SPPG Pastikan Penerima Manfaat MBG Berkebutuhan Khusus Tetap Terlayani Optimal
- Kamis, 15 Januari 2026
JAKARTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh Puluh dan Satu Tondano Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, memastikan seluruh penerima manfaat, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, tetap terakomodasi secara optimal.
Kepala SPPG Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh Puluh dan Satu Tondano Simpang Empat, Genta Permana, mengatakan bahwa sejak awal pelaksanaan program, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap kondisi kesehatan dan kebutuhan khusus penerima manfaat.
“Dari 3.000 penerima manfaat MBG, delapan di antaranya sudah terdata memiliki alergi atau berkebutuhan khusus. Kita pastikan mereka tetap memperoleh manfaat,” kata Genta di Simpang Empat, Rabu.
Baca JugaCek Bansos Januari 2026 Pakai KTP, Ini Daftar Bantuan dan Jadwal Lengkapnya
Menu Khusus Disiapkan untuk Siswa dengan Alergi dan Pantangan
Genta menjelaskan, delapan penerima manfaat berkebutuhan khusus tersebut akan mendapatkan perlakuan khusus, terutama dalam penyediaan menu makanan. Apabila terdapat menu yang tidak bisa dikonsumsi oleh siswa tertentu, pihak dapur akan menyiapkan menu pengganti.
“Penerima manfaat itu diberlakukan secara khusus. Saat menu yang tidak bisa dikonsumsi, maka akan diganti dengan menu berbeda,” ujarnya.
Dari delapan siswa tersebut, tujuh orang tercatat memiliki alergi terhadap telur ayam, sementara satu siswa lainnya tidak dapat mengonsumsi nasi putih.
Peran Dapur MBG dan Petugas Distribusi Diperkuat
Menurut Genta, kebutuhan khusus para siswa tersebut telah menjadi perhatian serius dari pihak dapur MBG. Proses penyediaan hingga pengantaran makanan dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak terjadi kekeliruan menu.
“Kebutuhan tersebut sudah menjadi perhatian dari pihak dapur dan petugas yang mengantarkan langsung ke sekolah,” katanya.
Petugas distribusi dibekali data penerima manfaat berkebutuhan khusus sehingga dapat memastikan makanan yang diterima siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Guru Kelas Dilibatkan Awasi Ketepatan Penerimaan Makanan
Selain peran dapur dan petugas distribusi, pihak sekolah juga dilibatkan secara aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Guru di masing-masing kelas telah diberikan informasi dan tanda khusus untuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus.
“Guru yang berada di masing-masing kelas sudah memberikan tanda khusus untuk siswa yang bersangkutan,” ujar Genta.
Dengan adanya tanda tersebut, guru dapat memastikan bahwa siswa menerima makanan yang sesuai dan aman untuk dikonsumsi.
Koordinasi Berkelanjutan dengan Sekolah untuk Evaluasi
SPPG juga terus melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak sekolah guna memastikan data penerima manfaat selalu diperbarui. Evaluasi dilakukan secara berkala, terutama terkait kebutuhan khusus yang mungkin muncul di kemudian hari.
Pihak SPPG membuka ruang komunikasi dengan sekolah agar apabila ada perubahan kondisi kesehatan siswa atau tambahan kebutuhan khusus, dapat segera ditindaklanjuti.
Distribusi MBG Menjangkau Berbagai Jenjang Pendidikan
Saat ini, program MBG yang dikelola SPPG Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh Puluh dan Satu Tondano Simpang Empat menjangkau lima sekolah di Kabupaten Pasaman Barat.
“Dari total lima sekolah yang menjadi sasaran MBG, satu di antaranya merupakan taman kanak-kanak, dua sekolah dasar, satu SMP negeri, dan satu madrasah negeri,” kata Genta.
Jadwal pengantaran makanan disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing sekolah agar makanan diterima dalam kondisi layak konsumsi.
Pelaksanaan Program Dinilai Berjalan Sesuai Regulasi
Hingga saat ini, Genta menyebut pihaknya belum menemukan kendala berarti dalam pelaksanaan program MBG, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan penerima manfaat berkebutuhan khusus.
“Saat ini distribusi MBG masih berjalan sesuai dengan regulasi dan waktu yang sudah disepakati dengan pihak sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SPPG berkomitmen menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh penerima manfaat memperoleh hak yang sama.
MBG Dorong Layanan Gizi Inklusif bagi Seluruh Siswa
Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong terciptanya layanan yang inklusif dan ramah terhadap siswa dengan kebutuhan khusus.
SPPG memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan akses makanan bergizi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing, sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Enday Prasetyo
indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Cek PIP 2026 Online Resmi Kemendikdasmen, Jadwal Cair dan Besaran Dana Lengkap
- Kamis, 15 Januari 2026
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Program Indonesia Pintar Diperluas, Siswa TK Mulai Terima Bantuan 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi Nasional, Istana Jadi Pusat Dialog Ilmiah
- Kamis, 15 Januari 2026
Menag Tekankan Isra Miraj Jadi Momentum Penguatan Spiritual Umat Beradab
- Kamis, 15 Januari 2026
Ombudsman Soroti Biomassa sebagai Solusi Energi Bersih dan Penggerak Ekonomi Nasional
- Kamis, 15 Januari 2026









