Cara Mengelola Gaji Rp10 Juta Agar Investasi dan Kebutuhan Terpenuhi
- Rabu, 21 Januari 2026
JAKARTA - Bagi sebagian pekerja, gaji Rp10 juta per bulan sering dianggap cukup “aman” untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Namun kenyataannya, tidak sedikit yang merasa gaji habis sebelum akhir bulan, atau sulit menabung secara konsisten. Kondisi ini menunjukkan bahwa besar pendapatan bukan satu-satunya faktor dalam menjaga kesehatan finansial.
Kunci utama justru terletak pada bagaimana penghasilan tersebut dikelola sesuai kebutuhan, tanggungan, dan fase hidup masing-masing individu.
Baca Juga
Pengelolaan gaji yang tepat dapat menjadi fondasi untuk menabung, berinvestasi, sekaligus menjaga kualitas hidup. Berikut adalah beberapa aturan dan skema alokasi gaji yang bisa menjadi panduan bagi pekerja dengan penghasilan Rp10 juta.
Aturan 50/30/20
Salah satu metode yang paling populer adalah rule 50/30/20, yaitu:
50% untuk kebutuhan pokok
30% untuk keinginan
20% untuk tabungan dan investasi
Dengan gaji Rp10 juta, skema ini berarti:
Rp5 juta untuk kebutuhan
Rp3 juta untuk keinginan
Rp2 juta untuk tabungan
Metode ini dianggap relevan karena sederhana dan mudah diterapkan, khususnya bagi pekerja yang baru mulai mengelola keuangan. Namun, dalam konteks biaya hidup perkotaan dan kondisi sosial di Indonesia, aturan ini kerap memerlukan penyesuaian agar lebih realistis.
Aturan 60/30/10 untuk Generasi Sandwich
Bagi pekerja yang menanggung tanggungan orang tua sekaligus keluarga sendiri, atau dikenal sebagai Generasi Sandwich, aturan 60/30/10 sering kali lebih realistis. Skema ini mengalokasikan:
Rp6 juta untuk kebutuhan
Rp3 juta untuk keinginan
Rp1 juta untuk tabungan
Meski porsi tabungan lebih kecil, penting untuk tetap menyisihkan dana untuk keinginan dan kebutuhan pribadi guna menjaga kesehatan mental dan motivasi bekerja. Porsi ini bisa disesuaikan tergantung tanggungan masing-masing individu, namun pos tabungan sebaiknya tidak dihilangkan sepenuhnya.
Aturan 40/30/30 untuk Tujuan Finansial Jangka Menengah
Skema 40/30/30 cocok bagi pekerja yang tengah menyiapkan dana pendidikan, pernikahan, atau rencana besar lainnya. Dengan gaji Rp10 juta, alokasi menjadi:
Rp4 juta untuk kebutuhan
Rp3 juta untuk keinginan
Rp3 juta untuk tabungan dan investasi
Aturan ini menempatkan tujuan jangka menengah sebagai prioritas tanpa mengorbankan kualitas hidup saat ini.
Jika alokasi 40% untuk kebutuhan masih terasa kurang, sebagian porsi keinginan bisa dikurangi agar tabungan dan investasi tetap terjaga. Konsistensi pada pos tabungan menjadi kunci utama untuk mencapai target finansial.
Aturan 70/20/10 untuk Beban Cicilan Tinggi
Bagi pekerja yang memiliki cicilan besar atau tanggungan finansial lain, aturan 70/20/10 sering lebih realistis. Skema ini membagi alokasi gaji:
Rp7 juta untuk kebutuhan dan cicilan
Rp2 juta untuk keinginan
Rp1 juta untuk tabungan dan investasi
Meskipun porsi tabungan masih terbatas, disiplin dan konsistensi menjadi kunci agar kondisi keuangan membaik secara bertahap. Proporsi ini dapat disesuaikan dengan besaran cicilan; jika tanggungan lebih ringan, sebagian dana bisa dialihkan ke tabungan atau pos keinginan.
Fleksibilitas Skema Sesuai Kondisi
Tidak ada satu metode pengelolaan gaji yang sempurna untuk semua orang. Aturan proporsi hanyalah panduan awal, sementara kesadaran finansial dan pemahaman terhadap kondisi pribadi menjadi faktor utama.
Realitas setiap individu berbeda, sehingga alokasi gaji harus disesuaikan dengan tanggungan, kebutuhan, dan rencana masa depan.
Berbagai skema seperti 50/30/20, 60/30/10, 40/30/30, atau 70/20/10 hanyalah alat bantu. Yang terpenting adalah membangun kesadaran finansial, menjaga disiplin, dan terus mengevaluasi pengeluaran agar penghasilan Rp10 juta bisa dikelola optimal.
Pentingnya Kesadaran Finansial
Mengatur gaji bukan sekadar mengikuti persentase tertentu, tetapi bagaimana menyusun prioritas berdasarkan kondisi pribadi. Menabung dan berinvestasi sebaiknya menjadi fokus utama, sementara kebutuhan dan keinginan disesuaikan agar tidak mengganggu kestabilan finansial.
Dengan pendekatan ini, pekerja dapat menjaga kesehatan finansial, mempersiapkan masa depan, sekaligus menikmati kualitas hidup saat ini.
Pada akhirnya, kunci pengelolaan gaji Rp10 juta adalah konsistensi, perencanaan, dan fleksibilitas. Seiring berjalannya waktu, evaluasi dan penyesuaian alokasi gaji akan membantu menyeimbangkan antara kebutuhan, cicilan, keinginan, dan investasi, sehingga tujuan finansial dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Sindi
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026







