Bahaya Memencet Jerawat di Area Wajah Ini yang Jarang Disadari Banyak Orang
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Banyak orang merasa terganggu saat jerawat muncul di wajah, terutama ketika berada di area yang mudah terlihat. Rasa gemas sering kali membuat seseorang ingin segera memencet jerawat agar cepat hilang.
Namun, kebiasaan tersebut justru dapat memicu masalah kesehatan yang jauh lebih serius. Tidak semua jerawat aman untuk disentuh, apalagi jika muncul di area tertentu pada wajah.
Kemunculan jerawat di wajah bisa mengganggu penampilan. Tak jarang, hal ini membuat penderitanya merasa gemas dan ingin memencet jerawat tersebut.
Baca JugaInvestasi Hobi Kreatif untuk Otak Tajam, Awet Muda, dan Fungsi Kognitif Optimal Sepanjang Usia
Sebelum melakukannya, sebaiknya Anda berpikir dua kali. Ada risiko kesehatan yang bisa muncul jika jerawat dipencet sembarangan.
Spesialis dermatologi dan venereologi, dr. Maria Basir Djatmoko, Sp.DV mengatakan seringkali jerawat muncul di bagian wajah yang dikenal sebagai "The Danger Triangle" atau "Segitiga Kematian." Area ini membutuhkan perhatian ekstra karena berhubungan dengan struktur penting di dalam tubuh.
Dia menjelaskan, segitiga kematian adalah area yang berada di ujung hidung hingga dua sisi di atas bibir. Sembarangan memencet jerawat di area ini bisa menimbulkan bahaya yang jauh lebih serius.
Banyak orang tidak menyadari bahwa wajah memiliki jalur pembuluh darah yang langsung terhubung dengan otak. Kondisi ini membuat infeksi di area tertentu bisa menyebar dengan cepat jika tidak ditangani dengan benar.
Kebiasaan memencet jerawat sering dianggap sepele karena sudah menjadi rutinitas banyak orang. Padahal, tindakan sederhana ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan.
Mengenal Area Wajah yang Disebut Segitiga Kematian
Segitiga kematian merupakan area wajah yang berada di sekitar hidung dan mulut. Bagian ini meliputi ujung hidung, pipi di dekat hidung, serta area di atas bibir atau filtrum.
Area tersebut memiliki hubungan langsung dengan pembuluh darah yang menuju ke rongga otak. Karena itu, infeksi yang terjadi di sini berpotensi menyebar lebih cepat dibandingkan area wajah lainnya.
"Di area segitiga pada wajah yakni hidung, pipi di dekat hidung dan di atas bibir atau filtrum itu memang area berbahaya untuk dipencet. Sebab jika jerawat terbuka maka ada luka yang mengandung kuman staphylococcus aureus yang bisa masuk ke peredaran darah menuju sinus kavernosus yaitu pembuluh darah di belakang rongga mata yang memiliki hubungan langsung dengan pembuluh darah di otak," kata dr. Maria Basir Djatmoko dalam akun Instagram Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jumat (23 Januari 2026).
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa risiko infeksi tidak hanya terbatas pada kulit. Bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan komplikasi serius.
Banyak orang tidak menyadari bahwa jerawat yang tampak kecil dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri berbahaya. Jika infeksi menyebar, dampaknya bisa jauh lebih berat dibandingkan jerawat itu sendiri.
Itulah sebabnya para dokter menyarankan agar jerawat di area ini tidak dipencet sendiri. Penanganan yang salah justru bisa memperburuk kondisi kulit dan kesehatan tubuh.
Lebih lanjut ia mengatakan pentingnya menjaga integritas kulit di area ini karena risiko komplikasi yang bisa berakibat fatal. Kulit yang terluka dapat menjadi celah masuknya mikroorganisme berbahaya.
Alih-alih memencet jerawat sendiri, dr. Maria menyarankan penanganan yang lebih klinis dan aman. Cara ini membantu mencegah infeksi tanpa merusak jaringan kulit.
Cara Aman Mengatasi Jerawat Tanpa Memencet
Gunakan krim yang mengandung benzoyl peroxide atau asam salisilat untuk mengeringkan jerawat tanpa tekanan fisik. Kandungan ini bekerja membantu membuka pori dan membunuh bakteri penyebab jerawat.
Cobalah mengompres dengan air hangat untuk membantu melunakkan sumbatan pori secara alami. Metode ini juga dapat mengurangi rasa nyeri dan kemerahan di sekitar jerawat.
Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor. Sebab, tangan adalah sumber bakteri utama yang memicu infeksi sekunder.
Menjaga kebersihan wajah menjadi langkah penting dalam mencegah jerawat semakin parah. Membersihkan wajah secara rutin membantu mengurangi penumpukan minyak dan kotoran.
Jika jerawat sangat besar (kistik) dan nyeri, sebaiknya dilakukan tindakan oleh dokter spesialis kulit melalui penyuntikan atau pembersihan yang steril. Prosedur ini lebih aman dibandingkan memencet jerawat sendiri di rumah.
Penanganan profesional membantu mengurangi risiko bekas luka dan infeksi lanjutan. Selain itu, dokter dapat memberikan obat yang sesuai dengan kondisi kulit pasien.
Banyak orang cenderung mengandalkan cara instan untuk menghilangkan jerawat. Padahal, perawatan yang tepat dan sabar justru memberikan hasil yang lebih aman dan tahan lama.
Menghindari kebiasaan memencet jerawat juga membantu menjaga tekstur kulit tetap halus. Luka akibat pencetan jerawat dapat meninggalkan bekas permanen jika tidak ditangani dengan benar.
Perawatan kulit yang baik tidak hanya berfokus pada hasil cepat. Yang terpenting adalah menjaga kesehatan kulit jangka panjang.
