Top 10 Unitlink Pendapatan Tetap Dolar AS April 2026, Cek Rinciannya
JAKARTA – Menilik pada publikasi data Infovesta secara year to date (ytd), instrumen unitlink pendapatan tetap yang berbasis mata uang dolar Amerika Serikat (AS) atau US$ menorehkan pencapaian kinerja yang bervariasi hingga April 2026.
Jika ditinjau lebih dalam ke rentetan peringkat 10 besar secara ytd, Star Investama Fixed Income Dollar tampil sebagai instrumen unitlink pendapatan tetap berdenominasi dolar AS yang mencatatkan keuntungan atau return paling tinggi hingga April 2026.
Produk keluaran PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife) tersebut mencetak return sebesar 3,03%.
Pada peringkat kedua, ditempati oleh instrumen dari PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), yaitu Q-Investa Fixed Income Dollar, yang mengumpulkan return di angka 2,87% hingga April 2026.
Peringkat ketiga dihuni oleh instrumen besutan PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), yakni Star Premium Fixed Income Dollar, dengan perolehan keuntungan mencapai 2,83% hingga April 2026.
Menyusul setelahnya ada produk Star Investama Fixed Income Dollar Plus milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), dengan perolehan return sebanyak 2,32% hingga April 2026.
Selanjutnya, peringkat kelima ditempati SiJi Fixed Income Fund Dollar milik PT Asuransi Simas Jiwa, dengan raihan keuntungan sebesar 1,79% hingga April 2026.
Peringkat keenam diisi oleh produk High Yield Income Fund kepunyaan PT Sun Life Financial Indonesia, dengan raihan imbal hasil di level 1,48%.
Untuk peringkat ketujuh diduduki oleh instrumen Q-Investa Fixed Income Dollar Plus milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama (Starlife), dengan porsi return sebanyak 1,32%. Berlanjut setelahnya, ada produk keluaran PT Asuransi Simas Jiwa, yaitu SiJi Fixed Fund Dollar, dengan raihan return sebesar 1,11%.
Pada posisi kesembilan dihuni oleh produk Simas Jiwa Fund Dollar kepunyaan PT Asuransi Simas Jiwa, dengan perolehan keuntungan sebanyak 0,96% hingga April 2026. Peringkat kesepuluh diduduki oleh produk Simas Stabile Dollar Fund milik PT MSIG Life Insurance Indonesia, dengan perolehan return di angka 0,46%.
Terkait dengan kondisi tersebut, Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan, pergerakan unitlink pendapatan tetap berdenominasi Dolar AS faktanya didapati pula yang mencatatkan performa minus.
Dia memaparkan bahwa capaian yang beraneka ragam itu berkaitan erat dengan alokasi penempatan dana pendapatan tetap berbasis dolar AS yang ditaruh pada instrumen surat utang negara berdenominasi US$.
"Dengan kenaikan suku bunga acuan, harganya terkoreksi," kata Wawan, Minggu (31/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.