Sabtu, 24 Januari 2026

Penyaluran Beras SPHP Bulog Papua Capai Puluhan Ribu Ton

Penyaluran Beras SPHP Bulog Papua Capai Puluhan Ribu Ton
Penyaluran Beras SPHP Bulog Papua Capai Puluhan Ribu Ton

JAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Papua dan Papua Barat melaporkan capaian signifikan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari 2026. 

Hingga awal tahun ini, penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 20.567 ton, langkah yang dinilai akan mendukung stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut. 

Pimpinan Bulog Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari, menegaskan bahwa pihaknya optimis target realisasi tahun ini akan terpenuhi, meski menghadapi tantangan distribusi di wilayah yang geografisnya cukup kompleks.

Baca Juga

Daftar Harga BBM Pertamina Sabtu 24 Januari 2026 Terbaru

“Program SPHP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan gejolak harga pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat,” ujar Mustari.

Program SPHP bukan sekadar distribusi beras, tetapi menjadi strategi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga di daerah rawan gejolak harga pangan. 

Implementasi ini menjadi krusial karena Papua dan Papua Barat memiliki tantangan logistik tersendiri yang memerlukan perhatian khusus dalam pendistribusian.

Tantangan Distribusi di Wilayah Papua dan Papua Barat

Menurut Mustari, Papua menghadapi kendala signifikan terkait transportasi, terutama distribusi via udara yang memerlukan perencanaan matang dan biaya relatif tinggi.

Kondisi geografis yang terdiri dari pegunungan dan kepulauan membuat logistik pangan menjadi lebih kompleks dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

“Ini juga bagian dari upaya menyalurkan bantuan program nasional,” jelas Mustari. 

Dengan kondisi seperti ini, penyaluran beras SPHP membutuhkan koordinasi intensif antara Bulog, mitra distribusi, serta pemerintah daerah untuk memastikan beras sampai ke tangan masyarakat tepat waktu dan harga tetap terjangkau.

Meski tantangan logistik cukup besar, capaian 20.567 ton pada awal tahun ini menunjukkan komitmen Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan. Program SPHP di Papua diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan distribusi pangan yang adaptif dan responsif terhadap kondisi lokal.

Target Penyaluran SPHP Tahun 2026

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menargetkan penyaluran beras SPHP di wilayah Papua dan Papua Barat pada 2026 sebesar 87 ribu ton. Angka ini meningkat drastis dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, yang mencapai sekitar 20 ribu ton. 

Mustari menegaskan bahwa pencapaian target ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Bulog untuk memperkuat sistem distribusi pangan.

“Target tersebut dinilai cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni 20 ribu ton, tetapi 2026 target 87 ribu ton,” jelas Mustari. 

Peningkatan target ini mencerminkan kebutuhan pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil, terutama di wilayah yang rawan gejolak harga akibat kondisi geografis dan logistik yang kompleks.

Meningkatnya target ini menuntut Bulog Papua untuk bekerja lebih efektif dan efisien, memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak serta memaksimalkan jalur distribusi yang ada.

Kolaborasi dengan Mitra Distribusi dan Pemerintah Daerah

Untuk mengejar kekurangan realisasi, Bulog Papua menggandeng ribuan toko dan mitra distribusi yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua. Kerja sama ini memungkinkan beras SPHP dapat didistribusikan ke pasar tradisional maupun toko mitra, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Dia menambahkan bahwa koordinasi dengan instansi terkait menjadi kunci dalam menjalankan program ini. Saluran distribusi yang efektif, baik melalui pasar tradisional maupun mitra penjualan, memastikan beras SPHP tersedia secara merata. 

Hal ini penting agar tujuan program, yaitu stabilitas harga dan ketersediaan pangan, dapat tercapai dengan optimal.

Strategi kolaboratif ini juga mencerminkan pendekatan Bulog yang mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, peritel lokal, hingga masyarakat, demi mendukung kelancaran distribusi dan menjaga harga tetap stabil.

Upaya Menekan Gejolak Harga Pangan

Program SPHP dirancang untuk menekan gejolak harga pangan yang sering terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat. Dengan penyaluran beras yang merata, diharapkan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga stabil, sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus inflasi.

Mustari menekankan bahwa SPHP bukan hanya soal distribusi fisik, tetapi juga bagian dari kebijakan ekonomi nasional yang pro-rakyat. Dengan pasokan yang cukup dan harga terkendali, masyarakat dapat merencanakan konsumsi pangan mereka secara lebih stabil.

Keberhasilan penyaluran SPHP juga menjadi indikator keberhasilan Bulog dalam mengimplementasikan mandat pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah yang rawan fluktuasi harga.

Optimisme Bulog dalam Mencapai Target Tahunan

Ahmad Mustari optimis Bulog Papua dapat memenuhi target penyaluran beras SPHP 87 ribu ton pada 2026. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga stabil.

Optimisme ini didasarkan pada pencapaian awal 20.567 ton yang sudah berhasil disalurkan. Dengan strategi distribusi yang tepat dan dukungan mitra, Bulog Papua menilai target tahunan dapat tercapai, bahkan melampaui ekspektasi jika koordinasi antar pihak berjalan baik.

Selain itu, program SPHP diharapkan mendorong efisiensi dalam manajemen distribusi, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan memastikan stabilitas ekonomi lokal tetap terjaga.

Peningkatan Kepercayaan Publik dan Keterjangkauan Pangan

Penyediaan beras melalui SPHP menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bulog. Dengan distribusi yang merata dan harga yang terjangkau, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.

Keberhasilan program ini juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah yang memiliki kondisi geografis dan logistik menantang. Dengan demikian, SPHP menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung kesejahteraan rakyat Papua dan Papua Barat.

Penyaluran beras SPHP oleh Bulog Papua dan Papua Barat hingga Januari 2026 telah mencapai 20.567 ton. Meski menghadapi tantangan logistik dan geografis, Bulog optimis target tahunan 87 ribu ton dapat tercapai melalui kolaborasi dengan ribuan mitra distribusi dan koordinasi dengan instansi terkait. 

Program ini tidak hanya bertujuan menstabilkan harga dan pasokan pangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan keterjangkauan beras untuk semua lapisan masyarakat. Upaya ini menunjukkan komitmen Bulog dan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah yang rawan gejolak harga.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bulog Siapkan Sistem Pembayaran Digital Gabah Petani Tahun 2026

Bulog Siapkan Sistem Pembayaran Digital Gabah Petani Tahun 2026

Perikanan Indonesia Sinergi Pos Logistik Tingkatkan Layanan Distribusi Terpadu

Perikanan Indonesia Sinergi Pos Logistik Tingkatkan Layanan Distribusi Terpadu

Peluang Usaha Peternakan Anak Muda Menjanjikan di Era Modern

Peluang Usaha Peternakan Anak Muda Menjanjikan di Era Modern

5 Pilihan Rumah Subsidi di Kota Bengkulu Harga Rp 166 Juta

5 Pilihan Rumah Subsidi di Kota Bengkulu Harga Rp 166 Juta

Penjualan Sertifikat Energi Terbarukan PLN Meningkat Signifikan Tahun 2025

Penjualan Sertifikat Energi Terbarukan PLN Meningkat Signifikan Tahun 2025