JAKARTA - Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan rekor tertinggi baru pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Lonjakan ini menegaskan posisi perak sebagai logam mulia yang terus menarik perhatian investor dan kolektor, seiring dengan tren harga global yang masih bergerak dinamis.
Pantauan dari laman Logam Mulia Antam menunjukkan bahwa harga perak Antam pada Sabtu ini melonjak Rp 3.650 menjadi Rp 64.250 per gram. Capaian ini menandai all time high (ATH) terbaru bagi perak Antam, melanjutkan tren kenaikan yang terjadi sejak awal tahun.
Baca JugaCek Harga Emas Perhiasan Sabtu 24 Januari 2026 Terpantau Stabil
Sehari sebelumnya, Jumat, 23Januari 2026, harga perak Antam juga naik signifikan sebesar Rp 3.050 ke level Rp 60.600 per gram. Lonjakan beruntun ini menjadi perhatian pelaku pasar, karena menunjukkan bahwa perak domestik mengikuti dinamika harga global dengan cepat.
Kaitan Harga Perak Domestik dan Global
Penguatan harga perak di pasar domestik tidak terlepas dari tren perak dunia. Pada Jumat, 23 Januari 2026, harga perak global menembus rekor tertinggi baru di atas US$ 100 per ons troi. Lonjakan ini didorong oleh permintaan investasi yang meningkat, konsumsi industri yang tetap kuat, serta terbatasnya pasokan fisik global.
Sepanjang tahun 2026, harga perak telah meningkat sekitar 31%, melanjutkan reli hampir 150% yang terjadi sepanjang 2025. Tren ini menunjukkan bahwa perak menjadi instrumen lindung nilai yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global, serta peluang investasi jangka menengah dan panjang.
Pandangan Ahli Tentang Tren Harga Perak
Chief Strategist BCA Research, Roukaya Ibrahim, menilai bahwa kenaikan harga perak saat ini mulai memasuki fase jenuh beli. Meskipun prospek jangka menengah hingga panjang masih positif, ia mengingatkan investor agar berhati-hati dalam mengejar harga di level tinggi.
“Kami masih memandang prospek makro dan geopolitik memberikan dukungan bagi harga perak dalam jangka menengah dan panjang. Terlebih, kami telah bersikap bullish terhadap perak dalam matriks komoditas kami selama setahun terakhir,” ujar Ibrahim dalam laporannya.
Namun, ia menekankan bahwa besarnya lonjakan harga perak belakangan ini sulit sepenuhnya dijustifikasi oleh fundamental. Perak, bersama logam mulia lainnya, mulai menunjukkan indikasi pembelian berbasis fear of missing out (FOMO). Fenomena ini menjadi sinyal bagi investor untuk menilai risiko sebelum melakukan pembelian besar di harga tinggi.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga
Reli harga perak dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Permintaan investasi meningkat seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan inflasi global, karena investor cenderung mengalihkan sebagian portofolio ke logam mulia.
Sementara itu, konsumsi perak di sektor industri tetap kuat, terutama untuk kebutuhan elektronik, energi terbarukan, dan perhiasan. Pasokan fisik yang terbatas di pasar global turut menambah tekanan pada harga, sehingga lonjakan harga domestik mengikuti pola global.
Selain itu, sentimen spekulatif juga memainkan peran penting. Ibrahim menyoroti bahwa sebagian pergerakan harga saat ini lebih dipengaruhi oleh FOMO. Investor cenderung membeli karena takut melewatkan keuntungan, bukan semata-mata berdasarkan analisis fundamental.
“Saya menilai sebagian sentimen positif, seperti inflasi global dan ketidakpastian geopolitik, telah tercermin dalam pergerakan harga saat ini,” pungkasnya.
Strategi Bagi Investor dan Kolektor
Bagi investor atau kolektor yang mengikuti tren perak Antam, penting untuk memahami faktor-faktor di balik kenaikan harga. Harga tinggi bisa menjadi peluang untuk menjual bagi yang telah memegang perak dalam jumlah besar, tetapi bagi pembeli baru, harga ATH harus dihadapi dengan strategi yang matang.
Investor disarankan untuk mempertimbangkan pembelian bertahap, memanfaatkan koreksi harga, dan tidak terbawa euforia pasar. Pemahaman terhadap fundamental, tren global, dan kondisi makroekonomi dapat membantu meminimalkan risiko kerugian akibat spekulasi jangka pendek.
Prospek Jangka Menengah dan Panjang
Secara jangka menengah hingga panjang, prospek harga perak tetap positif. Dukungan makro dan geopolitik diprediksi akan terus menopang harga perak, sehingga logam ini tetap menjadi alternatif investasi yang menarik.
Reli harga perak yang mencapai ATH menunjukkan bahwa logam ini memiliki daya tarik kuat sebagai aset safe haven, terutama bagi investor yang ingin melindungi nilai portofolio dari volatilitas pasar saham atau inflasi.
Harga perak Antam pada Sabtu, 24 Januari 2026, menembus rekor tertinggi baru, mengikuti tren global. Lonjakan harga ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang semakin menarik perhatian investor dan kolektor.
Meski prospek jangka panjang tetap positif, investor diingatkan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan strategi membeli atau menjual yang matang. Memahami faktor fundamental, sentimen global, dan risiko FOMO menjadi kunci dalam memaksimalkan potensi keuntungan serta mengurangi risiko kerugian.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 5 Tempat Makan Bebek Goreng Terkenal dan Nikmat di Solo
- Sabtu, 24 Januari 2026
Berita Lainnya
Syarat Pengajuan KUR BRI 2026, Plafon Pinjaman dan Keuntungan Bagi Debitur
- Sabtu, 24 Januari 2026
Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
- Jumat, 23 Januari 2026
Investasi Minerba Melonjak, Hilirisasi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Jumat, 23 Januari 2026
Gen Z Ubah Peta Investasi Nasional, OJK Soroti Lonjakan Minat Aset Berisiko Tinggi
- Jumat, 23 Januari 2026












