Jerawat Usia Muda Masalah Kulit Umum Dan Kandungan Skincare Tepat Mengatasinya
- Selasa, 20 Januari 2026
JAKARTA - Masalah jerawat sering kali menjadi pengalaman pertama yang cukup mengganggu bagi banyak orang di usia muda.
Kondisi kulit yang berubah tiba-tiba dapat memengaruhi rasa percaya diri, terutama pada remaja dan dewasa muda. Jerawat bukan sekadar persoalan estetika, tetapi berkaitan erat dengan proses biologis yang terjadi di dalam kulit. Karena itu, memahami penyebab dan cara merawatnya menjadi langkah penting sejak dini.
Secara medis, jerawat dikenal sebagai acne vulgaris, yaitu peradangan kronis pada kulit yang melibatkan kelenjar minyak, pori-pori, bakteri, serta respons sistem imun. Jerawat muncul ketika pori tersumbat oleh sel kulit mati dan sebum.
Baca JugaRahasia Kwetiau Goreng Seafood Pedas yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah
Minyak yang terperangkap ini membuat pori membesar dan menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri Propionibacterium acnes untuk berkembang, sehingga memicu peradangan.
Proses Terbentuknya Jerawat Pada Kulit
Penyumbatan pori sebenarnya merupakan proses yang dapat terjadi secara alami. Namun, ketika produksi minyak berlebihan dan pengelupasan sel kulit tidak berjalan optimal, risiko jerawat meningkat. Keberadaan bakteri dalam folikel rambut akan memperparah kondisi ini. Tubuh kemudian merespons dengan peradangan sebagai bentuk pertahanan alami.
Respons imun setiap individu terhadap bakteri dan penyumbatan pori tidak selalu sama. Faktor genetik berperan besar dalam menentukan seberapa sensitif kulit terhadap peradangan. Inilah alasan mengapa ada orang yang mudah berjerawat, sementara yang lain relatif jarang mengalaminya meski memiliki kebiasaan serupa.
Perubahan hormon juga menjadi pemicu utama jerawat di usia muda. Pada remaja, peningkatan hormon estrogen dan progesteron pada perempuan serta testosteron pada laki-laki dapat merangsang produksi minyak berlebih. Kondisi ini membuat kulit lebih rentan mengalami penyumbatan pori dan peradangan.
Data Dan Ragam Tingkat Keparahan Jerawat
Melansir laman resmi Kemenkes, sekitar 85 persen populasi global usia 11 hingga 30 tahun pernah mengalami jerawat. Tingkat keparahannya pun beragam, mulai dari komedo ringan hingga jerawat berat seperti nodus dan kista. Data ini menunjukkan bahwa jerawat merupakan kondisi yang sangat umum, terutama pada fase pertumbuhan dan perubahan hormon.
Bentuk jerawat yang muncul pada setiap orang bisa berbeda. Ada yang hanya mengalami komedo hitam dan putih, sementara yang lain menghadapi jerawat meradang yang nyeri. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor genetik, hormonal, serta respons tubuh terhadap peradangan.
Meski umum terjadi, jerawat tetap perlu ditangani dengan tepat. Penanganan yang tidak sesuai justru dapat memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, pemahaman tentang faktor pemicu dan perawatan yang aman sangat diperlukan sejak awal.
Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Jerawat
Selain faktor internal, gaya hidup turut berperan dalam munculnya jerawat. Pola makan tinggi lemak dan gula dapat memengaruhi produksi minyak di kulit. Stres juga diketahui dapat memperburuk jerawat karena memicu perubahan hormon dan respons peradangan dalam tubuh.
Penggunaan kosmetik yang tidak sesuai jenis kulit menjadi faktor lain yang sering diabaikan. Produk dengan kandungan terlalu keras atau komedogenik dapat menyumbat pori. Kebersihan kulit yang kurang optimal juga berkontribusi terhadap penumpukan minyak dan kotoran di wajah.
