Kamis, 22 Januari 2026

Harga Emas Dunia Pecah Rekor Baru Sentuh US4700 Dipicu Geopolitik Global

Harga Emas Dunia Pecah Rekor Baru Sentuh US4700 Dipicu Geopolitik Global
Harga Emas Dunia Pecah Rekor Baru Sentuh US4700 Dipicu Geopolitik Global

JAKARTA - Lonjakan harga emas dunia kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan global. 

Logam mulia tersebut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menembus level psikologis US$4.700 per troy ons. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang mendorong investor berbondong-bondong mencari aset aman untuk melindungi nilai kekayaan mereka dari ketidakpastian ekonomi dan politik internasional.

Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, harga emas dunia mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 1,93 persen dan ditutup di level US$4.760,02 per troy ons. Sepanjang sesi intraday, emas bahkan sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang sejarah di posisi US$4.766,06 per troy ons. Capaian tersebut sekaligus menandai level penutupan baru di atas US$4.700 per troy ons.

Baca Juga

Strategi Asuransi Asei Untuk Maksimalkan Laba Tahun 2026

Rekor Baru di Tengah Lonjakan Permintaan Safe Haven

Penguatan harga emas pada perdagangan kemarin memperpanjang tren positif yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Dalam dua hari beruntun, emas tercatat menguat hingga 2,6 persen. Kinerja ini memperlihatkan betapa kuatnya minat pasar terhadap emas sebagai aset lindung nilai, terutama ketika risiko global meningkat dan kepercayaan terhadap instrumen keuangan tertentu mulai melemah.

Meski sempat mencetak rekor, harga emas dunia pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, mengalami koreksi tipis. Hingga pukul 06.37 WIB, harga emas di pasar spot melemah 0,1 persen ke posisi US$4.758,49 per troy ons. Pelemahan ringan ini dinilai wajar setelah lonjakan tajam yang terjadi sehari sebelumnya.

Ketegangan Politik Jadi Bahan Bakar Reli Emas

Kenaikan harga emas ke level tertinggi baru tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik global. Situasi politik internasional yang memanas membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, salah satunya emas. Kondisi tersebut menciptakan permintaan agresif terhadap logam mulia di pasar global.

Analis pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai bahwa reli emas saat ini mencerminkan upaya investor dalam melakukan lindung nilai terhadap risiko politik yang terus meningkat. Ia menyebut emas telah bergerak ke wilayah harga yang belum pernah terjadi sebelumnya karena kekhawatiran terhadap stabilitas global semakin menguat.

Pelemahan Dolar AS Perkuat Kenaikan Harga

Selain faktor geopolitik, pergerakan nilai tukar dolar AS turut memainkan peran penting dalam penguatan harga emas. Indeks dolar tercatat ambruk 0,75 persen ke level 98,64 pada perdagangan kemarin, yang merupakan penurunan terdalam sejak Agustus 2025. Melemahnya dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang AS menjadi lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.

Razaqzada menambahkan bahwa pelemahan dolar memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia. Kondisi ini memperkuat reli emas, terutama di saat kepercayaan terhadap aset berbasis dolar AS terlihat mulai goyah. Kombinasi antara risiko politik dan pelemahan mata uang menjadi katalis kuat bagi lonjakan harga emas.

Sentimen Suku Bunga dan Kebijakan AS

Reli emas juga didukung oleh ekspektasi pasar terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung diuntungkan ketika suku bunga diperkirakan turun, karena biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah. Pasar saat ini memperkirakan adanya dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026.

Perhatian pelaku pasar semakin meningkat setelah pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyebut Presiden Donald Trump dapat menunjuk ketua The Federal Reserve yang baru paling cepat minggu depan. Ketidakpastian arah kebijakan moneter ini semakin memperkuat daya tarik emas sebagai penyimpan nilai yang aman.

Target Harga Berikutnya Mulai Terlihat

Dengan harga yang terus mencetak rekor, pelaku pasar mulai berspekulasi mengenai target harga emas selanjutnya. Menurut Razaqzada, level US$4.800 dan US$4.900 per troy ons kini menjadi titik acuan terdekat bagi pergerakan emas. Bahkan, level US$5.000 per troy ons mulai dipandang sebagai target psikologis jangka panjang yang realistis jika sentimen pasar tetap mendukung.

Secara kinerja tahunan, emas menunjukkan performa yang luar biasa. Sepanjang tahun 2025, harga emas melonjak hingga 64 persen. Memasuki awal tahun 2026, logam mulia ini telah mencatatkan kenaikan sekitar 9,5 persen, menegaskan posisinya sebagai salah satu aset dengan kinerja terbaik di tengah ketidakpastian global.

Harga Perak Tertinggal dari Emas

Berbeda dengan emas yang terus mencatatkan rekor, pergerakan harga perak justru terlihat melemah. Pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, harga perak di pasar spot turun 0,12 persen ke level US$94,57 per troy ons. Padahal, pada sesi intraday, perak sempat menyentuh level tertinggi US$95,87 per troy ons sebelum akhirnya terkoreksi.

Pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, hingga pukul 06.35 WIB, harga perak kembali melemah 0,21 persen ke posisi US$94,37 per troy ons. Meski demikian, secara kinerja jangka menengah, perak tetap mencatatkan kenaikan signifikan dengan lonjakan sekitar 147 persen sepanjang 2025 dan bertambah lebih dari 34 persen sejak awal 2026.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

PNM Hadirkan Program Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM Binaan

PNM Hadirkan Program Inovatif untuk Pemberdayaan UMKM Binaan

PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi

PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Menarik Minat Generasi Muda

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Menarik Minat Generasi Muda

Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta

Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta

Indofood CBP Optimis Pemulihan Kinerja di Tahun 2026

Indofood CBP Optimis Pemulihan Kinerja di Tahun 2026