Kamis, 22 Januari 2026

Menuju Masa Depan Hijau: Pertamina Hulu Energi Menyusun Strategi Dekarbonisasi di Era Energi Transisi

Menuju Masa Depan Hijau: Pertamina Hulu Energi Menyusun Strategi Dekarbonisasi di Era Energi Transisi

JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), salah satu pemain utama dalam industri hulu migas, secara resmi mengumumkan komitmennya dalam menghadapi era energi transisi melalui strategi dekarbonisasi yang canggih dan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan oleh Corporate Secretary PHE, Arya Dwi Paramita, dalam acara Media Gathering Pertamina EP Cepu di Bandung pada hari Senin (03/06).

"Kami memahami bahwa tantangan energi transisi tidak bisa diabaikan, dan kami siap untuk menjawabnya dengan langkah-langkah inovatif. PHE telah merancang strategi energi transisi yang mencakup transisi gas, dekarbonisasi, serta potensi bisnis baru seperti carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization & storage (CCUS)," jelas Arya di hadapan puluhan awak media.

Industri hulu migas menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketahanan energi nasional. Meskipun terjadi perubahan dalam komposisi energi, permintaan akan energi fosil diperkirakan akan terus meningkat hingga 2050. Peningkatan penggunaan gas sebagai energi transisi menunjukkan peran penting gas dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Baca Juga

BMKG Prediksi Hujan Ringan Hingga Sedang Di Mayoritas Kota Besar Indonesia Hari Ini

Dalam menjawab tantangan energi transisi, Pertamina telah meluncurkan serangkaian proyek untuk mengembangkan sumber energi gas, dengan Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Regional Indonesia Timur sebagai salah satunya. Saat ini, JTB mencatatkan produksi penuh sebesar 192 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Nyimas Fauziah Rikani, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, menegaskan peran penting industri hulu migas dalam pendapatan negara dan mencapai target produksi nasional. Arya juga melaporkan pencapaian PHE sepanjang tahun 2023, termasuk peningkatan produksi gas sebesar 5,40% dibandingkan tahun sebelumnya.

PHE terus berkomitmen pada prinsip Environment, Social, Governance (ESG), dengan mendapatkan rating 22.5 dari Sustainalytics dan menjadi anggota United Nations Global Compact (UNGC) sejak Juni 2022. Implementasi teknologi CCUS di lapangan Pertamina EP Sukowati Field pada tahun 2023 adalah bukti konkret dari komitmen ini.

Selain itu, PHE juga mengintegrasikan Sepuluh Prinsip Universal dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sambil menegaskan Zero Tolerance on Bribery. Prestasi PHE dalam pengelolaan operasi yang profesional di dalam dan luar negeri terus diperkuat, membawa perusahaan ini menuju visi menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola yang baik.

Redaksi

Redaksi

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital

Seminar Internasional 2026 Bahas Strategi Penegakan Hukum Pemerintah di Dunia Digital

Strategi Baru Kemenag Atur Skema Murur dan Tanazul Haji 2026

Strategi Baru Kemenag Atur Skema Murur dan Tanazul Haji 2026

Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional

Presiden Prabowo dan Raja Inggris Sepakati Pemulihan Ekosistem Taman Nasional

Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis

Debut Internasional Presiden Prabowo di WEF Davos 2026 Perkenalkan Proyek Strategis

Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra

Pemerintah Siap Hadapi Gugatan Usai Cabut Izin 28 Perusahaan Sumatra