Rabu, 28 Januari 2026

Hujan Salju Kembali Menyapa Grasberg PT Freeport Indonesia, Fenomena Langka di Tengah Pemanasan Global

Hujan Salju Kembali Menyapa Grasberg PT Freeport Indonesia, Fenomena Langka di Tengah Pemanasan Global
Hujan Salju Kembali Menyapa Grasberg PT Freeport Indonesia, Fenomena Langka di Tengah Pemanasan Global

JAKARTA - Kawasan Grasberg, lokasi tambang PT Freeport Indonesia yang termasuk wilayah objek vital nasional, kembali diselimuti hujan salju pada Senin, 26 Januari 2026.

Fenomena ini menjadi perhatian besar bagi karyawan, warga setempat, dan pecinta cuaca ekstrem karena kejadian seperti ini semakin jarang terjadi akibat pemanasan global yang memengaruhi pola iklim di seluruh dunia.

Karyawan yang berada di area tambang tampak beramai-ramai mengabadikan momen langka tersebut. Beberapa dari mereka bermain salju, membuat gundukan salju kecil, hingga berswafoto secara bergantian. Salah satu karyawan sempat merekam video amatir dan mengungkapkan, “Lagi turun salju,” menandai antusiasme mereka terhadap fenomena alam yang jarang disaksikan secara langsung.

Baca Juga

Autopedia Sukses Lestari Targetkan Pertumbuhan Bisnis Dua Digit

Kondisi Meteorologi: Suhu Minus dan Awan Menengah

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Timika, Marsareza, menjelaskan bahwa hujan salju ini terjadi pada Senin pagi saat wilayah Tembagapura, bagian dari kawasan Grasberg, diselimuti awan menengah dengan suhu sekitar minus 28 derajat Celsius.

“Faktor ketinggian sangat berperan. Grasberg dan Tembagapura berada di 2.500–2.800 meter di atas permukaan laut, sehingga udara di sana sangat dingin dan memungkinkan terbentuknya butiran es, bukan air,” jelas Marsareza. Ia menambahkan bahwa awan menengah yang tebal di pagi hari memungkinkan kondensasi uap air menjadi kristal es, sehingga hujan turun dalam bentuk salju ringan.

Fenomena ini bukanlah kejadian pertama. Sejak 2023, hujan salju telah tercatat terjadi dua kali di Tembagapura, tetapi bagi sebagian besar karyawan dan warga, setiap kali salju turun selalu menjadi pengalaman unik dan spektakuler.

Fenomena Alam Langka di Indonesia

Salju di Grasberg adalah fenomena langka karena Indonesia berada di wilayah tropis, di mana hujan salju jarang terjadi kecuali pada ketinggian ekstrem. Marsareza menekankan bahwa pemanasan global turut memengaruhi frekuensi kejadian salju. “Pemanasan global menyebabkan suhu rata-rata dunia meningkat, sehingga fenomena salju di daerah tropis semakin jarang. Namun, ketinggian dan topografi pegunungan Grasberg masih memungkinkan terbentuknya salju pada kondisi tertentu,” katanya.

Wilayah Grasberg yang berbukit dan curam menciptakan perbedaan suhu mikro antara lembah dan puncak. Pada ketinggian tertentu, udara sangat dingin dan lembap dari awan menengah dapat berubah menjadi kristal es. Hal ini membuat Tembagapura menjadi satu-satunya kawasan di Papua yang dapat mengalami salju ringan, meski hanya sebentar.

Sejarah dan Fenomena Salju di Tembagapura

Tembagapura dan Grasberg bukanlah wilayah yang asing dengan salju. Menurut catatan BMKG, hujan salju pertama kali tercatat secara resmi di sana pada awal 2000-an, dan sejak itu terjadi beberapa kali, terutama di bulan Januari hingga Februari ketika suhu mencapai titik beku. Namun, seiring perubahan iklim global, jumlah hari bersalju semakin berkurang.