Menjaga kebersihan wajah memang penting, tetapi mencuci wajah terlalu sering bukan solusi. Kulit yang terlalu kering akibat pembersihan berlebihan justru akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai mekanisme perlindungan. Kondisi ini dapat memperparah penyumbatan pori dan jerawat.
Pentingnya Memilih Kandungan Skincare Tepat
Kulit wajah tergolong sensitif terhadap kandungan aktif dalam produk perawatan. Kesalahan memilih skincare anti jerawat dapat meningkatkan risiko iritasi. Alih-alih membaik, jerawat justru bisa bertambah parah jika produk yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi kulit.
Dalam merawat kulit berjerawat, fokus utama sebaiknya pada kandungan aktif yang terbukti aman dan efektif. Mengutip dari WebMd, terdapat beberapa kandungan skincare yang umum digunakan untuk membantu meredakan jerawat dan mengontrol peradangannya.
Pemilihan kandungan ini perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan jerawat. Penggunaan yang berlebihan juga harus dihindari agar tidak merusak lapisan pelindung alami kulit.
Kandungan Skincare Yang Umum Digunakan
Salicylic acid bekerja dengan membersihkan pori hingga ke dalam dan membantu mengangkat sel kulit mati. Kandungan ini efektif mengurangi komedo dan mencegah penyumbatan pori yang menjadi awal terbentuknya jerawat.
Niacinamide dikenal membantu menenangkan peradangan serta mengontrol produksi minyak berlebih. Selain itu, kandungan ini juga berperan memperbaiki skin barrier dan mengurangi kemerahan akibat jerawat.
Benzoyl peroxide efektif membunuh bakteri penyebab jerawat. Meski ampuh, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit karena dapat menyebabkan kering jika digunakan secara berlebihan.
Centella asiatica berfungsi menenangkan kulit yang meradang dan membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat. Kandungan ini cocok untuk kulit sensitif yang mudah mengalami iritasi.
Tea tree oil memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi alami. Kandungan ini membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada jerawat ringan hingga sedang.
Jerawat memang tidak bisa hilang secara instan. Namun, dengan perawatan yang konsisten, gaya hidup seimbang, serta pemilihan kandungan skincare yang tepat, kondisi kulit dapat dikendalikan dan kesehatan kulit tetap terjaga.
Mazroh Atul Jannah
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
ICEX Resmi Berizin OJK, Menandai Era Baru Bursa Kripto Kompetitif di Indonesia
- Rabu, 21 Januari 2026
PNM Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Pendampingan, Inovasi, dan Kolaborasi
- Rabu, 21 Januari 2026
Pegadaian Catatkan Lonjakan Harga Emas, Beberapa Produk Tembus Rp2,82 Juta
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
Cara Praktis Membuat Kentang Goreng Crispy Tanpa Tepung Renyah Tahan Lama
- Rabu, 21 Januari 2026
Rahasia Membuat Dadar Gulung Manis Berpori Lentur Tahan Lama Dan Lezat
- Rabu, 21 Januari 2026
Cara Praktis Membuat Serabi Solo Manis Gurih Autentik Lembut Dan Harum Santan
- Rabu, 21 Januari 2026
Olahan Tumis Daun Cabai Sederhana Lezat Hemat Jadi Lauk Favorit Keluarga
- Rabu, 21 Januari 2026
Rekomendasi Tempat Makan Malam Dekat Stasiun Gambir Terbaik Tahun 2026
- Rabu, 21 Januari 2026
Terpopuler
1.
JMA Syariah Targetkan Pendapatan Kontribusi Tumbuh 20 Persen
- 21 Januari 2026
2.
Amankah Merendam Teh dalam Susu Semalaman? Ini Penjelasannya
- 21 Januari 2026
3.
4.
Tarif Listrik PLN Januari 2026 Tetap Stabil, Simak Informasinya
- 21 Januari 2026







.jpg)



