QRIS Bidik Ekspansi China Korea Selatan Awal 2026 Dorong Transaksi Digital
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Upaya Indonesia memperluas ekosistem pembayaran digital lintas negara terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Bank Indonesia menargetkan layanan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS dapat digunakan secara langsung di China dan Korea Selatan pada kuartal I 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat sistem pembayaran nasional sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat Indonesia di luar negeri tanpa ketergantungan pada uang tunai atau penukaran valuta asing.
Target tersebut disampaikan Bank Indonesia dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur. Melalui perluasan konektivitas QRIS lintas negara, BI ingin memastikan bahwa sistem pembayaran digital Indonesia mampu beradaptasi dengan dinamika global, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah percepatan digitalisasi kawasan Asia.
Baca JugaAmar Bank Bersama MRT Jakarta Perkuat Layanan Embedded Banking
Perluasan QRIS Lintas Negara Masuki Tahap Lanjutan
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa proses integrasi QRIS dengan sistem pembayaran di China dan Korea Selatan telah memasuki tahap lanjutan. Menurutnya, diskusi teknis dan koordinasi antarlembaga terus dilakukan secara intensif agar implementasi dapat terealisasi sesuai target waktu yang ditetapkan.
“Dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum triwulan I (2026) kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan,” kata Filianingsih dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026). Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan keselarasan regulasi menjadi fokus utama dalam proses integrasi tersebut.
Filianingsih berharap, sebelum kuartal I 2026 berakhir, masyarakat Indonesia sudah dapat memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi ritel di dua negara Asia Timur tersebut. Dengan demikian, pengalaman pembayaran lintas negara akan menjadi lebih praktis, aman, dan efisien bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
Manfaat QRIS Bagi Wisatawan Dan Pelaku Usaha
Kehadiran QRIS di China dan Korea Selatan diyakini akan memberikan dampak positif yang luas. Bagi wisatawan Indonesia, penggunaan QRIS memungkinkan transaksi langsung menggunakan aplikasi pembayaran domestik tanpa harus menukar uang tunai atau menghadapi perbedaan sistem pembayaran lokal.
Bagi pelaku usaha, khususnya sektor ritel dan UMKM, konektivitas QRIS lintas negara membuka peluang pasar yang lebih besar. Transaksi lintas batas dapat dilakukan dengan biaya yang lebih rendah, proses yang lebih cepat, serta tingkat keamanan yang lebih terjamin dibandingkan metode pembayaran konvensional.
Menurut Filianingsih, efisiensi pembayaran ritel lintas negara ini menjadi salah satu kunci dalam mendorong integrasi ekonomi regional. Dengan sistem pembayaran yang saling terhubung, aktivitas perdagangan dan pariwisata diharapkan tumbuh lebih optimal.
Target Besar QRIS Pada Tahun 2026
Selain ekspansi ke China dan Korea Selatan, Bank Indonesia juga menetapkan target ambisius untuk pengembangan QRIS sepanjang 2026. BI menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar transaksi dalam satu tahun, dengan dukungan ekosistem yang semakin luas dan terintegrasi.
“Target pengguna QRIS di 2026 itu 17 miliar transaksi dan 8 negara untuk cross border, lalu 45 juta merchant yang menerima QRIS dan 60 juta pengguna QRIS,” ujar Filianingsih. Target ini mencerminkan komitmen BI dalam memperkuat inklusi keuangan berbasis digital di Indonesia.
Dengan konektivitas lintas negara di delapan negara, QRIS diharapkan menjadi salah satu instrumen utama dalam mendukung transaksi digital regional. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam pengembangan sistem pembayaran digital di Asia.
Diplomasi Ekonomi Dorong Inklusi Keuangan Digital
Sejalan dengan agenda Bank Indonesia, pemerintah juga menempatkan diplomasi ekonomi sebagai pilar utama dalam menghadapi dinamika global. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan bahwa batas antara isu ekonomi dan keamanan semakin kabur, sehingga kebijakan ekonomi kini memiliki dimensi strategis yang lebih luas.
“Salah satu ciri yang paling menonjol dari dunia saat ini adalah semakin kaburnya batas antara ekonomi dan keamanan,” tutur Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2026. Ia menekankan bahwa kekuatan ekonomi suatu negara tidak hanya diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari ketahanan dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global.
Dalam konteks tersebut, Indonesia mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan inklusi keuangan sebagai bagian dari strategi nasional. QRIS dinilai sebagai salah satu mekanisme inovatif yang mampu memperkuat peran Indonesia dalam sistem ekonomi global.
QRIS Sebagai Instrumen Diplomasi Ekonomi Indonesia
Sugiono menjelaskan bahwa melalui upaya diplomasi ekonomi, QRIS telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara. Sistem pembayaran ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kehadiran Indonesia dalam kerja sama ekonomi internasional.
“Indonesia berkontribusi memperkuat financial inclusion termasuk melalui mekanisme inovatif seperti QRIS. Berkat upaya diplomasi kita, QRIS telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara seperti Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang,” beber Sugiono. Ia menegaskan komitmen Kementerian Luar Negeri untuk terus mendukung agenda tersebut.
Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia dan kementerian terkait diharapkan mampu memperluas jangkauan QRIS ke lebih banyak negara. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga instrumen strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung ekonomi global.
Melalui ekspansi ke China dan Korea Selatan pada awal 2026, QRIS diharapkan semakin mengukuhkan perannya sebagai tulang punggung transaksi digital lintas negara. Inisiatif ini mencerminkan langkah konkret Indonesia dalam membangun sistem pembayaran yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Harga Emas Pegadaian Naik Tajam Kamis Ini Galeri24 Dan UBS Sentuh Rekor
- Kamis, 22 Januari 2026
IHSG Berisiko Lanjut Koreksi Investor Diminta Cermati Saham Potensial Hari Ini
- Kamis, 22 Januari 2026













