BI Rate 5,25 Persen, Danamart Optimis Minat Pemodal Tetap Kuat

Ilustrasi suku bunga.(Foto: FREEPIK)
Penulis: Ibtihal
Selasa, 02 Juni 2026 | 10:49:56 WIB

JAKARTA – Perusahaan penyedia layanan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menilai bahwa keputusan penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menuju level 5,25% bisa berdampak pada kecenderungan sebagian penanam modal (investor), khususnya terhadap instrumen yang memiliki rekam risiko cenderung lebih minim layaknya produk perbankan.

Meski begitu, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan mengaku tetap yakin bahwa ketertarikan penanam modal untuk menaruh modalnya di industri urun dana akan tetap terjaga. 

Pasalnya, dirinya memaparkan bahwa urun dana mempunyai ciri khas yang berbeda, yakni menghadirkan jalur investasi secara langsung ke ranah proyek sektor riil lewat potensi imbalan keuntungan yang kompetitif.

"Hingga saat ini, proyek-proyek urun dana masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari diversifikasi investasi di sektor riil," ungkapnya, Senin (1/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bukan itu saja, Cindera menunjukkan bahwa para penanam modal di Danamart tidak sekadar melihat besaran tingkat keuntungan (return), melainkan turut menimbang mutu dari underlying proyek, aspek transparansi, tata pendanaan, beserta potensi impak ekonomi maupun sosial dari proyek yang disokong oleh modal tersebut.

Sebagai strategi untuk meyakinkan para penanam modal di tengah tren penguatan suku bunga BI, Cindera menyampaikan bahwa prioritas utama dari Danamart adalah menjaga mutu proyek sekaligus memperkuat sistem mitigasi risiko di setiap program pendanaan yang ditawarkan. 

Dirinya memaparkan bahwa pihaknya akan konsisten menerapkan seleksi proyek secara ketat, pengawasan berkala, serta menggalakkan keterbukaan laporan kepada para investor.

Cindera merinci bahwa Danamart juga berikhtiar untuk menyajikan portofolio proyek dengan basis fondasi bisnis yang terang, perputaran kas (cash flow) yang terprediksi, beserta tata cara pelunasan yang lebih teratur.

"Dengan pendekatan tersebut, kami berharap investor tetap melihat securities crowdfunding sebagai alternatif investasi yang relevan, khususnya untuk memperoleh eksposur pada sektor riil produktif," tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berbicara soal imbalan keuntungan, Cindera menjelaskan bahwa formulasi persentase keuntungan pada setiap proyek yang dikerjakan bersandarkan pada kondisi risiko, jangka waktu (tenor), rumpun usaha, beserta kapabilitas arus kas dari masing-masing pihak penerbit. Oleh karena itu, ia berpendapat besaran keuntungan dapat bervariasi di tiap-tiap proyek.

Pada masa sekarang, Cindera mengabarkan bahwa portofolio proyek yang disokong permodalannya lewat wadah Danamart secara umum menawarkan potensi keuntungan yang kompetitif.

"Kisaran sekitar 16% hingga 20% per tahun (gross), tergantung karakteristik dan risiko proyek masing-masing," ucapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hingga pengujung Mei 2026, Cindera menjabarkan bahwa akumulasi permodalan yang telah disalurkan lewat sistem Danamart telah menembus nominal di atas Rp 158 miliar, dengan jumlah investor yang bergabung mencapai 11.305 investor serta lebih dari 50 penerbit yang terintegrasi di sistem Danamart.

 Menilik porsi penyaluran modal paling jumbo kepada penerbit, sektor ekonomi hijau (green economy) tercatat menjadi portofolio yang cukup diandalkan dalam rentang beberapa bulan terakhir ini.

Reporter: Ibtihal