Rupiah Hari Ini Diprediksi Fluktuatif di Range Rp17.950-Rp18.050

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). (Foto: ANTARA)
Penulis: Ibtihal
Rabu, 08 Juli 2026 | 09:20:43 WIB

JAKARTA — Kurs rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bakal bergerak variatif namun rentan ditutup terdepresiasi di rentang Rp17.950 sampai Rp18.050 pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2026). 

Mengacu pada data kompilasi Doo Financial Futures, saat penutupan sesi Selasa (7/7), mata uang garuda berakhir menguat tipis 0,08% menuju posisi Rp17.980 per dolar AS. 

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan rupiah ditutup terapresiasi sesudah melaju relatif mendatar sepanjang jam perdagangan. 

Apresiasi ini disokong oleh sentimen positif dari pertumbuhan cadangan devisa (cadev) Indonesia, yang dilaporkan menanjak untuk pertama kalinya dalam kurun waktu enam bulan terakhir. 

Kendati begitu, laju penguatan rupiah terpantau masih tertahan lantaran para penanam modal condong mengambil sikap wait and see mengantisipasi publikasi rangkaian indikator ekonomi dalam negeri yang diproyeksikan mampu memberikan stimulan baru bagi pasar. 

"Data selanjutnya yang menjadi perhatian adalah penjualan ritel serta Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Di samping stimulan dalam negeri, pergerakan mata uang di kawasan Asia turut memperlihatkan tren positif atas dolar Amerika Serikat. 

Lonjakan tersebut berlangsung beriringan dengan posisi indeks dolar yang bergerak cenderung flat, di kala para pelaku pasar internasional menanti perilisan nota rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang diagendakan meluncur esok hari guna mencermati sinyal arah kebijakan suku bunga bank sentral AS. 

Dirinya berpandangan bahwa dalam periode pendek pergerakan rupiah masih berpeluang bergulir terbatas atau range-bound. 

Meski demikian, kans penguatan tetap terbuka jika data sentimen kepercayaan konsumen Indonesia dipublikasikan melampaui prediksi pasar, sehingga mampu menebalkan optimisme atas kondisi serapan konsumsi domestik. 

"Dukungan dari kenaikan cadangan devisa memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, pelaku pasar masih menunggu konfirmasi dari data ekonomi domestik berikutnya, terutama penjualan ritel dan Indeks Keyakinan Konsumen. Jika data tersebut menunjukkan perbaikan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya," imbuhnya.

Sepanjang perdagangan Rabu (8/7), rupiah diestimasikan melaju pada rentang Rp17.950 sampai Rp18.050 per dolar AS, dengan faktor domestik serta hasil nota rapat FOMC berstatus sebagai katalis utama yang bakal mendikte arah pergerakan mata uang Garuda.

Reporter: Ibtihal