Menggunakan produk perawatan yang sesuai jenis kulit juga menjadi kunci. Hal ini membantu mencegah iritasi dan mempercepat proses penyembuhan jerawat.
Risiko Medis Serius Jika Jerawat Dipencet Sembarangan
Komplikasi medis yang mengancam jiwa dapat terjadi jika infeksi menyebar dari area segitiga kematian ke bagian dalam tubuh. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat membahayakan nyawa.
Jika infeksi menyebar dari The Danger Triangle ini ke arah dalam, penderita dapat mengalami kondisi serius seperti meningitis. Meningitis adalah infeksi pada selaput otak yang dapat menyebabkan demam tinggi, sakit kepala hebat, dan gangguan kesadaran.
Selain itu, risiko lain yang bisa terjadi adalah abses otak. Abses otak merupakan penumpukan nanah di jaringan otak yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kehilangan penglihatan juga bisa terjadi karena saraf mata berada sangat dekat dengan jalur infeksi ini. Jika infeksi menyebar ke area sekitar mata, fungsi penglihatan dapat terganggu secara permanen.
Risiko berikutnya adalah stroke infeksi. Stroke jenis ini terjadi akibat gumpalan darah yang menyumbat aliran darah ke otak akibat infeksi.
Keempat kondisi tersebut menunjukkan betapa seriusnya dampak dari infeksi wajah yang tidak ditangani dengan tepat. Jerawat yang terlihat sepele bisa berkembang menjadi masalah kesehatan besar.
Banyak orang tidak menghubungkan jerawat dengan risiko penyakit serius. Padahal, jalur pembuluh darah di wajah memiliki hubungan langsung dengan organ vital.
Itulah sebabnya dokter selalu mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kulit dan tidak sembarangan memencet jerawat. Pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati komplikasi yang sudah terjadi.
Kesadaran akan bahaya ini perlu ditingkatkan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Kelompok usia ini cenderung lebih sering mengalami jerawat dan tergoda untuk memencetnya.
Dengan memahami risiko yang ada, seseorang dapat lebih bijak dalam merawat kulit. Kebiasaan kecil yang diubah dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit Secara Menyeluruh
Jerawat bukan hanya masalah estetika, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan kulit secara keseluruhan. Penanganan yang salah dapat merusak lapisan kulit dan memperlambat proses regenerasi.
Menjaga kebersihan wajah menjadi langkah awal yang sangat penting. Membersihkan wajah secara teratur membantu mengurangi minyak berlebih dan kotoran yang menyumbat pori.
Selain itu, memilih produk perawatan kulit yang sesuai juga berperan besar dalam mencegah jerawat. Produk yang terlalu keras justru dapat menyebabkan iritasi dan memperparah kondisi kulit.
Pola hidup sehat turut memengaruhi kondisi kulit. Asupan makanan bergizi, cukup minum air, dan istirahat yang cukup membantu menjaga keseimbangan tubuh.
Stres juga diketahui dapat memicu munculnya jerawat. Mengelola stres dengan baik membantu menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.
Jika jerawat tidak kunjung membaik, berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang bijak. Dokter dapat menentukan penyebab jerawat dan memberikan perawatan yang sesuai.
Penanganan profesional juga membantu mencegah komplikasi seperti infeksi dan bekas luka permanen. Dengan perawatan yang tepat, jerawat dapat diatasi tanpa risiko berbahaya.
Memahami batasan dalam merawat kulit sendiri sangat penting. Tidak semua kondisi kulit dapat ditangani secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis.
Kebiasaan memencet jerawat sering kali dipicu oleh keinginan instan untuk memperbaiki penampilan. Namun, dampak jangka panjangnya bisa jauh lebih merugikan.
Dengan bersikap sabar dan mengikuti perawatan yang tepat, hasil yang didapatkan justru lebih aman dan memuaskan. Kulit pun dapat pulih dengan lebih baik.
Kesadaran akan bahaya memencet jerawat, terutama di area segitiga kematian, perlu terus disosialisasikan. Informasi ini membantu masyarakat lebih berhati-hati dalam merawat wajah.
Jerawat memang mengganggu, tetapi bukan alasan untuk mengambil risiko besar. Tindakan sederhana seperti tidak memencet jerawat dapat melindungi kesehatan jangka panjang.
Menjaga integritas kulit berarti menjaga pertahanan pertama tubuh terhadap infeksi. Kulit yang sehat berperan penting dalam melindungi organ-organ vital di dalam tubuh.
Dengan memahami risiko dan mengikuti saran medis, perawatan jerawat dapat dilakukan dengan aman. Kebiasaan kecil ini dapat mencegah komplikasi yang berbahaya.
Kesimpulannya, jerawat bukan sekadar masalah kulit biasa. Penanganan yang salah, terutama di area segitiga kematian, dapat berdampak fatal bagi kesehatan.
Oleh karena itu, penting untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam merawat jerawat. Mengutamakan keselamatan jauh lebih penting daripada hasil instan.
Zahra
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Cara Cerdas Menikmati Nasi Putih Tanpa Takut Gula Darah Naik Drastis
- Jumat, 23 Januari 2026
Waspada Salah Kombinasi Buah, Ini Aturan Aman Konsumsi Agar Pencernaan Tetap Sehat
- Jumat, 23 Januari 2026
16 Oleh-Oleh Khas Okinawa yang Wajib Dibawa Pulang Saat Liburan ke Jepang
- Jumat, 23 Januari 2026
11 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicicipi Saat Liburan Santai di Jawa Tengah
- Jumat, 23 Januari 2026
Resep Ayam Lado Ijo Khas Padang yang Pedas Gurih dan Wajib Dicoba di Rumah
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












