Sabtu, 24 Januari 2026

Target Besar QRIS 2026 Dorong Transaksi Digital Ekspansi Pasar Internasional Baru

Target Besar QRIS 2026 Dorong Transaksi Digital Ekspansi Pasar Internasional Baru
Target Besar QRIS 2026 Dorong Transaksi Digital Ekspansi Pasar Internasional Baru

JAKARTA - Transformasi sistem pembayaran digital nasional kembali mendapat sorotan setelah Bank Indonesia menetapkan target besar bagi pengembangan QRIS pada 2026. 

Tidak hanya berfokus pada peningkatan volume transaksi di dalam negeri, otoritas moneter juga menyiapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan QRIS ke pasar internasional. Arah kebijakan ini menunjukkan keseriusan BI dalam menjadikan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital yang kompetitif di tingkat global.

Langkah tersebut diungkapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Bulanan BI Januari 2026 yang digelar secara daring. Dalam forum itu, BI menegaskan bahwa capaian QRIS sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk menetapkan target yang lebih ambisius pada tahun berikutnya. Dengan dukungan infrastruktur dan adopsi masyarakat yang terus meningkat, QRIS diproyeksikan menjadi tulang punggung transaksi non-tunai nasional.

Baca Juga

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Optimisme BI terhadap masa depan QRIS tercermin dari target transaksi yang melonjak signifikan. Selain itu, perluasan jaringan lintas negara juga menjadi prioritas agar QRIS dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia saat bertransaksi di luar negeri, sekaligus menarik wisatawan mancanegara untuk bertransaksi di dalam negeri dengan lebih mudah.

Target Transaksi QRIS Kian Ambisius

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan bahwa BI menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar transaksi sepanjang 2026. Target ini mencerminkan keyakinan regulator terhadap potensi pertumbuhan transaksi digital yang masih sangat besar, seiring perubahan perilaku masyarakat dalam bertransaksi.

Dari sisi penawaran, BI juga memasang target 45 juta merchant yang menerima pembayaran QRIS. Jumlah ini mencakup pelaku usaha dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga bisnis berskala besar. Perluasan akseptasi merchant dinilai menjadi kunci agar QRIS semakin relevan dan mudah digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi.

Sementara dari sisi pengguna, BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 60 juta orang. Angka tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan literasi keuangan digital, kemudahan penggunaan, serta integrasi QRIS dengan berbagai layanan pembayaran yang sudah akrab di masyarakat.

Ekspansi QRIS Lintas Negara Dipercepat

Selain target domestik, BI juga mempercepat ekspansi QRIS lintas negara. Hingga saat ini, QRIS telah beroperasi di beberapa negara, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. Kehadiran QRIS di negara-negara tersebut mempermudah transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri tanpa perlu menukar mata uang secara konvensional.

Filianingsih mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, sebelum akhir Triwulan I 2026, QRIS ditargetkan sudah dapat diimplementasikan di Tiongkok dan Korea Selatan. Kedua negara ini dipandang strategis karena memiliki arus wisata dan transaksi yang tinggi dengan Indonesia.

Selain itu, diskusi intensif juga tengah berlangsung dengan India. Peluang kerja sama dengan negara tersebut dinilai cukup besar mengingat potensi pasar dan hubungan ekonomi yang terus berkembang. BI juga membuka kemungkinan ekspansi ke negara lain di masa mendatang sesuai dengan kesiapan sistem dan kerja sama antarotoritas.

QRIS Tap Jadi Motor Pertumbuhan Domestik

Di dalam negeri, salah satu pendorong utama lonjakan transaksi QRIS berasal dari fitur QRIS Tap. Fitur berbasis teknologi ketuk ini dinilai mampu meningkatkan kenyamanan dan kecepatan transaksi, khususnya di sektor transportasi publik.

Filianingsih menyebutkan bahwa perkembangan QRIS Tap tergolong sangat pesat. Saat ini, terdapat lima moda transportasi utama di wilayah Jabodetabek yang telah menerima QRIS Tap. Selain itu, sebanyak 26 layanan angkutan di daerah juga sudah mengadopsi fitur ini.

Kemudahan tap in dan tap out membuat fitur ini semakin diminati pengguna. Transaksi menjadi lebih efisien tanpa perlu memindai kode secara manual, sehingga sangat cocok diterapkan pada layanan dengan volume transaksi tinggi dan kebutuhan kecepatan.

Kinerja QRIS Tap Triwulan IV 2025

Data Triwulan IV 2025 menunjukkan performa impresif dari QRIS Tap. Dalam periode tersebut, fitur ini memproses lebih dari 1,44 juta transaksi dengan total nilai nominal melampaui Rp28 miliar. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 267 persen secara quarter-on-quarter.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan QRIS Tap dalam aktivitas sehari-hari. Faktor kemudahan, kecepatan, dan kepraktisan menjadi alasan utama tingginya adopsi fitur ini, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.

Keberhasilan QRIS Tap juga memperlihatkan potensi besar inovasi teknologi pembayaran dalam mendorong efisiensi sistem transportasi dan layanan publik lainnya. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa integrasi pembayaran digital dapat memberikan dampak nyata bagi kenyamanan masyarakat.

Perluasan Akses dan Dukungan Perangkat

Ke depan, BI berencana memperluas aksesibilitas QRIS Tap agar dapat digunakan lebih luas oleh masyarakat. Salah satu fokus utama adalah memperluas dukungan perangkat, tidak hanya terbatas pada ponsel berbasis Android.

Filianingsih berharap dalam waktu dekat, QRIS Tap juga dapat digunakan pada perangkat berbasis Apple iOS. Dengan demikian, jangkauan pengguna akan semakin luas dan inklusif, mengingat jumlah pengguna perangkat iOS di Indonesia terus bertambah.

Perluasan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi QRIS Tap di berbagai sektor, tidak hanya transportasi, tetapi juga ritel, hiburan, dan layanan publik lainnya. Dukungan lintas platform menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional.

QRIS Menuju Sistem Pembayaran Global

Dengan target transaksi yang besar, ekspansi internasional yang agresif, serta inovasi fitur yang terus dikembangkan, QRIS diposisikan sebagai salah satu pilar utama sistem pembayaran digital Indonesia. Upaya ini sejalan dengan visi BI untuk menciptakan sistem pembayaran yang efisien, aman, dan inklusif.

Keberhasilan QRIS di tingkat global juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Kemudahan transaksi lintas negara akan mendukung sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital regional.

Melalui strategi yang terukur dan kolaborasi lintas negara, QRIS berpeluang menjadi solusi pembayaran digital yang tidak hanya dominan di dalam negeri, tetapi juga diakui dan digunakan secara luas di kancah internasional.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Investasi Minerba Melonjak, Hilirisasi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Investasi Minerba Melonjak, Hilirisasi Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Gen Z Ubah Peta Investasi Nasional, OJK Soroti Lonjakan Minat Aset Berisiko Tinggi

Gen Z Ubah Peta Investasi Nasional, OJK Soroti Lonjakan Minat Aset Berisiko Tinggi

Revolusi Finansial Pribadi: Cara Teknologi dan AI Membantu Kelola Uang Lebih Cerdas di Era Digital

Revolusi Finansial Pribadi: Cara Teknologi dan AI Membantu Kelola Uang Lebih Cerdas di Era Digital

Rupiah Menguat Bertahap di Awal Pekan, Investor Pantau Pergerakan Nilai Tukar Secara Ketat

Rupiah Menguat Bertahap di Awal Pekan, Investor Pantau Pergerakan Nilai Tukar Secara Ketat

Lonjakan Investasi Emas Antam Hari Ini Pecahkan Rekor Baru di Tengah Gejolak Global

Lonjakan Investasi Emas Antam Hari Ini Pecahkan Rekor Baru di Tengah Gejolak Global