Kamis, 22 Januari 2026

IHSG Merah Tapi Peluang Masih Terbuka, Ini Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Merah Tapi Peluang Masih Terbuka, Ini Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini
IHSG Merah Tapi Peluang Masih Terbuka, Ini Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini

JAKARTA - Pergerakan pasar saham nasional kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan terakhir. Meski demikian, sejumlah analis menilai peluang masih terbuka bagi investor untuk mencermati saham-saham potensial yang berpeluang melanjutkan tren positif.

Pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,36% ke posisi 9.010,33. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan jual yang cukup masif di berbagai sektor utama.

IHSG sempat bergerak di rentang yang cukup lebar sepanjang sesi perdagangan. Level terendah intraday tercatat di 8.977,68, sementara level tertinggi sempat menyentuh 9.105,23 pada awal sesi pagi.

Baca Juga

Bunga Koperasi Simpan Pinjam 2026: Panduan Lengkap untuk Anggota

Tekanan jual terlihat dominan hingga akhir perdagangan, membuat indeks gagal kembali ke zona hijau. Kondisi ini membuat sebagian investor memilih bersikap wait and see sambil menunggu sentimen baru.

Saham-saham dari sektor perindustrian menjadi pemberat terbesar terhadap kinerja IHSG. Sektor ini tercatat melemah hingga 6,33% dalam satu hari perdagangan.

Selain sektor perindustrian, saham properti juga mencatatkan koreksi yang cukup signifikan. Sektor ini melemah sebesar 3,44% dan turut menyeret pergerakan indeks secara keseluruhan.

Sektor transportasi juga tak luput dari tekanan jual. Saham-saham di sektor ini tercatat melemah sebesar 3,03% pada penutupan perdagangan.

Volume perdagangan pada sesi tersebut mencerminkan dominasi aksi jual di pasar. Sebanyak 61,72 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp34,23 triliun.

Frekuensi transaksi yang terjadi juga cukup tinggi. Tercatat sebanyak 4,03 juta kali transaksi terjadi sepanjang perdagangan.

Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten mengalami pelemahan harga. Sebanyak 546 saham melemah, sementara hanya 179 saham yang berhasil menguat.

Sementara itu, sebanyak 77 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga. Kondisi ini menunjukkan tekanan pasar yang cukup merata di berbagai sektor.

Meski IHSG ditutup di zona merah, peluang investasi tetap terbuka bagi investor yang jeli membaca pergerakan saham. Beberapa saham masih menunjukkan potensi melanjutkan tren bullish dalam jangka pendek hingga menengah.

Para analis menilai bahwa koreksi yang terjadi bisa menjadi peluang akumulasi pada saham-saham tertentu. Strategi ini dinilai relevan bagi investor yang memiliki horizon investasi lebih panjang.

Sejumlah broker dan perusahaan sekuritas telah merilis rekomendasi saham hari ini, Kamis, 22 Januari 2026. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu investor dalam menentukan strategi perdagangan yang lebih terarah.

Berikut ini rangkuman rekomendasi saham hari ini dari berbagai broker. Daftar ini mencakup saham-saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan positif meskipun kondisi pasar sedang berfluktuasi.

Gambaran Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar

Penutupan IHSG di zona merah mencerminkan tekanan yang cukup kuat dari sisi global maupun domestik. Investor cenderung melakukan aksi profit taking setelah reli yang terjadi pada periode sebelumnya.

Sentimen eksternal turut memengaruhi pergerakan pasar saham nasional. Fluktuasi bursa global dan ketidakpastian arah kebijakan moneter menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku pasar.

Di sisi domestik, pergerakan sektor-sektor tertentu menjadi perhatian utama investor. Sektor perindustrian, properti, dan transportasi menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks.

Meski demikian, beberapa sektor lain masih menunjukkan daya tahan yang relatif baik. Saham-saham di sektor komoditas dan keuangan tertentu masih menjadi incaran investor.

Kondisi ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi belum tentu mencerminkan pelemahan pasar secara keseluruhan. Investor tetap dapat menemukan peluang di tengah volatilitas yang terjadi.

Dalam situasi seperti ini, diversifikasi portofolio menjadi strategi yang penting. Investor disarankan tidak hanya berfokus pada satu sektor atau satu saham tertentu.

Para analis juga menilai bahwa pergerakan IHSG ke depan masih akan dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi. Data inflasi, kebijakan suku bunga, dan pergerakan nilai tukar menjadi faktor utama yang akan diperhatikan.

Selain itu, kinerja laporan keuangan emiten juga menjadi penentu arah pergerakan saham individual. Emiten dengan fundamental kuat cenderung lebih tahan terhadap tekanan pasar.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, investor diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih saham. Rekomendasi saham dari broker dapat dijadikan referensi awal sebelum mengambil keputusan.

Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki potensi pergerakan positif. Saham-saham ini berasal dari sektor komoditas hingga media.

Rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas hari ini adalah ANTM, PSKT, dan EMTK. Ketiga saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal yang menarik dalam jangka pendek.

Saham ANTM dinilai menarik seiring pergerakan harga komoditas yang masih berpotensi menguat. Emiten ini juga memiliki prospek jangka menengah yang cukup solid.

PSKT masuk dalam daftar rekomendasi karena pergerakan harga yang mulai menunjukkan sinyal penguatan. Saham ini dinilai berpotensi melanjutkan tren positif jika sentimen pasar membaik.

Sementara itu, EMTK dinilai menarik karena masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Saham ini berpotensi mengalami rebound teknikal dalam waktu dekat.

Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas

BNI Sekuritas juga merilis daftar saham pilihan untuk perdagangan hari ini. Saham-saham yang direkomendasikan berasal dari sektor tambang hingga consumer goods.

Rekomendasi saham dari BNI Sekuritas hari ini meliputi NCKL, MDKA, MBMA, VKTR, EMTK, dan CPIN. Daftar ini mencerminkan kombinasi saham siklikal dan defensif.

NCKL direkomendasikan karena prospek sektor nikel yang masih menarik. Saham ini dinilai memiliki potensi penguatan seiring permintaan komoditas yang tetap tinggi.

MDKA juga masuk dalam daftar rekomendasi karena kinerja fundamental yang solid. Saham ini dinilai masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka menengah.

MBMA menjadi salah satu saham yang menarik perhatian analis. Saham ini dinilai berpotensi melanjutkan tren positif jika didukung oleh volume transaksi yang meningkat.

VKTR direkomendasikan karena prospek bisnis yang terus berkembang. Saham ini juga dinilai memiliki momentum teknikal yang cukup baik.

EMTK kembali masuk dalam daftar rekomendasi karena potensi rebound jangka pendek. Saham ini dianggap masih undervalued dibandingkan dengan potensi bisnisnya.

Sementara itu, CPIN direkomendasikan karena sektor consumer goods dinilai relatif defensif di tengah volatilitas pasar. Saham ini berpotensi menjadi pilihan bagi investor yang menghindari risiko tinggi.

Rekomendasi Saham dari Phillip Sekuritas dan MNC Sekuritas

Phillip Sekuritas merekomendasikan saham EMAS dan EMTK untuk perdagangan hari ini. Kedua saham ini dinilai memiliki potensi teknikal yang menarik dalam jangka pendek.

Saham EMAS direkomendasikan karena pergerakan harga emas global yang masih cukup volatil. Emiten ini dinilai berpotensi mendapatkan sentimen positif dari sektor komoditas.

EMTK kembali direkomendasikan karena masih berada dalam fase konsolidasi yang sehat. Saham ini dinilai memiliki peluang rebound jika pasar mulai membaik.

Sementara itu, MNC Sekuritas merekomendasikan saham ENRG, IMPC, MBMA, dan BMRI. Daftar ini mencerminkan kombinasi saham energi, manufaktur, dan perbankan.

ENRG direkomendasikan karena sektor energi masih memiliki prospek jangka menengah yang positif. Saham ini dinilai menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor komoditas.

IMPC masuk dalam daftar rekomendasi karena pergerakan harga yang mulai menunjukkan tren naik. Saham ini dinilai memiliki potensi teknikal yang cukup menjanjikan.

MBMA kembali direkomendasikan karena prospek bisnis yang masih solid. Saham ini dinilai memiliki peluang melanjutkan tren positif jika didukung sentimen pasar yang membaik.

BMRI direkomendasikan karena sektor perbankan besar dinilai relatif defensif. Saham ini juga memiliki fundamental yang kuat untuk jangka panjang.

Rekomendasi Saham dari CGS International, Phintraco, Panin, Mirae, dan Semesta Indovest

CGS International Sekuritas merekomendasikan saham NCKL, INCO, MBMA, ANTM, MDKA, dan MYOR. Saham-saham ini dinilai memiliki kombinasi prospek fundamental dan teknikal yang menarik.

NCKL dan INCO direkomendasikan karena sektor nikel masih memiliki potensi pertumbuhan. Saham-saham ini dinilai berpeluang mendapatkan sentimen positif dari pergerakan harga komoditas.

MBMA dan ANTM juga masuk dalam daftar rekomendasi karena sektor pertambangan masih menjadi perhatian investor. Kedua saham ini dinilai memiliki momentum yang cukup baik.

MDKA kembali direkomendasikan karena kinerja fundamental yang solid. Saham ini juga dinilai masih memiliki ruang kenaikan dalam jangka menengah.

MYOR direkomendasikan karena sektor consumer goods dinilai relatif stabil. Saham ini cocok bagi investor yang mencari emiten defensif dengan fundamental kuat.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham INCO, MEDC, EXCL, BRIS, dan HRUM. Saham-saham ini berasal dari sektor pertambangan, energi, telekomunikasi, dan perbankan syariah.