Penduduk setempat, terutama karyawan PT Freeport, menilai salju sebagai fenomena unik sekaligus hiburan alam. Beberapa karyawan bahkan menyiapkan peralatan sederhana untuk bermain salju dan mengambil foto sebagai kenang-kenangan, karena bagi banyak orang, ini adalah pengalaman yang hanya bisa terjadi setahun sekali atau bahkan lebih jarang lagi.

Dampak Terhadap Aktivitas Tambang dan Lingkungan

Kawasan Grasberg adalah salah satu tambang tembaga dan emas terbesar di dunia. Salju yang turun, meski ringan, memberikan tantangan tersendiri bagi aktivitas tambang. Petugas harus memastikan kondisi jalan, peralatan berat, dan keselamatan pekerja tetap optimal.

Menurut manajemen PT Freeport Indonesia, fenomena ini tidak mengganggu operasional utama, namun menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran karyawan terhadap kondisi ekstrem alam. Selain itu, fenomena salju ini juga menjadi indikator penting bagi pemantauan iklim mikro di wilayah pegunungan tinggi, yang bisa memengaruhi perencanaan tambang, transportasi material, dan pengelolaan lingkungan.

Reaksi Karyawan dan Dokumentasi Fenomena

Para karyawan PT Freeport menyambut fenomena ini dengan antusias. Banyak dari mereka memanfaatkan momen untuk berswafoto, bermain salju sebentar, dan mengabadikan keindahan alam yang langka ini. Fenomena ini juga menjadi bahan dokumentasi penting bagi perusahaan, komunitas lokal, dan pihak pemerintah terkait perubahan iklim di Papua.

Seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Salju di Grasberg selalu membuat kami kagum. Ini seperti hadiah alam di pagi hari, yang bisa kami nikmati meski sebentar sebelum kembali bekerja.”

Perspektif Perubahan Iklim

Fenomena hujan salju di Grasberg menjadi pengingat nyata akan perubahan iklim global. Suhu yang ekstrem di ketinggian tertentu memungkinkan terbentuknya kristal es, tetapi frekuensi kejadian semakin berkurang akibat pemanasan global. Para ilmuwan menekankan pentingnya pemantauan cuaca dan adaptasi terhadap perubahan iklim, termasuk untuk wilayah tropis yang biasanya tidak mengalami salju.

Selain itu, fenomena ini memberikan kesempatan untuk meneliti bagaimana perubahan suhu di pegunungan Papua dapat memengaruhi ekosistem lokal, kondisi sumber air, dan keberlangsungan flora serta fauna di kawasan tersebut.

Kesimpulan

Hujan salju yang menyelimuti Grasberg pada Senin, 26 Januari 2026 menjadi fenomena alam yang langka dan menakjubkan. Bagi karyawan PT Freeport, fenomena ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengalaman edukatif tentang kondisi ekstrem di pegunungan tinggi Papua.

Momen ini menegaskan bahwa meski Indonesia berada di wilayah tropis, fenomena cuaca ekstrem tetap mungkin terjadi, khususnya di daerah tinggi, dan menjadi pengingat nyata bagi semua pihak tentang dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

Hujan salju di Grasberg kini bukan hanya menjadi cerita unik bagi karyawan, tetapi juga bagian dari dokumentasi penting untuk ilmu iklim, lingkungan, dan geografi Papua.

Regan

Regan

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Buka Gerai Baru di Bintaro, COURTS Perluas Jaringan Ritel

Buka Gerai Baru di Bintaro, COURTS Perluas Jaringan Ritel

PT Pelindo Solusi Logistik Salurkan Bantuan Banjir Jakarta Utara

PT Pelindo Solusi Logistik Salurkan Bantuan Banjir Jakarta Utara

Mayapada Healthcare Perluas Layanan Kesehatan Mata di Jakarta

Mayapada Healthcare Perluas Layanan Kesehatan Mata di Jakarta

PW IPM Sulsel Gandeng Garuda Indonesia Sukseskan Muktamar XXIV

PW IPM Sulsel Gandeng Garuda Indonesia Sukseskan Muktamar XXIV

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Hadir di Tiga Kota dengan Promo Pembiayaan Menarik Nasional

Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2026 Hadir di Tiga Kota dengan Promo Pembiayaan Menarik Nasional