Harga Saham AADI Anjlok 27 Persen, Hari Ini Terakhir Cum Dividen

Ilustrasi PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 04 Juni 2026 | 12:32:21 WIB

JAKARTA – Momentum pamungkas bagi para pemodal untuk mengamankan hak atas pembayaran dividen saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nominal total menembus Rp 3,5 triliun telah datang. 

Hari ini, Kamis 4 Juni 2026, menjadi tanggal pembatasan (cum date) dividen untuk saham AADI.

Para pelaku pasar perlu memerhatikan secara saksama masa cum dividen saham AADI ini, mengingat nilai saham AADI sudah mengalami koreksi yang terbilang dalam sepanjang satu bulan ke belakang. 

Cum dividen date sendiri merupakan hari terakhir bagi suatu saham untuk menyertakan hak atas dividennya, di mana pemodal yang mengeksekusi pembelian saham pada saat cum date bakal memperoleh bagian pembayaran dividen tersebut.

Sebelumnya, emiten di bidang pertambangan batubara ini memublikasikan rencana pembagian dividen tunai final untuk tahun buku 2025 dengan besaran mencapai US$ 200 juta atau setara dengan Rp 3,56 triliun. Langkah korporasi ini pun telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 22 Mei 2026.

Melalui total dana tersebut, perusahaan yang dikendalikan oleh Garibaldi Thohir atau Boy Thohir ini bakal mengucurkan dividen tunai final tahun buku 2025 senilai US$0,02568 per lembar saham. 

Mengacu pada pergerakan nilai tukar rupiah hari ini yang menembus level Rp 18.000, jumlah tersebut sebanding dengan Rp 462 per saham. 

Dengan begitu, investor berpotensi mengantongi keuntungan dividen sebesar Rp 46.200 untuk tiap lot saham AADI.

Saat ini pergerakan harga saham AADI terpantau sedang melemah dan berakhir di posisi Rp 8.000, menyusut 3,90% atau berkurang 325 poin dalam basis harian. 

Sepanjang aktivitas perdagangan 30 hari terakhir, harga saham AADI secara akumulatif amblas 27,11% atau setara 2.975 poin. Merujuk pada harga penutupan tersebut, yield dividen saham AADI menyentuh angka 5,78 persen, sebuah besaran yang dua kali lipat lebih gemuk ketimbang bunga deposito rupiah pada perbankan umum yang sekarang hanya berada di kisaran 2 persen.

Sekretaris Perusahaan Adaro Andalan Indonesia, Ray Aryaputra, mengatakan bahwa dasar pembagian dividen final perusahaan adalah data keuangan per 31 Desember 2025. 

"Salah satunya laba bersih perseroan pada tahun 2025 sebesar US$ 760,17 juta," ungkap Ray dalam keterbukaan informasinya, Selasa (26/5) sebagaimana dilansir dari berita sumber. Jumlah dividen final tersebut mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sekitar 26,30 persen.

Pada November 2025, AADI tercatat sudah mendistribusikan dividen interim senilai US$ 250 juta, sehingga total dividen yang digelontorkan oleh AADI secara keseluruhan menyentuh US$ 450 juta. 

Selaras dengan agenda resmi, masa cum dividen final AADI pada pasar reguler serta negosiasi jatuh pada tanggal 4 Juni 2026, sedangkan untuk cum dividen di pasar tunas diagendakan pada 8 Juni 2026.

Untuk ex dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 5 Juni 2026, lalu ex dividen di pasar tunai ditetapkan pada tanggal 9 Juni 2026. 

Dividen final ini bakal ditransfer kepada para pemegang saham AADI yang posisinya terdaftar dalam daftar pemegang saham per 8 Juni 2026, dengan jadwal realisasi pembayaran yang akan dilakukan pada 18 Juni 2026.

Reporter: Ibtihal