CHEK Siapkan Dana Rp15 Miliar untuk Buyback 80 Juta Saham

Ilustrasi saham (Foto: pexels.com/www.kaboompics.com)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 18 Juni 2026 | 14:06:43 WIB

JAKARTA – Emiten yang bergerak di sektor produksi alat kesehatan, PT Diastika Biotekindo Tbk. (CHEK) mengagendakan pelaksanaan aksi pembelian kembali atau buyback saham dengan volume maksimal menyentuh 80 juta lembar saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Menilik pada laporan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut setara dengan 1,94% dari akumulasi seluruh saham perseroan yang beredar saat ini.

Guna menyukseskan langkah korporasi ini, perusahaan mengalokasikan anggaran dana paling banyak Rp15 miliar, yang mana nominal tersebut sudah meliputi biaya transaksi.

Direktur Utama CHEK F.X Yoshua Raintjung menjelaskan bahwa agenda pembelian kembali saham atau buyback tersebut tidak bakal memberikan dampak negatif yang bersifat material terhadap kondisi finansial emiten.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Direktur Utama CHEK menyampaikan, “Dampak terhadap biaya operasional perseroan tidak akan material sehingga laba rugi diperkirakan masih sejalan dengan target perseroan,” dalam berkas keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (17/6/2026).

Pada saat yang sama, perseroan dinilai memiliki tingkat likuiditas yang memadai untuk tetap menggulirkan operasional bisnis sekaligus membiayai transaksi tersebut. Seluruh sumber pendanaan dipastikan berasal dari kas internal perusahaan tanpa mengganggu agenda ekspansi bisnis ke depan.

Apabila merujuk pada proforma laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2025, realisasi dari buyback ini diperkirakan akan menurunkan jumlah aset total serta ekuitas perseroan yang masing-masing nilainya berkisar Rp15 miliar.

Meskipun demikian, angka laba per saham atau earnings per share (EPS) dari CHEK diprediksikan merangkak naik dari posisi Rp2,62 ke level Rp2,66, yang selanjutnya dibarengi oleh tren positif pada rasio profitabilitas seperti return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

Jika dicermati dari aspek kepemilikan oleh publik, tindakan korporasi ini akan mengubah persentase porsi saham beredar di masyarakat atau free float dari yang tadinya mencapai 20,95% bergeser ke angka 19,01%.

Persentase tersebut dinilai masih aman lantaran berada di atas batas ketentuan BEI dalam Peraturan Nomor I-A yang menetapkan batas minimal free float sebesar 15% dari total keseluruhan saham yang tercatat.

Untuk mengeksekusi rencana buyback saham ini, perusahaan secara resmi telah mempercayakan PT Lotus Andalan Sekuritas selaku pihak perusahaan efek yang akan melakukan pembelian kembali lembar saham di pasar reguler.

Reporter: Ibtihal