JAKARTA - PT Bank OCBC NISP Tbk kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung energi bersih melalui pembiayaan berkelanjutan.
Bank menyalurkan fasilitas pembiayaan sebesar Rp 113 miliar kepada PT Investasi Hijau Satu untuk pengembangan portofolio Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sektor industri.
Pembiayaan ini merupakan bagian dari skema project financing yang dirancang untuk memperkuat struktur pendanaan proyek energi bersih, sekaligus mendorong percepatan transisi energi nasional.
Baca Juga
Langkah ini menegaskan meningkatnya kontribusi sektor perbankan dalam menopang investasi hijau berbasis aset jangka panjang.
Tahap pertama dana pembiayaan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan proyek PLTS industri lebih luas, mengingat kebutuhan pelaku usaha terhadap sumber energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan semakin meningkat.
Target Ekspansi Aset PLTS Hingga Empat Tahun Mendatang
Dengan dukungan pembiayaan tersebut, PT Investasi Hijau Satu menargetkan percepatan ekspansi portofolio aset PLTS selama empat tahun ke depan. Perusahaan juga menyiapkan pipeline proyek di berbagai sektor industri yang membutuhkan solusi energi bersih untuk operasional mereka.
Selain PLTS, perusahaan merencanakan pengembangan lini bisnis baru berupa layanan pendinginan berbasis teknologi, yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi di kawasan industri.
Strategi ini dianggap sejalan dengan tren kebutuhan industri yang menginginkan pengelolaan energi lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Langkah-langkah tersebut menjadi bukti bahwa sektor industri mulai bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi energi terbarukan untuk mendukung operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Fokus OCBC pada Pembiayaan Berkelanjutan
OCBC menegaskan bahwa pembiayaan ini mencerminkan komitmen bank dalam mendukung proyek yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Dalam pernyataannya, bank menyebutkan:
“Dengan adanya aksi korporasi ini menegaskan komitmen OCBC untuk terus mendukung pembiayaan proyek yang berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” dikutip Jumat, 23 Januari 2026.
Bank optimistis bahwa kolaborasi semacam ini dapat mempercepat realisasi ekonomi hijau di Indonesia, sekaligus mendorong sektor industri menuju masa depan berkelanjutan dan rendah karbon.
Kerangka Pembiayaan Bertanggung Jawab dan Green Financing
OCBC memiliki Kerangka Kerja Pembiayaan yang Bertanggung Jawab, yang menekankan prinsip keuangan berkelanjutan agar pertumbuhan bisnis selaras dengan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Skema project financing dinilai sesuai dengan karakteristik bisnis energi surya yang berbasis aset jangka panjang.
Per 30 September 2025, OCBC telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp 34,69 triliun, di mana sekitar 44 persen merupakan green financing. Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi bagian dari strategi jangka panjang bank untuk mendukung target Net Zero Emissions.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, setiap proyek yang dibiayai tidak hanya diukur dari sisi profitabilitas, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan dan keberlanjutan sosial.
Dampak Positif bagi Industri dan Lingkungan
Pembiayaan PLTS industri diharapkan memberikan berbagai manfaat, tidak hanya untuk efisiensi biaya energi, tetapi juga untuk pengurangan emisi karbon dan peningkatan reputasi perusahaan di mata publik. Industri yang mengadopsi energi surya dapat menekan biaya listrik, sekaligus memenuhi tuntutan regulasi terkait lingkungan.
Selain itu, pengembangan PLTS industri menjadi bagian dari upaya nasional mendukung transisi energi bersih, memperkuat ketahanan energi, dan menurunkan ketergantungan pada sumber fosil. Bank dan perusahaan energi hijau bersama-sama menciptakan ekosistem yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Strategi Jangka Panjang dan Pipeline Proyek
PT Investasi Hijau Satu menyiapkan strategi pengembangan proyek yang terencana. Selain PLTS, perusahaan berfokus pada pengembangan layanan pendinginan berbasis teknologi, serta potensi diversifikasi ke sektor energi bersih lain yang mendukung efisiensi industri.
Strategi ini mencerminkan tren global dalam pemanfaatan energi bersih secara terintegrasi, di mana industri tidak hanya menggunakan listrik hijau, tetapi juga menerapkan teknologi yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi.
Kolaborasi Perbankan dan Industri Hijau
Fasilitas pembiayaan berkelanjutan OCBC menjadi contoh nyata kolaborasi perbankan dan industri hijau.
Pendanaan ini tidak hanya menyediakan modal untuk pengembangan PLTS, tetapi juga memberikan sinyal kepada pasar bahwa investasi energi bersih dapat menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan secara sosial serta lingkungan.
Melalui skema project financing, risiko investasi dikelola secara profesional, sementara industri mendapat akses ke teknologi energi terbaru dan pendanaan jangka panjang yang stabil.
Pembiayaan Rp 113 miliar dari OCBC NISP untuk pengembangan PLTS industri menandai langkah konkret dalam mendorong transisi energi bersih di Indonesia. Dengan dukungan perbankan, industri mampu mengadopsi teknologi surya yang efisien, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan daya saing.
Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi ekonomi hijau, mendukung target Net Zero Emissions, dan membuka peluang bagi sektor industri untuk berkembang dengan prinsip keberlanjutan.
Pembiayaan berkelanjutan menjadi kunci percepatan transformasi energi nasional, sekaligus memperlihatkan pentingnya peran sektor finansial dalam pembangunan energi bersih.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Rekomendasi 5 Tempat Makan Bebek Goreng Terkenal dan Nikmat di Solo
- Sabtu, 24 Januari 2026
Berita Lainnya
Perikanan Indonesia Sinergi Pos Logistik Tingkatkan Layanan Distribusi Terpadu
- Sabtu, 24 Januari 2026












