%, dari 5,3% pada tahun sebelumnya. 

Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap stabil di level 1,7%, dengan pencadangan yang memadai. Hal ini menegaskan kemampuan BCA dalam menjaga stabilitas keuangan sambil menumbuhkan kredit secara agresif namun prudent.

Kinerja kredit yang sehat ini juga menunjukkan keberhasilan strategi manajemen risiko BCA, memastikan ekspansi berkelanjutan tidak mengganggu likuiditas dan kualitas aset bank.

Pembiayaan Hijau sebagai Pilar Strategis

Pembiayaan hijau Rp113 triliun menjadi bukti bahwa BCA menempatkan sustainable finance sebagai pilar strategis. Selain kendaraan listrik dan energi terbarukan, pembiayaan hijau juga menyasar UKM yang menerapkan praktik ramah lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan tren global, di mana lembaga keuangan diharapkan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan portofolio yang semakin hijau, BCA turut mendorong ekonomi Indonesia lebih resilient, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Sepanjang 2025, BCA mencatat pertumbuhan kredit hijau dan berkelanjutan yang signifikan, didukung oleh pertumbuhan kredit usaha dan konsumer. Outstanding pembiayaan hijau mencapai Rp113 triliun, dengan sektor kendaraan listrik dan energi terbarukan sebagai kontributor utama.

Kegiatan publik, program KPR subsidi, serta manajemen risiko yang baik menjadi faktor penting menjaga kualitas kredit sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan. 

Dengan strategi yang memadukan pertumbuhan, keberlanjutan, dan layanan nasabah, BCA menegaskan posisinya sebagai bank terdepan dalam mendukung ekonomi hijau dan pembangunan nasional.

Pembiayaan berkelanjutan tidak hanya sekadar angka, tetapi menjadi wujud komitmen nyata BCA untuk mendorong pertumbuhan inklusif, transisi energi bersih, serta integritas pasar keuangan di Indonesia. 

Ke depan, fokus pada green financing, sektor UKM, dan konsumer diprediksi akan terus memperkuat portofolio BCA, menjadikannya role model bagi industri perbankan dalam praktik keberlanjutan.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026

Mobil Murah Serbu Pasar Otomotif, ACC Ungkap Peluang Besar Pembiayaan Kendaraan Tahun 2026

Ashmore Asset Management Indonesia Tebar Dividen Interim Miliaran Rupiah di Tengah Program Buyback Saham 2026

Ashmore Asset Management Indonesia Tebar Dividen Interim Miliaran Rupiah di Tengah Program Buyback Saham 2026

Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026

Minim Pasokan Mal Baru Bikin Prospek Bisnis Pusat Perbelanjaan Pakuwon Jati Tetap Cerah di 2026

KA Bandara YIA Kembali Layani Penumpang Selasa Februari 2026 Dengan Jadwal Lengkap Terbaru

KA Bandara YIA Kembali Layani Penumpang Selasa Februari 2026 Dengan Jadwal Lengkap Terbaru

PLN Optimalkan FABA PLTU Dorong Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan Nasional Tahun 2025

PLN Optimalkan FABA PLTU Dorong Ekonomi Sirkuler Berkelanjutan Nasional Tahun 2025