Kamis, 29 Januari 2026

Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
Pemerintah Siapkan Anggaran Untuk Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

JAKARTA - Pemerintah mulai menggeser fokus dari perencanaan ke tahap implementasi dalam proyek hilirisasi peternakan ayam nasional. 

Langkah ini ditandai dengan rencana peletakan batu pertama proyek yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026. Proyek tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan rantai pasok pangan nasional secara berkelanjutan.

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis dan administratif telah diselesaikan. Ia memastikan proyek siap dijalankan tanpa kendala berarti di lapangan. 

Baca Juga

SST dan UMC Luncurkan SuperFlash Gen 4 28nm untuk Kendaraan Modern

“Pokoknya semua udah siap. Kita sih ada 6, semuanya udah siap. Paling mungkin awal Februari ya,” ungkap Rosan.

Rosan menjelaskan proyek hilirisasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan agenda besar ketahanan pangan nasional. Peternakan ayam dipilih karena perannya strategis dalam pemenuhan protein hewani masyarakat. Dengan pendekatan terintegrasi, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang merata.

Enam Proyek Terintegrasi di Lima Lokasi

Rosan mengungkapkan terdapat enam proyek hilirisasi peternakan ayam yang akan dibangun secara bertahap. Keenam proyek tersebut tersebar di lima lokasi berbeda di Indonesia. Namun, ia belum merinci secara spesifik wilayah yang menjadi lokasi pembangunan.

“Ada di 5 lokasi ya,” kata Rosan singkat saat ditanya mengenai sebaran proyek. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan akses logistik, ketersediaan lahan, dan potensi pasar. Faktor tersebut dinilai penting untuk menjaga efisiensi produksi dan distribusi.

Pembangunan di berbagai wilayah juga dimaksudkan untuk mengurangi ketimpangan pasokan antar daerah. Dengan sistem produksi yang tersebar, risiko gangguan pasokan dapat ditekan. Selain itu, kehadiran proyek di daerah diharapkan menciptakan lapangan kerja baru.

Dukungan Anggaran dan Skema Pembiayaan

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk proyek ini. Dana sebesar Rp20 triliun dialokasikan untuk pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional dari hulu hingga hilir.

Amran menegaskan bahwa proyek ini dirancang untuk menjamin ketersediaan daging ayam dan telur nasional. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis. Program tersebut membutuhkan pasokan pangan yang stabil dan berkelanjutan.

“Kemudian, peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi itu ada anggaran khusus Rp20 triliun,” kata Amran. Ia menambahkan pemerintah ingin memastikan tidak terjadi kekurangan pasokan di masa depan. “Kita akan buat seluruh Indonesia untuk mensuplai BGN,” ujarnya.

Menopang Program Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu alasan utama percepatan proyek hilirisasi peternakan ayam. Pemerintah menilai kebutuhan telur dan daging ayam akan meningkat signifikan seiring pelaksanaan program tersebut. Oleh karena itu, kesiapan produksi harus disiapkan sejak dini.

Amran menekankan pentingnya langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Menurutnya, keterlambatan membangun kapasitas produksi dapat berujung pada kelangkaan. “Jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan,” katanya.

Dengan sistem terintegrasi, pemerintah berharap produksi dapat dikontrol secara lebih efektif. Mulai dari pembibitan, pakan, hingga distribusi akan berada dalam satu ekosistem. Pendekatan ini dinilai mampu menekan biaya dan menjaga kualitas produk.

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional

Proyek hilirisasi peternakan ayam diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang luas. Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat sekitar. Efek berganda di sektor logistik, pakan, dan distribusi juga diharapkan muncul.

Pemerintah melihat hilirisasi sebagai kunci meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Dengan produksi terintegrasi, ketergantungan pada pasokan eksternal dapat dikurangi. Hal ini sejalan dengan agenda besar kemandirian pangan nasional.

Dalam jangka panjang, proyek ini diharapkan menjadi model pengembangan sektor peternakan modern. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dinilai krusial untuk keberlanjutan proyek. Dengan fondasi yang kuat, hilirisasi peternakan ayam diharapkan mampu menjawab tantangan pangan nasional secara menyeluruh.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bocoran Spesifikasi dan Prediksi Harga Mobil Listrik i2C Karya Anak Bangsa

Bocoran Spesifikasi dan Prediksi Harga Mobil Listrik i2C Karya Anak Bangsa

Pertumbuhan Mobil Listrik di Kamboja Meningkat Pesat, Target 2030 Capai 30.000 Unit

Pertumbuhan Mobil Listrik di Kamboja Meningkat Pesat, Target 2030 Capai 30.000 Unit

DKUKM Babel Perkuat Pendataan UMKM 2026 Melalui Aplikasi Si Daya

DKUKM Babel Perkuat Pendataan UMKM 2026 Melalui Aplikasi Si Daya

Meningkatkan Kualitas Produk UMKM Desa Tamiajeng dengan Logo, Branding, dan Kemasan

Meningkatkan Kualitas Produk UMKM Desa Tamiajeng dengan Logo, Branding, dan Kemasan

Peluncuran TFCCA Tandai Komitmen Global Jaga Terumbu Karang Indonesia

Peluncuran TFCCA Tandai Komitmen Global Jaga Terumbu Karang Indonesia