Rapor Hijau Pekan Lalu, IHSG Hari Ini Berpotensi Lanjut Menguat
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses berakhir di zona hijau dengan kenaikan 121,62 poin atau 2,07 persen ke posisi 6.007 pada sesi transaksi hari Jumat (12/6/2026). Sepanjang kurun waktu sepekan ke belakang, kinerja indeks dibukukan melesat hingga 7,38 persen.
Sepanjang rentang waktu 8 hingga 12 Juni 2026, aktivitas perdagangan saham secara dominan berakhir di teritori positif. Nilai kapitalisasi pasar bursa melonjak sebesar 7,31 persen menuju angka Rp10.524 triliun, dibarengi dengan rata-rata volume transaksi harian yang ikut terangkat sebesar 7,46 persen.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan dinamika indeks saham pada Senin (15/6) bakal bergulir bervariasi (mixed) dengan kecenderungan menguat dalam rentang terbatas.
IHSG diperkirakan bergerak pada batasan support 5.858 dan resistance 6.165, ditopang oleh indikator MACD serta RSI yang memperlihatkan adanya penguatan tren.
Audi memaparkan bahwasanya pelaku pasar akan mengamati sentimen global layaknya kans rekonsiliasi antara Amerika Serikat dan Iran.
"Pasar akan cenderung merespons positif terhadap peluang perdamaian AS-Iran karena dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko dan meredakan tekanan inflasi seiring normalisasi harga minyak mentah dunia," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Angin segar lainnya bersumber dari kokohnya nilai tukar mata uang rupiah serta kedisiplinan fiskal otoritas pemerintah lewat langkah penyesuaian dana program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa.
Di samping itu, kejelasan seputar mekanisme ekspor Danantara yang dipastikan tidak memakai sistem gross split memberikan jaminan kepastian hukum bagi para pelaku industri.
Mengenai jajaran saham pilihan, Audi memberikan rekomendasi untuk saham AMMN berpatokan target 4.060, DEWA berpatokan target 392, dan HRUM berpatokan target 910.
Selaras dengan itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, ikut memperkirakan indeks saham masih berpeluang meneruskan laju kenaikan terbatas di rentang zona support 5.825 dan resistance 6.112.
Herditya menambahkan bahwa pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed, keputusan BI Rate, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
"Investor masih menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan tetap higher for longer, keputusan BI rate yang secara konsensus diproyeksikan naik ke level 6 persen, serta perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Guna melengkapi saham pilihan, Herditya merekomendasikan saham HMSP berpatokan target 670, INDY berpatokan target 2.810, dan NCKL berpatokan target 990.
Segala ketetapan mengenai penempatan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab mutlak pembaca lantaran ulasan rekomendasi ini bukan merupakan bentuk bujukan untuk memesan atau melepas aset saham tertentu.