Nasib Manchester City Menuju Babak 16 Besar Liga Champions Ditentukan Laga Terakhir
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Langkah Manchester City di Liga Champions musim ini memasuki fase paling krusial.
Kekalahan mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt pada matchday sebelumnya membuat posisi The Citizens goyah dan menjauh dari zona aman delapan besar. Hasil tersebut memaksa tim asuhan Pep Guardiola menghadapi laga terakhir dengan tekanan tinggi, karena peluang lolos otomatis ke babak 16 besar kini dipenuhi hitung-hitungan rumit.
Bermain di Lingkar Arktik sejatinya sudah menjadi tantangan berat bagi Manchester City. Cuaca ekstrem Norwegia utara serta penggunaan lapangan sintetis memberi kesulitan tersendiri. Namun, performa tim yang tidak maksimal tetap menjadi sorotan utama. City gagal menunjukkan dominasi seperti yang diharapkan, bahkan sejak menit awal sudah berada dalam posisi tertekan.
Baca JugaPanduan Lengkap Menonaktifkan Instagram Sementara di Aplikasi dan Web
Dua gol cepat Kasper Hogh membuat City kehilangan kendali permainan. Situasi semakin memburuk ketika Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga untuk tuan rumah. Gol balasan Rayan Cherki memang sempat menyalakan harapan, tetapi kartu merah Rodri memupus peluang kebangkitan. Kekalahan itu membuat City terlempar dari delapan besar klasemen fase liga.
Tekanan Besar Menjelang Laga Penentuan
Dengan posisi yang tidak lagi aman, Manchester City kini tidak sepenuhnya menguasai nasib sendiri. Laga terakhir melawan Galatasaray di Etihad Stadium menjadi penentu utama, tetapi hasil pertandingan lain juga akan sangat memengaruhi peluang mereka. Situasi ini jauh dari ideal bagi tim yang dalam beberapa musim terakhir selalu menjadi unggulan.
Kondisi mental pemain pun menjadi faktor penting. Setelah kekalahan beruntun, City dituntut bangkit dan menunjukkan karakter juara. Guardiola harus memastikan timnya tampil fokus sejak menit pertama, karena kesalahan kecil saja bisa berdampak fatal pada peluang lolos otomatis.
Skenario Terburuk Jika Kembali Tergelincir
Jika Manchester City kembali menelan kekalahan saat menjamu Galatasaray, maka peluang finis di delapan besar otomatis tertutup. Dalam skenario ini, City harus puas melanjutkan perjalanan melalui babak play-off untuk memperebutkan tiket ke 16 besar. Jalur ini jelas lebih berisiko karena dimainkan dalam dua leg dengan tekanan yang lebih besar.
Pengalaman pahit musim lalu masih membekas, ketika City tersingkir setelah kalah agregat dari Real Madrid. Meski begitu, setidaknya City masih dipastikan tidak akan tersingkir sepenuhnya dari kompetisi. Mereka tetap berada di zona play-off, walau harus menempuh jalan yang lebih panjang dan melelahkan.
Hasil Imbang dan Harapan yang Terlalu Tipis
Hasil imbang melawan Galatasaray secara matematis masih membuka peluang City lolos otomatis, tetapi skenarionya sangat rumit. Terlalu banyak pertandingan lain yang harus berakhir sesuai harapan mereka. City harus berharap sejumlah tim pesaing langsung kehilangan poin secara bersamaan, sesuatu yang sulit diprediksi.
Selain itu, City juga harus mengandalkan selisih gol dan posisi klasemen tim-tim lain. Dengan banyaknya variabel yang harus terpenuhi, peluang lolos otomatis melalui hasil imbang nyaris mustahil. Dalam kondisi ini, hasil seri praktis tidak memberikan jaminan apa pun bagi The Citizens.
Kemenangan Jadi Jalan Paling Masuk Akal
Kemenangan atas Galatasaray menjadi skenario paling realistis bagi Manchester City. Namun, tiga poin saja belum tentu cukup jika tidak disertai selisih gol yang memadai. Saat ini, City masih tertinggal selisih gol dari beberapa rival langsung, sehingga tambahan gol akan sangat krusial.
Guardiola kemungkinan akan mendorong timnya tampil lebih ofensif, tanpa mengabaikan keseimbangan lini belakang. Kemenangan dengan margin besar akan mengurangi ketergantungan pada hasil pertandingan lain, sekaligus meningkatkan posisi City di klasemen akhir fase liga.
Menanti Bantuan dari Pertandingan Lain
Meski kemenangan menjadi kunci utama, Manchester City tetap harus berharap hasil laga lain berpihak kepada mereka. Beberapa tim pesaing akan saling berhadapan, membuka peluang terjadinya hasil yang menguntungkan City. Kekalahan atau hasil imbang tim-tim tertentu bisa membuka jalan bagi The Citizens untuk kembali menembus delapan besar.
Namun, mengandalkan bantuan pihak lain selalu mengandung risiko. Karena itu, fokus utama City harus tetap pada performa sendiri. Laga di Etihad Stadium harus dimanfaatkan sebaik mungkin, dengan dukungan penuh suporter dan determinasi tinggi dari para pemain.
Pada akhirnya, laga terakhir fase liga akan menjadi ujian karakter bagi Manchester City. Segalanya masih mungkin terjadi, tetapi ruang untuk kesalahan sudah tidak ada. The Citizens harus menang, mencetak gol sebanyak mungkin, dan berharap perhitungan klasemen berpihak. Misi menuju babak 16 besar memang sulit, tetapi peluang itu masih terbuka hingga peluit akhir berbunyi.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












