Pertamina Dex & Dexlite Turun Harga, Ini Bandingannya di Asia Tenggara

Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: CNBC Indonesia)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 03 Juli 2026 | 09:39:51 WIB

JAKARTA - Nilai jual bahan bakar non-subsidi untuk jenis tertentu di tanah air mengalami penurunan yang cukup tajam per tanggal 1 Juli 2026. 

Apakah pemotongan harga yang menyentuh kisaran Rp 3.000-an per liter tersebut otomatis membuat banderol BBM di Indonesia menjadi lebih murah ketimbang negara-negara tetangga?

PT Pertamina secara resmi memangkas harga komoditas bahan bakar minyak (BBM) diesel non-subsidi untuk varian Pertamina Dex serta Dexlite sejak 1 Juli 2026. 

Langkah penyesuaian ini menjadikan harga solar non-subsidi di dalam negeri kian kompetitif jika disandingkan dengan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Nilai jual Pertamina Dex meluncur turun dari yang semula Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, sementara untuk Dexlite bergeser turun dari Rp23.000 ke posisi Rp19.700 per liter. 

Di samping itu, Pertamax Turbo terpantau ikut mengalami penurunan harga ke level Rp19.300 per liter.

Di sudut lain, tarif untuk Pertamax, Pertamax Green 95, Pertalite, serta Biosolar tercatat tidak mengalami perubahan sama sekali. 

Lalu, seperti apa peta perbandingan harga solar antara Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura?

Harga Solar di Indonesia per 1 Juli 2026 

Di tanah air, nominal jual BBM diesel bervariasi bergantung pada tipe bahan bakar serta korporasi penyedia SPBU. 

Di bawah ini merupakan daftar harga BBM diesel di Indonesia:

Pertamina

  • Biosolar (B50): Rp 6.800 per liter
  • Dexlite: Rp 19.700 per liter
  • Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter

Shell

  • Shell V-Power Diesel: Rp 21.340 per liter

BP

  • BP Ultimate Diesel: Rp 21.340 per liter

Produk Biosolar yang didistribusikan oleh Pertamina sendiri ialah BBM tipe B50 yang memuat komposisi 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit serta 50 persen solar murni.

Harga Solar di Thailand 

Negeri Gajah Putih menerapkan pemakaian BBM diesel tipe B7 yang memuat kandungan tujuh persen biodiesel berbahan dasar minyak kelapa sawit. Berikut merupakan rincian harganya:

Caltex

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter
  • Diesel B7 Premium: Rp 26.602 per liter

Shell

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter
  • Diesel B7 Premium: Rp 26.920 per liter

PTT

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter
  • Diesel B7 Premium: Rp 27.031 per liter

Bangchak

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter
  • Diesel B7 Premium: Rp 26.602 per liter

IRPC

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter

PTG

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter

Susco

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter

Pure

  • Diesel B7: Rp 20.250 per liter

Harga Solar di Malaysia 

Negeri Jiran terpantau masih memberlakukan skema harga yang berbeda untuk komoditas BBM bersubsidi dan non-subsidi.

Semenanjung Malaysia

  • Diesel B7: Rp 18.801 per liter
  • Diesel B10/B20 non-subsidi: Rp 17.920 per liter
  • Diesel B10/B20 bersubsidi: Rp 9.467 per liter

Sabah dan Sarawak

  • Diesel B7: Rp 10.348 per liter
  • Diesel B10/B20 non-subsidi: Rp 9.467 per liter

Harga Solar di Singapura 

Banderol solar di Singapura bertengger di posisi paling tinggi apabila dikomparasikan dengan Indonesia, Thailand, ataupun Malaysia. 

Berikut merupakan rincian harga solar pada beberapa operator SPBU di Singapura:

  • Singapore Petroleum Company (SPC): Rp 56.260 per liter
  • Shell: Rp 57.232 per liter
  • Esso: Rp 57.232 per liter
  • Caltex: Rp 57.232 per liter
  • Sinopec: Rp 56.406 per liter
  • Smart Energy: Rp 47.931 per liter

Perbandingan Harga Solar di Empat Negara 

Bila ditarik perbandingan, nominal solar bersubsidi di Indonesia tetap menjadi yang paling ekonomis lewat produk Biosolar senilai Rp6.800 per liter. 

Untuk kategori solar non-subsidi, Malaysia menyajikan harga yang lebih miring ketimbang Indonesia dan Thailand, sementara Singapura mengunci posisi sebagai negara dengan nilai jual solar paling menguras kantong di kawasan tersebut.

Adanya penurunan harga untuk Pertamina Dex serta Dexlite per awal Juli 2026 ini memangkas margin perbedaan harga solar kelas premium Indonesia dengan Thailand menjadi semakin tipis, walaupun posisinya terpantau masih di atas harga solar non-subsidi milik Malaysia.

Reporter: Ibtihal