Efisiensi BUMN: Ratusan Anak Usaha Dipangkas demi Pacu Kinerja

Kantor Kementerian BUMN di Jakarta. (Foto: dok. istimewa)
Penulis: Ibtihal
Senin, 25 Mei 2026 | 11:47:55 WIB

JAKARTA – Manuver pemerintah melangsungkan penciutan terhadap ratusan anak perusahaan BUMN dianggap sebagai taktik yang akurat demi menggenjot produktivitas. 

Walau begitu, resistensi serta kendala besar justru menanti setelah proses penggabungan selesai dilaksanakan.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, mengutarakan bahwa penyusutan jumlah entitas bakal memberikan impak instan terhadap peta struktur beban anggaran serta mereduksi potensi tumpang tindih pada fungsi kerja operasional.

Toto memberikan rincian, deretan anak usaha milik emiten raksasa plat merah yang dieliminasi di antaranya meliputi 47 anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, 28 anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG), hingga menyentuh 17 anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

“Diharapkan kinerja mereka bisa meningkat karena proses ini bisa meningkatkan efisiensi dan potensi sinergi BUMN yang lebih besar,” ujar Toto dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun begitu, Toto Pranoto memberikan rambu-rambu bahwasanya batu sandungan primer dari proyek konsolidasi makro ini bertumpu pada fase implementasi pascamerger. 

Seringnya kegagalan dalam melahirkan nilai tambah di internal BUMN pascakonsolidasi lumrahnya dipicu oleh eksekusi penyatuan visi yang kurang terencana dengan matang.

“Perlu kerja keras di proses eksekusi karena biasanya value creation gagal tercipta di BUMN karena kegagalan post merger integration-nya,” pungkasnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Maka dari itu, kehadiran dari Tim Pengelola Proyek atau Project Management Office (PMO) yang tangguh sekaligus mandiri bertindak sebagai kriteria wajib guna mengawal fase transformasi serta integrasi perusahaan secara komprehensif.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memberikan paparan bahwa sampai dengan detik ini total 180 korporasi di bawah naungan BUMN telah tuntas ditertibkan. 

Langkah pembenahan tersebut, imbuhnya, direalisasikan lewat bermacam-macam formula strategis yang diharmonisasikan dengan keadaan serta haluan bisnis dari tiap-tiap entitas.

“Penataan dilakukan mulai dari konsolidasi, restrukturisasi, divestasi, hingga pembubaran,” ujar Dony dalam rapat evaluasi bersama PT Danantara Asset Management di Jakarta, Selasa (19/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan sudut pandang Dony Oskaria, mekanisme streamlining atau penciutan struktur organisasi wajib menggaransi bahwa tiap korporasi dibekali oleh sistem tata kelola yang tangguh serta sanggup menyuplai sumbangsih konkret bagi penerimaan kas negara maupun publik secara luas.

Selaras dengan peta cetak biru penataan itu, Dony mengutarakan bahwa konsentrasi ulasan dalam tatap muka periode ini menitikberatkan pada akselerasi penuntasan bagan struktur korporasi yang dianggap belum berjalan dengan maksimal.

Reporter: Ibtihal