Pemula Wajib Tahu! Arti Karakteristik Suara Sugar Glider yang Unik

Sugar Glider (Foto: Net)
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:49:26 WIB

JAKARTA - Sugar glider adalah salah satu hewan peliharaan eksotis yang semakin populer di Indonesia. Tubuhnya yang mungil, matanya yang bulat besar, serta kemampuannya untuk meluncur dari tempat tinggi membuat mamalia berkantung (marsupial) ini sangat dicintai. 

Namun, di balik fisiknya yang menggemaskan, hewan nokturnal ini memiliki sistem komunikasi yang sangat kompleks dan sering kali mengejutkan bagi para pemilik baru.

Bagi orang yang baru pertama kali memelihara, malam-malam pertama bersama sugar glider mungkin akan terasa membingungkan atau bahkan mendebarkan. Hewan ini tidak diam saja di dalam kandang; mereka bisa mengeluarkan berbagai macam bunyi dengan volume yang bervariasi. Ada suara yang terdengar seperti mesin starter yang rusak, gonggongan anak anjing, desisan ular, hingga suara mirip dengkuran kucing yang halus.

Memahami karakteristik suara sugar glider bukan sekadar pemuas rasa ingin tahu. Bagi seorang pemilik, kemampuan menerjemahkan arti dari setiap bunyi tersebut adalah kunci utama untuk mengetahui kondisi emosional, kesehatan, dan tingkat kenyamanan hewan peliharaan. 

Tanpa pemahaman yang baik, pemilik bisa salah mengambil tindakan, yang berujung pada stres bagi si hewan atau bahkan gigitan defensif yang bisa dihindari. Artikel ini akan mengupas tuntas seluruh ragam suara yang bisa dihasilkan oleh sugar glider beserta makna mendalam di balik setiap bunyinya.

Mengapa Sugar Glider Sangat Vokal?

Di alam liar, sugar glider hidup dalam koloni besar yang terdiri dari beberapa individu dewasa dan anak-anak. Karena mereka adalah hewan nokturnal yang beraktivitas dalam kegelapan malam di bawah rimbunnya kanopi hutan, penglihatan saja tidak cukup untuk menjaga koordinasi kelompok. 

Oleh karena itu, evolusi membekali mereka dengan kemampuan vokal yang luar biasa untuk saling berkomunikasi, menandai wilayah, memperingatkan adanya bahaya, hingga memanggil pasangan atau anak mereka yang tersesat.

Ketika diadopsi dan hidup di lingkungan manusia, insting vokal ini tidak hilang begitu saja. Sugar glider menganggap pemiliknya, kandangnya, dan ruangan di sekitarnya sebagai bagian dari lingkungan sosial mereka. Setiap suara yang dikeluarkan di dalam kandang adalah cara mereka berinteraksi dengan dunia baru tersebut. 

Sebagai pemilik yang bertanggung jawab, mendengarkan dengan saksama adalah langkah pertama dalam membangun hubungan emosional (bonding) yang kuat.

Ragam Karakteristik Suara Sugar Glider dan Maknanya

Berikut adalah rincian mendalam mengenai jenis-jenis suara yang paling sering dikeluarkan oleh sugar glider, mulai dari yang paling mengintimidasi hingga yang paling menenangkan.

1. Crabbing (Suara Defensif yang Mengagetkan)

Crabbing adalah karakteristik suara sugar glider yang paling sering memicu kepanikan bagi para pemula. Bunyi ini terdengar sangat mekanis, mirip dengan suara mesin starter sepeda motor yang mogok, suara blender yang tersendat, atau gesekan keras yang intens. 

Volume suara ini bisa sangat nyaring dan biasanya disertai dengan gerakan tubuh yang gemetar serta posisi mulut yang terbuka lebar siap menggigit.

Arti dari Suara Ini: Crabbing adalah tanda mutlak bahwa sugar glider sedang merasa sangat ketakutan, terancam, terkejut, atau stres. Ini adalah mekanisme pertahanan diri untuk menakut-nakuti predator. Hewan yang baru dibeli atau baru berpindah kandang hampir pasti akan mengeluarkan suara ini setiap kali ada tangan manusia yang mendekat.

Cara Menyikapinya: Jika mendengar suara ini, jangan pernah memaksakan diri untuk langsung meraih atau memegang tubuh mereka. Menarik tangan secara mendadak karena kaget juga hanya akan membuat mereka semakin panik. Biarkan mereka tenang di dalam area persembunyiannya, dan gunakan aroma tubuh melalui kain bekas untuk menurunkan tingkat kewaspadaan mereka secara perlahan.

