Ide Bisnis Makanan Ramadan Modal Terjangkau Potensi Untung Besar Menjelang Lebaran
- Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA - Menjelang datangnya bulan Ramadan, geliat aktivitas ekonomi masyarakat biasanya mulai terasa.
Tradisi berburu takjil, meningkatnya konsumsi makanan manis, serta perputaran uang dari Tunjangan Hari Raya menjadikan Ramadan sebagai momen strategis bagi pelaku usaha kecil. Kondisi ini membuka peluang bagi siapa saja yang ingin memulai usaha, terutama di bidang kuliner dengan modal yang relatif terjangkau.
Berjualan makanan saat Ramadan tidak selalu membutuhkan investasi besar. Kuncinya adalah memahami kebiasaan konsumen selama berpuasa dan memilih produk yang praktis, digemari banyak orang, serta mudah diproduksi. Makanan dan minuman untuk berbuka menjadi pilihan utama karena selalu dicari setiap hari sepanjang bulan puasa.
Baca JugaSinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Berikut ini berbagai ide bisnis makanan Ramadan yang bisa dijalankan dengan modal terbatas namun memiliki peluang cuan yang menjanjikan jika dikelola dengan tepat.
Peluang Usaha Manis Favorit Saat Berbuka
Salah satu segmen yang hampir tidak pernah sepi saat Ramadan adalah makanan dan minuman manis. Setelah seharian menahan lapar dan haus, kebanyakan orang cenderung mencari takjil yang manis dan menyegarkan. Kondisi ini membuat produk seperti kurma, es susu kurma, dan kolak pisang selalu memiliki pasar.
Kurma menjadi menu wajib saat berbuka dan penjualannya selalu meningkat signifikan selama Ramadan. Produk ini bisa dijual dalam berbagai bentuk, mulai dari kemasan kecil, kiloan, hingga olahan kurma dengan isian keju, cokelat, atau kacang. Sementara itu, es susu kurma menawarkan konsep minuman praktis yang menyehatkan dan mudah dibuat, dengan harga jual terjangkau namun margin cukup menarik.
Kolak pisang juga menjadi menu klasik yang tak lekang oleh waktu. Dengan bahan sederhana seperti pisang, santan, gula merah, dan pandan, kolak selalu dicari karena rasanya yang khas dan mengenyangkan. Inovasi tambahan seperti ubi, boba, atau variasi topping bisa meningkatkan daya tarik dan nilai jualnya.
Camilan Kekinian Yang Mudah Dijual
Selain makanan tradisional, camilan kekinian juga banyak diminati sebagai takjil. Martabak mini menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menikmati martabak tanpa porsi berlebihan. Ukurannya yang kecil, harga terjangkau, serta pilihan topping yang beragam membuat martabak mini digemari berbagai kalangan, terutama anak-anak dan remaja.
Kue cubit lumer juga termasuk jajanan nostalgia yang kembali naik daun. Teksturnya yang lembut dan setengah matang, dipadukan dengan topping kekinian seperti cokelat, keju, atau matcha, menjadikan kue cubit sebagai camilan favorit saat ngabuburit. Proses pembuatannya relatif mudah dan tidak membutuhkan peralatan mahal.
Dengan kreativitas pada tampilan dan rasa, camilan sederhana dapat memiliki daya saing tinggi di pasar takjil Ramadan.
Pilihan Camilan Gurih Penyeimbang Takjil
Tidak semua orang menyukai makanan manis saat berbuka. Camilan gurih juga memiliki pasar tersendiri dan bisa menjadi penyeimbang di tengah dominasi takjil manis. Sosis bakar merupakan salah satu contoh camilan gurih yang selalu menarik perhatian dengan aroma bakarannya.
Usaha sosis bakar tergolong praktis karena bahan mudah didapat dan proses memasaknya sederhana. Penjual hanya perlu memanggang sosis siap saji dan menambahkan saus sesuai selera konsumen. Dengan harga jual yang ramah di kantong, sosis bakar sering menjadi pilihan camilan tambahan saat berbuka.