INCO dan MEDC direkomendasikan karena sektor energi dan pertambangan masih menarik di tengah volatilitas pasar. Saham-saham ini dinilai memiliki prospek jangka menengah yang positif.

EXCL direkomendasikan karena sektor telekomunikasi dinilai relatif defensif. Saham ini berpotensi mendapatkan sentimen positif dari pertumbuhan kebutuhan data.

BRIS direkomendasikan karena sektor perbankan syariah dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Saham ini juga memiliki fundamental yang cukup solid.

HRUM direkomendasikan karena sektor batubara masih memiliki potensi meskipun menghadapi tantangan global. Saham ini dinilai menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor komoditas.

Panin Sekuritas merekomendasikan saham ERAA, MEDC, dan PSAB. Ketiga saham ini dinilai memiliki potensi pergerakan positif dalam jangka pendek hingga menengah.

ERAA direkomendasikan karena sektor ritel elektronik dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan. Saham ini dinilai menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor konsumsi.

MEDC kembali direkomendasikan karena sektor energi masih menjadi perhatian investor. Saham ini dinilai memiliki momentum teknikal yang cukup baik.

PSAB direkomendasikan karena pergerakan harga emas global masih menjadi katalis positif. Saham ini dinilai berpotensi melanjutkan tren positif jika sentimen pasar membaik.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham BBNI, ENRG, dan IMPC. Saham-saham ini dinilai memiliki kombinasi prospek fundamental dan teknikal yang menarik.

BBNI direkomendasikan karena sektor perbankan besar dinilai relatif stabil. Saham ini juga memiliki fundamental yang kuat untuk jangka panjang.

ENRG kembali direkomendasikan karena sektor energi masih memiliki prospek yang menarik. Saham ini dinilai berpotensi mendapatkan sentimen positif dari pergerakan harga komoditas.

IMPC direkomendasikan karena pergerakan harga yang mulai menunjukkan tren positif. Saham ini dinilai memiliki peluang rebound dalam jangka pendek.

Semesta Indovest Sekuritas merekomendasikan saham INET, RAJA, INCO, BBNI, dan BULL. Saham-saham ini berasal dari sektor teknologi, logistik, pertambangan, perbankan, dan energi.

INET direkomendasikan karena sektor teknologi dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan. Saham ini cocok bagi investor yang mencari peluang di sektor digital.

RAJA direkomendasikan karena sektor logistik dinilai masih relevan seiring pertumbuhan aktivitas perdagangan. Saham ini dinilai memiliki prospek jangka menengah yang cukup baik.

INCO kembali direkomendasikan karena sektor nikel masih menarik perhatian investor. Saham ini dinilai berpotensi melanjutkan tren positif.

BBNI kembali masuk daftar rekomendasi karena sektor perbankan besar dinilai relatif defensif. Saham ini juga memiliki fundamental yang kuat.

BULL direkomendasikan karena sektor energi masih memiliki peluang di tengah volatilitas pasar. Saham ini dinilai menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor komoditas.

Strategi Investor di Tengah Koreksi IHSG

Koreksi IHSG yang terjadi pada perdagangan terakhir memberikan peluang bagi investor untuk melakukan evaluasi portofolio. Situasi ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pada saham-saham berkualitas.

Investor jangka panjang disarankan untuk tetap fokus pada fundamental emiten. Saham dengan kinerja keuangan yang solid cenderung lebih tahan terhadap volatilitas pasar.

Bagi investor jangka pendek, analisis teknikal menjadi alat penting untuk menentukan timing masuk dan keluar pasar. Pergerakan volume dan pola harga dapat dijadikan indikator awal.

Diversifikasi portofolio juga menjadi strategi penting di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Investor sebaiknya tidak menempatkan seluruh dana pada satu sektor atau satu saham saja.

Selain itu, manajemen risiko perlu diterapkan secara disiplin. Penentuan batas kerugian dan target keuntungan dapat membantu investor mengelola portofolio secara lebih efektif.

Meski IHSG ditutup di zona merah, peluang tetap terbuka bagi investor yang jeli membaca pergerakan pasar. Rekomendasi saham dari broker dapat dijadikan referensi awal dalam menentukan strategi.

Dengan memahami kondisi pasar dan memanfaatkan informasi yang tersedia, investor dapat mengambil keputusan yang lebih terukur. Pendekatan yang rasional dan disiplin menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas pasar saham.

Zahra

Zahra

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Update Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini

Update Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini

Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini

Update Harga Buyback Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Pegadaian Hari Ini

Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan 2025 Mencetak Rekor Tertinggi

Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan 2025 Mencetak Rekor Tertinggi

JMA Syariah Siap Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum OJK Tahun 2026

JMA Syariah Siap Penuhi Ketentuan Ekuitas Minimum OJK Tahun 2026

Kredit Perbankan Tumbuh Akhir 2025, Bank Tetap Waspada Risiko

Kredit Perbankan Tumbuh Akhir 2025, Bank Tetap Waspada Risiko