Update Harga Sembako di Jawa Timur Hari Ini 18 Juni 2026

Salah satu pedagang sayuran. (Foto: Harian Jogja)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:09:12 WIB

SURABAYA - Nilai jual sembilan bahan pokok di wilayah Jawa Timur (Jatim) senantiasa memperlihatkan fluktuasi dari waktu ke waktu. 

Pada hari ini, komoditas bawang putih serta daging sapi mengalami kenaikan, varian cabai, bawang merah, telur beserta daging ayam bergerak turun, sementara untuk bahan pokok lainnya terpantau relatif stabil tanpa adanya pergeseran yang berarti.

Mengamati perkembangan harga sembako setiap hari menjadi suatu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Di samping mempermudah khalayak luas dalam mengelola anggaran belanja harian, pasokan informasi ini pun terbilang krusial demi menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga agar tidak melonjak di tengah kondisi harga yang tidak pasti.

Update Harga Sembako 18 Juni 2026 

Sembako merupakan kependekan dari sembilan bahan pokok. Komoditas sembako ini menjadi kebutuhan primer yang dipunyai masyarakat setiap hari guna mencukupi kebutuhan nutrisi serta keperluan rumah tangga lainnya.

Sembilan ragam kebutuhan pokok masyarakat itu meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi serta daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, hingga garam.

Di luar sembilan bahan pokok tersebut, nilai jual keperluan dapur yang tidak kalah krusial ialah cabai. Berikut merupakan daftar harga sembako paling anyar di Jawa Timur, Kamis 18 Juni 2026 pada pukul 10.11 WIB, yang dihimpun dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

  • Beras Premium: Rp 14.970/kg
  • Beras Medium: Rp 12.928/kg
  • Gula kristal putih: Rp 17.147/kg
  • Minyak goreng curah: Rp 20.439/kg
  • Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.611/liter
  • Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 18.593/liter
  • Minyak goreng Minyakita: Rp 16.271/liter
  • Daging sapi paha belakang: Rp 125.165/kg
  • Daging ayam ras: Rp 32.360/kg
  • Daging ayam kampung: Rp 68.818/kg
  • Telur ayam ras: Rp 25.275/kg
  • Telur ayam kampung: Rp 45.846/kg
  • Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.435 370 gr/kl
  • Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.374 370 gr/kl
  • Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.505 400 gr/dos
  • Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.621 400 gr/dos
  • Garam bata: Rp 1.946
  • Garam halus: Rp 9.357/kg
  • Cabai merah keriting: Rp 38.373/kg
  • Cabai merah besar: Rp 38.886/kg
  • Cabai rawit merah: Rp 58.766/kg
  • Bawang merah: Rp 42.912/kg
  • Bawang putih: Rp 34.761/kg
  • Gas elpiji: Rp 19.934

Menilik pada nominal rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, tercatat cuma komoditas bawang putih serta daging sapi yang merangkak naik. Bawang putih terkerek Rp 158 atau sekitar 0,46 persen, lalu daging sapi naik sebesar Rp 124 atau sekitar 0,10 persen.

Sebaliknya, cabai keriting menyusut Rp 1.366 atau sebesar 3,44 persen, cabai besar merosot Rp 2.607 atau sebesar 6,28 persen, cabai rawit turun Rp 733 atau sebesar 1,23 persen, bawang merah terpangkas Rp 584 atau sebesar 1,34 persen, telur ayam kampung melandai Rp 408 atau sebesar 0,88 persen, ayam kampung turun Rp 1.515 atau sebesar 2,15 persen, serta ayam ras berkurang Rp 130 atau sebesar 0,40 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako 

Pergeseran nilai jual sembako distimulasi oleh bermacam-macam aspek. Mulai dari ongkos produksi, regulasi yang dikeluarkan pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga faktor cuaca. 

Berikut merupakan beberapa aspek yang memicu naik dan turunnya harga sembako.

  • Apabila tingkat permintaan melonjak, namun penawaran stagnan atau justru menyusut, nilai jual cenderung bergerak naik. Sebaliknya, apabila penawaran bertambah banyak ketimbang permintaan, nilai jual bisa merosot.
  • Kondisi cuaca ekstrem, bencana alam, ataupun pergantian musim dapat mengganggu jalannya produksi sektor pertanian. Minimnya pasokan komoditas yang dipicu oleh cuaca buruk berimbas pada lonjakan harga.
  • Regulasi tata niaga impor, pemberian subsidi, besaran pajak, atau kebijakan lain yang diterbitkan oleh pemerintah dapat memengaruhi nilai jual sembako. Contohnya seperti pembatasan kuota impor ataupun pergeseran tarif pajak.
  • Kenaikan nilai jual bahan baku, pupuk, bahan bakar, ataupun upah para tenaga kerja dapat mendongkrak ongkos produksi serta biaya transportasi, yang pada akhirnya memengaruhi nilai jual sembako.
  • Fluktuasi nilai tukar mata uang, terlebih bila komoditas bahan pokok didatangkan dari luar negeri (impor), dapat memengaruhi harga. Pelemahan mata uang lokal bakal memicu nilai jual komoditas impor menjadi lebih menguras kantong.
  • Tingkat inflasi yang tinggi cenderung berujung pada lonjakan harga sembako lantaran meningkatnya ongkos barang dan jasa.
  • Iklim perekonomian yang tidak berada dalam kondisi stabil dapat memperparah keadaan.
  • Kendala pada jalur rantai distribusi semisal kemacetan lalu lintas, aksi pemogokan, ataupun problem logistik lainnya dapat memicu keterlambatan pengiriman, memangkas kuantitas pasokan, dan berujung pada naiknya harga.

Bermacam-macam aspek ini mengakibatkan nilai jual sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta langkah kebijakan yang tepat demi menjaga stabilitas pasar. Nilai jual sembako juga bisa bervariasi di tiap-tiap pasar. Nominal di atas merupakan angka rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.

Reporter: Ibtihal