Kamis, 22 Januari 2026

Rekor Wisata Jepang 2025 Tembus 42,7 Juta Turis Asing Dunia

Rekor Wisata Jepang 2025 Tembus 42,7 Juta Turis Asing Dunia
Rekor Wisata Jepang 2025 Tembus 42,7 Juta Turis Asing Dunia

JAKARTA - Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jepang kembali menjadi sorotan global pada awal 2026. 

Di tengah dinamika geopolitik dan seruan boikot dari China, pemerintah Jepang justru memperkirakan jumlah turis asing sepanjang 2025 akan menembus rekor baru. Fenomena ini menunjukkan daya tarik Jepang yang tetap kuat, sekaligus memperlihatkan perubahan peta asal wisatawan yang datang ke Negeri Sakura.

Lonjakan wisatawan asing cetak sejarah baru

Baca Juga

Rahasia Kwetiau Goreng Seafood Pedas yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah wisatawan asing sepanjang 2025 mencapai 42,7 juta orang. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Jepang. Pencapaian tersebut menandai pemulihan penuh sektor pariwisata pascapandemi, bahkan melampaui periode sebelum COVID-19. Kenaikan ini juga menempatkan Jepang sebagai salah satu destinasi paling diminati di dunia.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan, pengeluaran wisatawan asing di Jepang turut mencetak rekor baru. Total belanja turis asing diperkirakan mencapai 9,5 triliun yen atau sekitar Rp1.020 triliun. Melemahnya nilai tukar yen menjadi faktor utama yang mendorong wisatawan lebih leluasa berbelanja, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga produk ritel dan budaya.

Peran yen lemah dan konektivitas penerbangan

Pelemahan yen terhadap mata uang utama dunia menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Biaya perjalanan yang relatif lebih murah membuat Jepang semakin kompetitif dibanding destinasi lain. Selain itu, peningkatan jumlah penerbangan internasional ke berbagai kota di Jepang turut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan.

Maskapai membuka lebih banyak rute langsung dari Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Konektivitas yang membaik ini membuat wisatawan tidak hanya terpusat di Tokyo dan Osaka, tetapi juga mulai menjelajah kota-kota regional. Dampaknya, manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih merata di berbagai wilayah Jepang.

Boikot China berdampak nyata pada statistik

Di balik lonjakan total kunjungan, terdapat penurunan signifikan wisatawan asal China. Pada Desember 2024, jumlah turis China yang datang ke Jepang turun 45 persen menjadi sekitar 330 ribu orang. Penurunan ini dikonfirmasi oleh Menteri Pariwisata Jepang Yasushi Kaneko dan menjadi penurunan pertama sejak Januari 2022 di luar masa pandemi.

Penurunan tersebut dipicu oleh seruan boikot dari pemerintah China di tengah konflik geopolitik yang masih berlangsung. Seruan itu muncul sebagai bentuk protes atas indikasi dukungan Jepang terhadap Taiwan jika terjadi konflik dengan Tiongkok. Tekanan sosial ini sangat terasa, terutama bagi penyedia tur kelompok asal China.

Pasar wisata Jepang makin beragam

Meski kehilangan sebagian wisatawan China, Jepang justru mencatat pertumbuhan signifikan dari pasar lain. Wisatawan asal Australia, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat menunjukkan peningkatan tajam. Diversifikasi pasar ini menjadi faktor kunci yang menjaga total kunjungan tetap tinggi meski ada penurunan dari satu negara besar.

Pemerintah Jepang menilai kondisi ini sebagai peluang untuk memperkuat strategi promosi pariwisata yang lebih seimbang. Dengan pasar yang semakin beragam, ketergantungan pada satu negara dapat dikurangi. Langkah ini juga diharapkan membuat industri pariwisata Jepang lebih tahan terhadap gejolak geopolitik global.

Proyeksi 2026 dan bayang-bayang penurunan

Meski 2025 mencetak rekor, prospek 2026 diperkirakan sedikit melemah. Agen perjalanan JTB memproyeksikan jumlah wisatawan asing pada 2026 sekitar 41,4 juta orang. Angka ini turun sekitar 2,8 persen dibandingkan 2025. Penyebab utamanya masih terkait dengan boikot China yang diperkirakan berlanjut.

China selama ini menyumbang sekitar satu dari tiga wisatawan asing ke Jepang. Oleh karena itu, dampak peringatan perjalanan dari pemerintah China dinilai masih akan terasa sepanjang 2026. Beberapa destinasi yang sebelumnya sangat bergantung pada turis China dilaporkan mengalami penurunan kunjungan cukup tajam.

Kenaikan pajak keberangkatan dan isu overtourism

Di tengah lonjakan wisatawan, pemerintah Jepang juga menyiapkan kebijakan untuk mengendalikan arus pariwisata. Salah satunya adalah rencana kenaikan pajak keberangkatan bagi penumpang internasional mulai 2026. Pajak yang saat ini sebesar 1.000 yen direncanakan naik menjadi 3.000 yen, bahkan ada usulan hingga 5.000 yen untuk penumpang kelas bisnis ke atas.

Kebijakan ini dilatarbelakangi masalah overtourism yang semakin terasa di destinasi populer Jepang. Lonjakan pengunjung memberikan tekanan besar pada infrastruktur, lingkungan, dan kehidupan masyarakat lokal. Pemerintah menilai dana tambahan dari pajak keberangkatan diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pelestarian budaya.

Pendapatan dari pajak tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Dana ini rencananya digunakan untuk perbaikan infrastruktur, pengelolaan kepadatan wisatawan, hingga kampanye edukasi etika bagi turis asing. Dengan langkah ini, Jepang berharap dapat mempertahankan daya tarik pariwisatanya tanpa mengorbankan kualitas hidup dan warisan budaya.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Praktis Membuat Kentang Goreng Crispy Tanpa Tepung Renyah Tahan Lama

Cara Praktis Membuat Kentang Goreng Crispy Tanpa Tepung Renyah Tahan Lama

Rahasia Membuat Dadar Gulung Manis Berpori Lentur Tahan Lama Dan Lezat

Rahasia Membuat Dadar Gulung Manis Berpori Lentur Tahan Lama Dan Lezat

Cara Praktis Membuat Serabi Solo Manis Gurih Autentik Lembut Dan Harum Santan

Cara Praktis Membuat Serabi Solo Manis Gurih Autentik Lembut Dan Harum Santan

Olahan Tumis Daun Cabai Sederhana Lezat Hemat Jadi Lauk Favorit Keluarga

Olahan Tumis Daun Cabai Sederhana Lezat Hemat Jadi Lauk Favorit Keluarga

Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir Terbaik Tahun 2026

Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir Terbaik Tahun 2026