Hari Ini Cum Dividen Saham SSMS, Simak Jadwal Lengkapnya Di Sini

Senin, 11 Mei 2026 | 12:35:27 WIB
Ilustrasi PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). (Foto: net )

JAKARTA – Kesempatan pamungkas guna memperoleh dividen besar dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) jatuh pada hari ini.

Senin, 11 Mei 2026, merupakan tanggal cum dividen untuk saham SSMS dengan tingkat imbal hasil atau yield mencapai lebih dari 6 persen. Cum dividen sendiri ialah masa terakhir suatu saham menyertakan hak atas dividen. 

Para investor yang berminat memperoleh dividen diharuskan melakukan pembelian saham paling lambat pada masa cum dividen serta menyimpannya sampai tanggal pencatatan pemegang saham atau recording date sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di bawah ini merupakan jadwal mendetail terkait pembayaran dividen saham SSMS:

  1. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 11 Mei 2026
  2. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 12 Mei 2026
  3. Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 13 Mei 2026
  4. Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai: 18 Mei 2026
  5. Tanggal Recording Date: 13 Mei 2026
  6. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai: 4 Juni 2026 sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Emiten yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini bakal mendistribusikan dividen dengan total Rp 800 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 68,92 persen dari total perolehan laba bersih untuk tahun buku 2025.

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana, Jap Hartono, memaparkan bahwa nantinya tiap-tiap pemegang saham SSMS bakal menerima dividen senilai Rp 83,99 per saham yang dibagikan secara proporsional berdasar persentase kepemilikan saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada sesi perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, harga saham SSMS bertengger di posisi Rp 1.390, atau mengalami penurunan sebesar 25 poin atau 1,77 persen dalam sehari. 

Merujuk pada harga tersebut, maka yield dividen saham SSMS tercatat menyentuh 6,04 persen. Angka ini hampir mencapai tiga kali lipat dari bunga deposito rupiah pada bank umum yang berada di kisaran 2 persen per tahun sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Aksi korporasi ini sebelumnya telah mengantongi izin dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihelat pada Kamis (30/4).

“Sisa dari laba bersih SSMS senilai Rp 360,69 miliar atau 31,08 persen akan dimasukan sebagai cadangan lainnya yang akan menambah saldo laba ditahan,” jelas Jap Hartono dalam paparan publik, Kamis (30/4/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jap Hartono merasa optimistis bahwa prospek industri kelapa sawit di tahun 2026 tetap akan cerah. Hal tersebut sejalan dengan masih tingginya permintaan dunia terhadap minyak nabati seiring dengan kemajuan industri.

“Permintaan global terhadap minyak nabati diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, perkembangan industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan,” kata Jap Hartono sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Halaman :

Terkini