Dimsum ayam juga menjadi alternatif camilan gurih yang semakin populer. Saat ini, dimsum tidak lagi identik dengan makanan mahal. Penjual bisa memanfaatkan produk setengah jadi atau membuat sendiri untuk menekan biaya produksi. Penyajian yang hangat dengan pilihan saus membuat dimsum cocok dijadikan takjil maupun menu berbuka ringan.
Makanan Unik Dan Alternatif Lebih Sehat
Bagi konsumen yang mencari sensasi berbeda, tahu walik bisa menjadi pilihan usaha menarik. Teksturnya yang renyah di luar dan kenyal di dalam membuat tahu walik digemari berbagai usia. Bahan bakunya murah, proses pembuatan cepat, dan mudah diproduksi dalam jumlah banyak.
Selain itu, tren hidup sehat juga memengaruhi pilihan takjil masyarakat. Aneka rebusan seperti kacang tanah, jagung manis, ubi, atau pisang rebus menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menghindari gorengan berminyak. Persaingan di segmen ini relatif lebih sedikit, sehingga peluang untuk menarik pelanggan cukup besar.
Pengemasan yang rapi dan menarik dapat meningkatkan nilai jual makanan rebusan, meskipun bahan dasarnya sederhana.
Produk Anak Dan Remaja Yang Selalu Dicari
Anak-anak dan remaja merupakan target pasar yang tidak kalah potensial selama Ramadan. Salah satu produk yang banyak digemari adalah puding sedot atau pudot. Teksturnya yang lembut, rasa manis yang ringan, serta kemasan praktis membuat produk ini mudah menarik perhatian.
Puding sedot juga fleksibel dalam hal variasi rasa dan tampilan. Penjual dapat menawarkan berbagai pilihan rasa seperti cokelat, stroberi, taro, atau mangga, bahkan menambahkan potongan buah segar agar terlihat lebih menarik. Modal yang dibutuhkan relatif kecil, sementara potensi penjualan cukup besar jika lokasi strategis.
Kunci Sukses Memulai Usaha Ramadan
Memulai bisnis makanan saat Ramadan membutuhkan persiapan yang matang. Selain memilih produk yang tepat, penentuan lokasi jualan, kebersihan, konsistensi rasa, serta pelayanan yang ramah menjadi faktor penting dalam menarik dan mempertahankan pelanggan.
Dengan memanfaatkan momentum Ramadan dan memilih ide usaha yang sesuai dengan kemampuan modal, siapa pun memiliki peluang untuk meraih keuntungan tambahan. Kreativitas, ketekunan, dan kejelian membaca kebutuhan pasar akan menjadi modal utama dalam menjalankan bisnis makanan selama bulan puasa.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Layanan SIM Keliling Jakarta Siap Bantu Perpanjang SIM Di Lima Lokasi
- Jumat, 23 Januari 2026
BPBD Jakarta Peringatkan Hujan Lebat Potensial Guyur Ibu Kota Hingga 24 Januari
- Jumat, 23 Januari 2026
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Masih Dibuka di 14 Lokasi Jadetabek
- Jumat, 23 Januari 2026
Wamenag Tekankan Kualitas Layanan KUA Harus Meningkat dan Tidak Lambat
- Jumat, 23 Januari 2026
Berita Lainnya
Investasi Minerba Melonjak, Hilirisasi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
- Jumat, 23 Januari 2026
Gen Z Ubah Peta Investasi Nasional, OJK Soroti Lonjakan Minat Aset Berisiko Tinggi
- Jumat, 23 Januari 2026
Lonjakan Investasi Emas Antam Hari Ini Pecahkan Rekor Baru di Tengah Gejolak Global
- Jumat, 23 Januari 2026
Terpopuler
1.
9 Tanda Tubuh Overdosis Garam yang Wajib Diwaspadai
- 23 Januari 2026
2.
Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat yang Efektif
- 23 Januari 2026
3.
Pakar Hati-Hati! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump
- 23 Januari 2026












