Kamis, 22 Januari 2026

HNSI Dorong Pengembangan Energi Pesisir yang Mendukung Keberlanjutan Nelayan Jatim

HNSI Dorong Pengembangan Energi Pesisir yang Mendukung Keberlanjutan Nelayan Jatim
HNSI Dorong Pengembangan Energi Pesisir yang Mendukung Keberlanjutan Nelayan Jatim

JAKARTA - Pengembangan sektor energi di kawasan pesisir Jawa Timur harus melibatkan rencana yang matang dan terintegrasi, guna memastikan manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan oleh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Timur, Mochamad Nur Arifin, menyampaikan kekhawatirannya terkait pengembangan energi yang berlangsung tanpa mempertimbangkan keberlanjutan ruang hidup nelayan, yang berisiko mengarah pada de-nelayanisasi, atau hilangnya mata pencaharian mereka akibat proyek-proyek industri energi.

Energi Pesisir: Antara Pertumbuhan dan Ketimpangan Sosial

Baca Juga

Update Terbaru Harga BBM Pertamina 22 Januari 2026: Stabil di Seluruh SPBU Indonesia

Menurut Arifin, meskipun perkembangan sektor energi di pesisir utara Jawa Timur terus berkembang pesat, masyarakat pesisir belum sepenuhnya merasakan manfaat dari kemajuan ini. 

Di kawasan tersebut, banyak proyek energi, termasuk kilang minyak yang berkembang di wilayah pantura, namun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal umumnya bersifat jangka pendek. 

Sebagian besar lapangan pekerjaan yang tercipta juga berstatus pekerja kontrak dengan keterampilan rendah, seperti sektor keamanan dan kebersihan.

“Perkembangan sektor energi di pesisir utara cukup pesat, namun manfaatnya bagi masyarakat pesisir masih minim,” ujar Arifin. 

Ia menilai bahwa pekerjaan yang tersedia lebih banyak berupa pekerjaan sementara yang tidak memberikan keuntungan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Contoh konkret yang disampaikan Arifin adalah proyek kilang yang ada di pantai utara Jawa Timur. Pekerjaan yang tercipta dalam proyek tersebut hanya menyerap tenaga kerja kontrak dengan gaji rendah dan sebagian besar hanya bekerja pada posisi yang tidak membutuhkan keterampilan tinggi.

 "Itu pun jumlahnya sekitar seribu orang saja. Tidak signifikan," tambahnya.

Mempertahankan Identitas Nelayan dalam Pembangunan Energi

Arifin menekankan bahwa pembangunan energi di pesisir harus diimbangi dengan perlindungan terhadap identitas dan mata pencaharian nelayan. 

Energi yang dikembangkan seharusnya tidak menghilangkan akses nelayan terhadap ruang hidupnya, seperti area untuk melaut dan mengembangkan perikanan budidaya. 

Pemerintah dan pihak-pihak terkait perlu memastikan bahwa nelayan tetap memiliki akses terhadap sumber daya laut yang mereka butuhkan untuk mencari nafkah.

Penting untuk dicatat bahwa sektor energi, baik itu energi terbarukan maupun energi fosil, memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi lokal. Salah satu sektor yang dinilai paling potensial untuk berkembang adalah sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta jasa-jasa yang mendukung operasional industri energi.

Oleh karena itu, Arifin mendorong agar nelayan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga pemangku kepentingan yang aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Keterlibatan Nelayan dalam Perencanaan Energi

Arifin menilai bahwa keterlibatan nelayan dalam pengembangan energi pesisir sejauh ini masih terbatas pada tahap sosialisasi dan konsultasi, yang tidak mengarah pada perencanaan yang lebih komprehensif. 

Padahal, untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan, keterlibatan nelayan harus dilibatkan dalam seluruh tahapan, dari perencanaan hingga pelaksanaan, agar keberlanjutan ruang hidup nelayan dapat terjamin.

"Nelayan harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan energi pesisir, bukan hanya pada tahap sosialisasi," jelasnya. 

Jika nelayan tidak dilibatkan secara menyeluruh, Arifin mengingatkan bahwa potensi konflik sosial dan ketimpangan ekonomi bisa meningkat. 

Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah nelayan yang terpaksa melaut lebih jauh dan membutuhkan biaya operasional yang lebih besar, yang pada akhirnya malah memiskinkan mereka.

Mencontoh Praktik Baik: Paiton Energy

Sebagai contoh praktik yang lebih baik, Arifin menyinggung pengalaman Paiton Energy dalam membangun kemitraan dengan masyarakat lokal. 

Paiton Energy telah melakukan pendekatan dengan memberikan bantuan berupa rumpon (struktur untuk menarik ikan) dan mengembangkan kawasan wisata pesisir. 

Ini adalah langkah yang dianggapnya lebih positif, karena pengembangan tersebut tetap mengedepankan keberlanjutan aktivitas nelayan tanpa harus menghilangkan mata pencaharian mereka.

"Pendekatan semacam ini menjaga peluang nelayan untuk hidup lebih baik tanpa harus tercerabut dari akar profesinya," katanya. Program-program semacam ini membantu mengintegrasikan nelayan ke dalam ekosistem industri energi secara lebih harmonis, tanpa merugikan mereka.

Mendorong Investasi Energi Bersih yang Inklusif

Selain itu, Arifin juga menggarisbawahi pentingnya investasi dalam energi bersih dan berkelanjutan yang dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir. Tidak hanya untuk melaut, tetapi juga untuk kegiatan budidaya ikan dan sektor perikanan lainnya. 

Menurutnya, pembangunan energi bersih harus disertai dengan jaminan pasokan energi yang dapat mendukung kegiatan nelayan, baik yang bersifat tradisional maupun modern.

HNSI Jawa Timur juga mendorong agar setiap proyek energi pesisir melibatkan perhitungan biaya sosial, sebagai bentuk investasi sosial yang akan menguntungkan semua pihak dalam jangka panjang. 

Dengan demikian, pemangku kepentingan yang terlibat dapat menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Konsep Blue Justice untuk Keadilan Sosial

HNSI mengusulkan penerapan konsep Blue Justice, yang mengutamakan keadilan sosial antara sektor pangan, energi, dan lingkungan. 

Dalam konsep ini, seluruh kepentingan masyarakat pesisir, termasuk nelayan, harus dijaga dengan memberikan mereka akses terhadap ruang hidup yang aman, serta keterlibatan aktif dalam perencanaan pembangunan sektor energi. 

Konsep ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengembangan energi di pesisir tidak merugikan kehidupan nelayan, tetapi justru mendorong terciptanya peluang ekonomi baru yang lebih inklusif.

"Semakin besar investasi sosial yang dikeluarkan, semakin sehat pula neraca korporasi secara keseluruhan karena konflik bisa diminimalkan," kata Arifin. Dengan melibatkan masyarakat pesisir secara aktif dalam setiap aspek pembangunan energi, diharapkan akan tercipta sinergi yang menguntungkan semua pihak.

Membangun Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan

Dengan memperhatikan keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan, HNSI Jawa Timur berharap agar pengembangan energi pesisir di masa depan bisa lebih inklusif dan berkeadilan. 

Selain itu, penting untuk melibatkan masyarakat lokal, khususnya nelayan, dalam setiap tahap pembangunan untuk menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan tidak merusak mata pencaharian mereka. 

Sehingga, sektor energi yang berkembang dapat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat pesisir secara menyeluruh.

Sindi

Sindi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

Rincian Tarif Listrik PLN Minggu Ini: Stabil untuk Rumah Tangga, Bisnis, dan Industri

Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi

Harga Minyak Sawit Menguat Signifikan Didorong Permintaan Musiman Tinggi

Harga Batu Bara Global Menguat Signifikan Didorong Permintaan dan Gangguan Produksi

Harga Batu Bara Global Menguat Signifikan Didorong Permintaan dan Gangguan Produksi

PGN Catat Lonjakan Penyaluran Gas Bumi Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2026

PGN Catat Lonjakan Penyaluran Gas Bumi Selama Periode Natal dan Tahun Baru 2026

Saham PGEO Diprediksi Terus Menguat, Peluang Imbal Hasil Hampir 40 Persen

Saham PGEO Diprediksi Terus Menguat, Peluang Imbal Hasil Hampir 40 Persen