Vale Indonesia Bagi Dividen, MIND ID Dapat Kucuran Rp277 Miliar
JAKARTA – Holding BUMN industri pertambangan MIND ID dipastikan memperoleh kucuran dana hingga ratusan miliar rupiah. Hal ini menyusul keputusan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) untuk membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pihak Vale Indonesia telah menyetujui pendistribusian dividen tunai dengan jumlah keseluruhan mencapai US$45,63 juta.
Nominal tersebut menggambarkan rasio pembayaran sebesar 60% dari total perolehan laba bersih yang berhasil dikumpulkan perseroan sepanjang tahun buku 2025.
Apabila dikonversikan memakai estimasi nilai kurs JISDOR senilai Rp17.863 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (2/6/2026), maka akumulasi nilai dividen tersebut nilainya setara dengan Rp815,08 miar.
Oleh karena itu, MIND ID selaku pemilik saham mayoritas dengan porsi kepemilikan menyentuh 3.583.533.690 (3,58 miliar) lembar saham atau sebanding dengan 34% dari total saham beredar Vale Indonesia, diproyeksikan akan mengantongi porsi dividen berkisar Rp277,17 miliar.
Langkah penetapan dividen ini diambil sesudah emiten di sektor pertambangan nikel tersebut mencatatkan pertumbuhan performa yang solid pada 2025. Sepanjang tahun lalu, INCO berhasil membukukan kenaikan perolehan laba bersih hingga 32% secara tahunan.
Peningkatan pada sektor bottom line ini disokong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4% secara year on year (YoY) hingga menyentuh US990juta,capaianEBITDAsenilaiUS228 juta, serta efisiensi pada biaya tunai nikel matte yang tetap terkelola dengan baik di tengah kondisi volatilitas.
Presiden Direktur Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyampaikan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi industri global, perseroan tetap berhasil mempertahankan kinerja operasional yang kokoh, meningkatkan profitabilitas, sekaligus melanjutkan proses transformasi menjadi emiten tambang mineral kritis yang terintegrasi serta berkelanjutan.
“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL [High-Pressure Acid Leach] kami mencerminkan keyakinan perseroan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (2/6/2026).
Pihak manajemen turut mengumumkan bahwa dividen tunai ini bakal disalurkan kepada para pemegang saham yang namanya sudah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau saat recording date pada tanggal 12 Juni nanti.
Di sisi lain, proses pembayaran dividen ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tanggal 26 Juni 2026.
Sementara itu, sisa dari perolehan laba bersih perseroan di tahun 2025 disepakati untuk ditempatkan sebagai laba ditahan. Dana ini ditujukan demi memperkokoh struktur permodalan sekaligus menyokong rencana ekspansi serta proyek-proyek strategis di masa mendatang.
Bukan hanya menetapkan besaran porsi dividen, agenda RUPST tersebut juga mengesahkan perubahan dalam susunan kepengurusan perusahaan, khususnya pada bagian Dewan Komisaris.
Para pemegang saham menyetujui pengunduran diri Emily Olson dari posisi Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave dari posisi Komisaris.
Sebagai penggantinya, forum rapat menetapkan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, serta menunjuk Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan sebagai Komisaris yang baru.