Beras dan Minyak Goreng Jatim Naik Hari Ini, Cek Harga Sembako Terbaru

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 03 Juli 2026
Beras dan Minyak Goreng Jatim Naik Hari Ini, Cek Harga Sembako Terbaru
Cabai rawit merah di Jawa Timur melonjak hingga Rp 41.085 per kilogram hari ini. (Foto: net)

SURABAYA — Perkembangan harga sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Jawa Timur (Jatim) terpantau terus menunjukkan pergerakan yang fluktuatif setiap harinya. 

Untuk hari ini, komoditas seperti beras kualitas premium, minyak goreng kemasan premium, daging sapi, cabai rawit merah, serta gas elpiji mencatatkan lonjakan harga. 

Sebaliknya, komoditas daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam kampung, cabai merah keriting, beserta cabai merah besar justru bergerak turun.

Mengamati pergerakan harga komoditas pokok setiap hari telah menjadi suatu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini tidak hanya mempermudah warga dalam mengatur anggaran belanja harian, namun informasi tersebut juga krusial demi menjaga keseimbangan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi pergerakan harga yang fluktuatif.

Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas sembako ini menjadi kebutuhan mendasar yang senantiasa diperlukan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari guna memenuhi kecukupan gizi serta menunjang keperluan rumah tangga lainnya.

Sembilan macam kebutuhan pokok warga tersebut meliputi komoditas beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Di luar sembilan jenis bahan pokok utama tersebut, nilai jual kebutuhan dapur yang tidak kalah krusial adalah kelompok cabai. 

Berikut adalah rincian harga sembako paling baru di kawasan Jawa Timur pada Jumat 3 Juli 2026, yang dihimpun melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur:

Beras Premium: Rp 15.057/kg

  • Beras Medium: Rp 12.888/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.245/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.642/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.571/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.789/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.151/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 123.638/kg
  • Daging ayam ras: Rp 30.437/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 69.945/kg
  • Telur ayam ras: Rp 23.638/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 46.084/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.814 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.776 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.422 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.196 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.995
  • Garam halus: Rp 9.054/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 32.490/kg
  • Cabai merah besar: Rp 32.375/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 41.085/kg
  • Bawang merah: Rp 36.833/kg
  • Bawang putih: Rp 35.447/kg
  • Gas elpiji: Rp 20.125

Merujuk pada catatan harga komoditas pokok di Jawa Timur, nilai jual beras premium merangkak naik Rp 160 atau setara 1,07%, minyak goreng jenis premium naik tipis Rp 20 atau sekitar 0,09%, harga cabai rawit melonjak Rp 1.168 atau setara 2,91%, dan gas elpiji naik sebesar Rp 248 atau sekitar 1,25%.

Di sisi lain, harga untuk daging ayam ras terkoreksi turun sebesar Rp 1.263 atau setara 4,09%, daging ayam kampung menyusut Rp 3.177 atau sekitar 4,53 persen, serta telur ayam kampung melemah Rp 1.269 atau setara 2,75 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Fluktuasi nilai jual sembako dipengaruhi oleh bermacam-macam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi yang diambil pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga kondisi cuaca. Berikut merupakan sejumlah aspek yang mendasari naik turunnya nilai jual sembako di pasaran:

  • Apabila tingkat permintaan pasar mengalami kenaikan sementara tingkat penawaran tetap ataupun menyusut, maka harga bakal cenderung merangkak naik. Sebaliknya, apabila penawaran barang melimpah melebihi tingkat permintaan, maka harga jual dapat bergerak turun.
  • Kondisi cuaca ekstrem, terjadinya bencana alam, ataupun dinamika pergantian musim dapat mengganggu jalannya produksi di sektor pertanian. Minimnya pasokan barang yang dipicu oleh cuaca buruk akan memicu terjadinya lonjakan harga.
  • Kebijakan mengenai impor, penyaluran subsidi, tarif pajak, ataupun regulasi sejenisnya yang diputuskan oleh pemerintah dapat mempengaruhi pergerakan harga sembako. Contohnya seperti pembatasan kuota impor ataupun dinamika tarif pajak.
  • Melonjaknya harga bahan mentah, pupuk, bahan bakar minyak, hingga upah bagi para pekerja dapat menaikkan total ongkos produksi serta biaya logistik, yang pada akhirnya berdampak langsung pada nilai jual sembako.
  • Fluktuasi pada nilai tukar mata uang, khususnya apabila bahan kebutuhan pokok tersebut didatangkan lewat jalur impor, dapat memengaruhi pergeseran harga. Pelemahan mata uang lokal bakal memicu harga komoditas impor menjadi lebih tinggi.
  • Tingkat inflasi yang tinggi berpotensi memicu lonjakan harga sembako akibat naiknya ongkos barang serta jasa secara umum.
  • Kondisi perekonomian yang kurang menentu dapat memperparah keadaan di pasar.
  • Kendala pada alur rantai distribusi seperti masalah kemacetan, aksi mogok kerja, ataupun hambatan logistik lainnya dapat memicu keterlambatan proses pengiriman, memangkas ketersediaan stok, dan memicu harga bergerak naik.

Berbagai macam aspek tersebut membuat pergerakan harga kebutuhan pokok sering kali mengalami perubahan, sehingga membutuhkan monitoring sekaligus penetapan regulasi yang tepat demi menjaga stabilitas di pasar. Nilai jual sembako ini juga dapat bervariasi di tiap-tiap pasar tradisional. Nominal harga yang tercantum di atas merupakan representasi harga rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua