HITS Delisting, HUMI Agresif Tambah Armada dan Proyek Mini LNG Plant

HITS Resmi Delisting, Bos HUMI Ari Askhara Agresif Ekspansi Armada LNG di 2026. (Foto: Pexels)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 02 Juni 2026 | 11:47:42 WIB

JAKARTA - Emiten yang memiliki afiliasi dengan Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) mengumumkan langkahnya dalam mengakselerasi perluasan jumlah armada, melakukan variasi usaha di bidang energi, serta mematangkan langkah transformasi perusahaan ke arah yang lebih besar, sebagaimana dilansir dari berita sumber. 

Momentum ini bergulir di tengah berjalannya proses penghapusan pencatatan saham atau delisting yang sedang dialami oleh perusahaan induknya, PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (HITS).

Direktur Utama HUMI, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara mengungkapkan bahwa pencapaian di awal triwulan kedua ini menjadi titik balik krusial untuk perusahaan, setelah serangkaian investasi yang direalisasikan sepanjang tahun 2025 mulai membuahkan hasil nyata bagi peningkatan performa korporasi.

"Kami optimistis HUMI akan memasuki fase pertumbuhan baru yang lebih besar dan lebih berkualitas. Fokus kami bukan hanya bertumbuh, tetapi membangun platform energi maritim yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (1/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sikap optimistis tersebut, ia melanjutkan, disokong oleh capaian kuartal I/2026 yang memperlihatkan adanya lonjakan perolehan pendapatan jika dikomparasikan dengan masa yang sama pada tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh penerapan metode ekspansi yang agresif sepanjang tahun lalu, yang mencakup penambahan jumlah kapal, penguatan aset operasional, hingga pelebaran sayap melalui pelbagai program bisnis yang baru.

Saat memasuki triwulan II/2026, Ari memaparkan bahwa perusahaan telah membelanjakan dana sebesar US$5,7 juta untuk mendatangkan armada oil tanker baru demi memperkokoh daya salur energi di dalam negeri.

Masuknya aset baru ini diproyeksikan mampu mendongkrak tingkat utilitas armada sekaligus mempertinggi kapasitas korporasi dalam menjawab kenaikan konsumsi energi di tingkat nasional.

Aksi perluasan pasar ini tidak sekadar menyasar bidang transportasi laut. Melalui entitas anak usahanya, HUMI pun telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk pembangunan fasilitas Mini LNG Plant di Bojonegoro.

Proyek ini diposisikan sebagai langkah awal korporasi dalam merambah lini bisnis hilir energi yang menjanjikan perolehan nilai tambah yang lebih tinggi.

Di samping itu, korporasi juga mengawali penetrasi pada bisnis LNG Retail dengan membidik sektor perhotelan, restoran, serta kafe (horeka).

Skema ini diterapkan sebagai bagian dari strategi mendirikan mata rantai nilai LNG yang kian padu, berkesinambungan dari sisi infrastruktur hulu hingga sampai ke konsumen akhir.

Delisting HITS Jadi Titik Transformasi

Di tengah langkah pelebaran bisnis yang tengah bergulir, HUMI juga berhadapan dengan sebuah fase korporasi yang dipandang mempunyai nilai strategis.

Seiring dengan berjalannya proses delisting yang tengah dilewati oleh HITS, HUMI diprediksi bakal mengemban fungsi yang kian vital sebagai holding utama di dalam lingkaran usaha grup Humpuss.

Perubahan bentuk ini dipercaya akan mempertegas keterpaduan bisnis antarentitas, mempercepat progresi portofolio usaha, serta memperlebar ruang gerak perusahaan dalam memenangkan peluang di bidang maritim maupun energi.

Penataan ulang struktur pada internal grup ini dipandang sebagai pijakan krusial bagi HUMI dalam memantapkan posisinya sebagai wadah energi maritim yang terpadu, terlebih di kala kebutuhan energi domestik terus melonjak dan sektor logistik energi semakin berkembang maju.

Ke depannya, emiten ini bakal mengeksekusi strategi penambahan skala usaha lewat dua fondasi utama. Pertama, mengintensifkan bisnis midstream yang meliputi aktivitas pengangkutan, penyaluran, penyimpanan, serta sarana prasarana energi di dalam negeri.

Kedua, memajukan sektor downstream dengan mengandalkan proyek Mini LNG Plant serta LNG Retail sebagai motor pertumbuhan yang baru.

Selaras dengan penajaman bisnis inti serta diversifikasi usaha yang sedang diimplementasikan, HUMI menaruh keyakinan bahwa perpaduan antara ekspansi organik, akuisisi aset strategis, pendirian infrastruktur energi, serta penyatuan rantai nilai LNG bakal menjadi penopang utama dalam mewujudkan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan serta tahan banting di masa depan.

"Strategi tersebut sekaligus menempatkan Perseroan pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan energi nasional," imbuh Ari, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Geopolitik Belum Berdampak Material

Pada sisi lain, di kala perhatian pelaku pasar tengah tertuju pada eskalasi ketegangan geopolitik internasional, termasuk situasi yang berkembang di wilayah Selat Hormuz, pihak HUMI menegaskan bahwa kondisi tersebut belum memberikan efek yang material terhadap operasional maupun performa finansial perusahaan.

Faktor utamanya adalah karena sebagian besar aktivitas bisnis korporasi masih bertumpu pada ceruk pasar domestik serta tidak mengikat kerja sama pelayaran internasional yang jalurnya melewati area konflik tersebut.

Kendati demikian, jajaran manajemen bakal terus memantau dinamika global secara saksama mengingat tingkat fluktuasi harga energi serta pergeseran sentimen investasi tetap dapat berimbas pada industri ini secara tidak langsung.

Reporter: Ibtihal