Telkom Alokasikan Dana Rp 4 Triliun Siap Gelar Aksi Buyback Saham

IB
Ibtihal

Editor: Mazroh Atul Jannah

Jumat, 05 Juni 2026
Telkom Alokasikan Dana Rp 4 Triliun Siap Gelar Aksi Buyback Saham
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menaikkan alokasi dana. (Foto: dok. Istimewa)

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memiliki rencana untuk menggelar aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham dengan anggaran paling banyak Rp4 triliun. 

Merujuk pada keterbukaan informasi perusahaan, agenda buyback saham ini bakal diajukan demi memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada 8 Juni 2026. 

Apabila memperoleh restu, agenda ini diproyeksikan berjalan mulai 9 Juni 2026 sampai dengan 8 Juni 2027.

Corporate Secretary Telkom, Jati Widagdo, mengungkapkan bahwa buyback saham ini menjadi bagian dari langkah strategis emiten untuk mengukuhkan keyakinan atas nilai jangka panjang sekaligus prospek bisnis Telkom.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Jati dalam keterbukaan informasi pada Jumat (5/6/2026) memaparkan, "Melalui program Pembelian Kembali Saham ini, Perseroan bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,"

Emiten pelat merah ini mencadangkan dana paling banyak Rp4 triliun yang bersumber dari kas internal mereka. 

Anggaran tersebut sudah memperhitungkan biaya transaksi, komisi perantara pedagang efek, serta ongkos-ongkos lain yang timbul dari pelaksanaan buyback.

Pihak manajemen menguraikan bahwa total saham yang dibeli kembali tidak akan melewati angka 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, selaras dengan regulasi yang berlaku. 

Di samping itu, Telkom memastikan bahwa porsi saham free float pasca-buyback bakal tetap terjaga di atas batas paling rendah yaitu 15% dari keseluruhan saham yang tercatat.

Pihak Telkom pun menggarisbawahi bahwa tindakan korporasi ini tidak akan mengganggu kondisi finansial maupun aktivitas operasional perseroan. Perusahaan memandang bahwa ketersediaan kas serta arus kas saat ini masih sangat mencukupi untuk membiayai buyback, sekaligus untuk menggerakkan operasional harian dan ekspansi usaha.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Jati menambahkan, "Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan Pembelian Kembali Saham bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan."

Berdasarkan perhitungan proforma, andai seluruh dana buyback terpakai, jumlah aset Telkom diproyeksikan mengalami penurunan dari Rp287,76 triliun menjadi Rp282,28 triliun. 

Pada saat yang sama, total ekuitas korporasi diperkirakan menyusut dari Rp150,54 triliun menjadi Rp145,06 triliun. 

Namun di sisi lain, langkah buyback ini diestimasi mampu mendongkrak laba per saham atau earnings per share (EPS) dari Rp179,8 menjadi Rp183,1 per lembar saham. Peningkatan ini terjadi sebagai imbas dari berkurangnya peredaran jumlah saham di pasar setelah eksekusi pembelian kembali.

Manajemen menganggap dampak dari buyback terhadap ekspansi bisnis ke depan tergolong sangat minim. 

Pendapatan dari perseroan diprediksi tidak akan turun, sementara efek terhadap struktur modal hanya berimbas terbatas pada pemotongan aset dan ekuitas senilai modal yang dipakai untuk buyback

Perusahaan menegaskan bahwa asal dana untuk buyback ini sepenuhnya bertumpu pada optimalisasi kas internal, bukan didapat dari hasil penawaran umum ataupun pinjaman pihak ketiga. 

Oleh sebab itu, jalannya buyback dipercaya tidak akan mengusik kesanggupan Telkom dalam membereskan kewajiban finansial yang jatuh tempo ataupun menyokong pengembangan bisnis ke depannya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua