Prudential Gandeng Dokter Spesialis Perkuat Pertimbangan Medis
JAKARTA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) secara resmi telah membentuk Dewan Penasihat Medis atau Medical Advisory Board (MAB) secara otonom pada pengujung 2025.
Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth memaparkan bahwa eksistensi MAB tersebut menyumbang andil positif dalam membedah indikator medis sekaligus menyodorkan rekomendasi bagi internal perusahaan.
Yosie menjelaskan bahwa deretan dokter spesialis yang tergabung dalam MAB memegang peran dalam menstimulasi manajemen memetakan pergerakan tren klaim kesehatan serta menakar tingkat efektivitas dari penanganan medis yang diberikan oleh pihak rumah sakit.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yosie saat diwawancarai pada Kamis (21/5/2026) mengungkapkan, “Mereka bisa membantu kami review tren klaim. Kami juga bisa melihat pandangan dari MAB terhadap medical efficiency-nya dan mungkin ada tindakan-tindakan dari rumah sakit yang dokter kami masih ragu.”
Membantu Telaah Obat Inovatif serta Prosedur Medis
Lebih mendalam Yosie menjabarkan, para dokter ahli di dalam komite MAB tersebut turut membagikan kapabilitas mereka dalam mengawal proses peninjauan medis yang berkaitan dengan pemberian obat-obatan kepada pihak pasien.
Ia mencontohkan tentang maraknya pemanfaatan obat inovatif dalam skema pemulihan penyakit tertentu pada era modern saat ini, yang mana salah satunya adalah kanker.
Oleh sebab itu, Prudential memerlukan opsi serta masukan dari para dokter spesialis mengenai tingkat kemanjuran obat tersebut yang diharmoniskan dengan keadaan riil sang pasien.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yosie menegaskan, “Kami dapat masukannya dari mereka. Namun, mereka tidak membuat kami untuk jangan bayar klaim nasabah, tetapi lebih memberikan pandangan medis supaya keputusan Prudential juga medical based.”
Ia menandaskan bahwa seluruh barisan personel MAB bukan merupakan praktisi di sektor perasuransian, melainkan murni dari kalangan akademisi serta tenaga medis yang menyokong korporasi dalam menyusun keputusan berdasarkan pertimbangan kedokteran yang matang.
Menyokong Penilaian Risiko Penyakit Nasabah
Di samping memvalidasi mekanisme pengajuan klaim, Prudential Indonesia juga berniat mengefektifkan kegunaan MAB dalam memetakan serta mengukur risiko penyakit yang diderita oleh para nasabah.
Yosie memberikan gambaran bahwa seorang pasien yang mengidap kanker payudara memerlukan pendalaman telaah lebih jauh mengenai seberapa besar potensi risiko penyakit tersebut untuk menyebar atau bermutasi menjadi tipe kanker yang berlainan.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ia menyebutkan, “Tentu perlu para dokter atau akademisi yang bisa kasih masukan. Dengan demikian, peran MAB itu sangat penting.”
Dihuni oleh Tiga Dokter Spesialis
Hingga saat ini, formasi Medical Advisory Board Prudential Indonesia diperkuat oleh tiga orang dokter spesialis, antara lain:
1. Abdul Muthalib yang bertindak sebagai dokter spesialis penyakit dalam
2. Muhammad Yamin yang bertindak sebagai dokter spesialis jantung
3. Andri Maruli Tua Lubis yang bertindak sebagai dokter spesialis ortopedi
Untuk masa-masa yang akan datang, manajemen Prudential Indonesia membuka kesempatan untuk mempekerjakan personel MAB tambahan yang diselaraskan dengan keperluan operasional dan dinamika perkembangan tren penyakit di tengah publik.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Yosie memungkasi, “Kalau kami lihat ada penyakit-penyakit semisal pencernaan atau lainnya, tentu kami akan lihat lagi untuk menambah dokter ahli.”
Merujuk pada publikasi laporan finansial perusahaan, Prudential Indonesia mencatatkan total realisasi penyelesaian pembayaran klaim yang menyentuh angka Rp2,59 triliun per April 2026.