2. Barking (Gonggongan di Tengah Malam)

Sesuai dengan namanya, barking adalah suara yang sangat mirip dengan gonggongan anak anjing ras kecil atau suara anak patok yang berulang-ulang. Bunyinya terdengar seperti "guk-guk-guk" dengan nada yang berirama dan konstan. Menariknya, suara ini bisa terdengar sangat keras dan bergema di seluruh penjuru rumah saat suasana malam sedang sepi.

Arti dari Suara Ini: Ada beberapa alasan mengapa sugar glider melakukan barking. Alasan paling umum adalah mereka sedang merasa kesepian atau bosan dan ingin mencari perhatian dari anggota koloni lain atau dari pemiliknya. Alasan kedua adalah sebagai alarm tanda bahaya; mereka mungkin melihat bayangan asing, mencium bau hewan predator (seperti kucing atau anjing rumah), atau mendengar suara asing yang mengejutkan.

Cara Menyikapinya: Ketika mendengar peliharaan menggonggong di malam hari, cobalah untuk mendekati kandangnya dengan lembut. Nyalakan lampu ruangan dengan redup dan bicaralah dengan nada suara yang tenang. Sering kali, memberikan camilan kesukaan atau sekadar mengeluarkan mereka dari kandang untuk bermain sejenak akan langsung menghentikan suara barking ini.

3. Hissing (Desisan Pendek yang Berulang)

Karakteristik suara sugar glider berikutnya adalah hissing. Suara ini terdengar seperti desisan ular, namun biasanya dikeluarkan dalam durasi yang sangat pendek dan terjadi secara berulang-ulang ("ssst... ssst... ssst"). Bunyi ini sekilas terdengar mirip dengan suara bersin yang tertahan.

Arti dari Suara Ini: Makna dari hissing sangat tergantung pada konteks situasi saat suara itu dikeluarkan. Jika suara ini terdengar saat mereka sedang berinteraksi dengan sesama sugar glider di dalam kandang, itu bisa menandakan adanya perselisihan kecil atau tanda frustrasi (misalnya karena berebut makanan atau tempat tidur). 

Namun, jika suara ini terdengar saat mereka sedang membersihkan diri (grooming), itu adalah hal yang normal karena mereka sering kali mengeluarkan udara dari hidung saat menjilati bulu. Jika desisan terdengar saat mereka hendak buang air kecil atau besar, pemilik harus waspada karena itu bisa menjadi indikasi adanya rasa sakit pada saluran pencernaan atau kemih.

4. Purring atau Murmuring (Dengkuran Kebahagiaan)

Purring adalah suara yang sangat halus, rendah, dan bergetar, mirip dengan suara dengkuran kucing saat mereka merasa nyaman di pangkuan manusia. Kadang suara ini juga terdengar seperti suara gumaman kecil yang sangat lembut.

Arti dari Suara Ini: Ini adalah salah satu karakteristik suara sugar glider yang paling dinanti oleh setiap pemilik. Purring menandakan bahwa hewan tersebut merasa sangat aman, nyaman, bahagia, dan santai. 

Biasanya, suara ini akan terdengar ketika mereka sedang tidur bersama di dalam bonding pouch, saat dielus dengan lembut di bagian belakang telinga, atau saat mereka sedang menikmati makanan yang sangat lezat. Jika mendengarkan suara ini, itu berarti proses penjinakan telah berjalan dengan sangat sukses.

5. Chirping (Cicitan Riang)

Chirping terdengar seperti suara cicitan burung kecil yang riang atau suara gesekan gigi yang halus. Suara ini biasanya bernada tinggi namun tidak memekakkan telinga seperti crabbing.

Arti dari Suara Ini: Suara ini mengekspresikan rasa senang, ketertarikan, atau kegembiraan yang luar biasa. Sugar glider sering mengeluarkan suara ini saat pemilik datang membawa wadah makanan baru, ketika mereka mendapatkan mainan baru di dalam kandang, atau saat mereka sedang menjelajahi area baru di luar kandang yang dirasa aman.

6. Crying atau Whining (Tangisan Anak Sugar Glider)

Suara ini biasanya hanya diproduksi oleh joey (anak sugar glider) yang masih sangat muda atau baru keluar dari kantung induknya (out of pouch / OOP). Bunyinya terdengar seperti tangisan yang memelas, pelan, dan konstan.

Arti dari Suara Ini: Suara tangisan ini merupakan panggilan darurat dari anak sugar glider yang merasa kedinginan, lapar, atau terpisah dari induknya. Di dalam penangkaran, jika joey dipisahkan terlalu cepat dari induknya sebelum waktunya sapih, mereka akan sering mengeluarkan suara ini untuk mencari kehangatan dan susu.

Mengapa Pemula Sering Salah Mengartikan Suara Sugar Glider?

Kesalahan paling umum yang dilakukan oleh pemula adalah menyamakan semua suara berisik sebagai tanda bahwa hewan tersebut bersifat agresif dan tidak bisa dijinakkan. 

Ketakutan manusia terhadap suara crabbing sering kali membuat proses bonding terhenti di tengah jalan. Padahal, crabbing hanyalah gertakan sambal dari hewan yang berukuran sangat kecil untuk melindungi dirinya dari makhluk raksasa (manusia) yang belum mereka kenal.

Di sisi lain, mengabaikan suara barking yang terjadi terus-menerus setiap malam juga tidak baik. Meskipun bukan tanda agresif, barking yang kronis menunjukkan bahwa kebutuhan stimulasi mental hewan tersebut tidak terpenuhi. Sugar glider yang dibiarkan kesepian dalam jangka waktu lama tanpa interaksi berisiko tinggi mengalami stres berat, yang memicu perilaku melukai diri sendiri (self-mutilation), seperti menggigiti ekor atau bulunya sendiri hingga botak dan terluka.

Hubungan Karakteristik Suara dengan Tingkat Kesehatan

Sebagai pemilik, kepekaan terhadap perubahan intensitas dan jenis suara sangatlah penting. Perubahan vokal bisa menjadi indikator awal adanya gangguan kesehatan sebelum gejala fisik terlihat jelas.

Suara Saat Buang Air: Perhatikan jika sugar glider mengeluarkan suara desisan keras (hissing) atau jeritan kecil setiap kali mereka berada di sudut kandang untuk buang air. Ini bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK) atau sembelit akibat kekurangan cairan atau salah makan.

Suara Napas yang Berbunyi: Jika sugar glider mengeluarkan suara klik atau mengorok setiap kali bernapas (bukan saat tidur atau grooming), itu bisa menjadi tanda adanya gangguan pernapasan atau pneumonia. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kebersihan kandang yang buruk, sirkulasi udara yang tidak lancar, atau penggunaan alas kandang yang terlalu berdebu.

Ketiadaan Suara Secara Mendadak: Sugar glider yang biasanya vokal dan aktif di malam hari namun tiba-tiba menjadi sangat tenang, lesu, dan tidak mengeluarkan suara sama sekali patut dicurigai sedang mengalami penurunan kondisi fisik atau depresi.

Intisari Manajemen Suara Sugar Glider di Rumah

Bagi yang membutuhkan ringkasan cepat untuk membedakan karakteristik suara sugar glider tanpa membaca seluruh teks panjang, berikut adalah intisari dari dinamika suara mereka:

Suara Negatif / Butuh Perhatian: Crabbing berarti ketakutan ekstrem; Barking berarti kesepian atau ada alarm bahaya; Hissing pendek bisa berarti frustrasi dengan sesama atau masalah kesehatan saat buang air.

Suara Positif / Tanda Jinak: Purring berarti sangat nyaman dan bahagia; Chirping berarti bersemangat dan gembira; Whining adalah panggilan alami anak kepada induknya.

Kesimpulan

Mengenal dan memahami karakteristik suara sugar glider adalah fondasi utama bagi siapa saja yang ingin berhasil memelihara hewan eksotis ini dari nol. Setiap bunyi, mulai dari ketakutan luar biasa yang ditunjukkan oleh suara crabbing, kesepian yang diungkapkan lewat barking, hingga kebahagiaan mutlak yang terpancar dari suara purring, memiliki pesan tersendiri yang harus direspons dengan bijak.

Kunci utama menghadapi berbagai dinamika suara ini adalah ketenangan pemilik. Jangan membalas suara ketakutan mereka dengan gerakan yang kasar atau kepanikan. 

Dengan respons yang tepat, konsisten, dan penuh kasih sayang, semua suara defensif tersebut lambat laun akan berubah menjadi suara-suara manja yang menandakan bahwa sugar glider telah sepenuhnya jinak dan menganggap pemiliknya sebagai bagian terbaik dari koloni mereka.

Reporter: Mazroh Atul Jannah