PIHPS 5 Juni 2026: Cabai Rawit Rp68.000/kg dan Telur Ayam Rp28.500/kg
JAKARTA- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang berada di bawah pengelolaan Bank Indonesia merilis data bahwa harga komoditas cabai rawit merah menyentuh nominal Rp68.000 per kilogram (kg), sementara untuk telur ayam ras bertengger di angka Rp28.500 per kg.
Berdasarkan publikasi data dari PIHPS yang disiarkan di Jakarta, Jumat, pukul 09.33 WIB, di samping komoditas cabai rawit merah dan telur ayam, terdapat pula catatan harga bahan pangan lainnya di tingkat pedagang eceran dalam skala nasional, yaitu bawang merah yang dipatok seharga Rp54.350 per kg serta bawang putih senilai Rp40.200 per kg.
Selain komoditas tersebut, beras kualitas bawah I diperjualbelikan dengan harga Rp14.400 per kg dan beras kualitas bawah II senilai Rp14.450 per kg.
Sementara itu, untuk varian beras kualitas medium I dibanderol sebesar Rp16.000 per kg, diikuti oleh beras kualitas medium II yang dipasang pada harga Rp15.550 per kg.
Selanjutnya, untuk komoditas beras kualitas super I berada pada tingkat harga Rp16.650 per kg, sedangkan beras kualitas super II dilepas senilai Rp16.400 per kg.
Pihak PIHPS juga menghimpun data bahwa harga untuk komoditas cabai merah besar menyentuh angka Rp61.350 per kg, cabai merah keriting dipasarkan senilai Rp62.450 per kg, serta cabai rawit hijau yang dibanderol sebesar Rp44.000 per kg.
Kemudian, untuk komoditas daging ayam ras segar dipatok seharga Rp37.800 per kg, daging sapi kualitas I dijual dengan nilai Rp141.650 per kg, dan daging sapi kualitas II bertengger pada harga Rp138.550 per kg.
Harga barang kebutuhan pokok berikutnya yaitu gula pasir kualitas premium yang terdata senilai Rp20.850 per kg, sementara untuk varian gula pasir lokal dijual di angka Rp19.350 per kg.
Di lain pihak, komoditas minyak goreng curah ditawarkan dengan harga Rp22.200 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I dipasarkan senilai Rp24.850 per liter, dan untuk varian minyak goreng kemasan bermerek II dipatok pada nominal Rp23.950 per liter.