Laba Bersih Cimory Tembus Rp 555 Miliar pada Kuartal I 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 12:35:27 WIB
Produk Cimory di Toko Swalayan. (Foto: market.bisnis.com)

JAKARTA – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) berhasil mencatatkan peningkatan kinerja pada masa kuartal I-2026.

Tercatat bahwa pendapatan serta laba bersih CMRY mengalami kenaikan hingga dua digit pada rentang periode Januari-Maret 2026. 

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan hingga 31 Maret 2026, CMRY berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 3,16 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 27,87 persen year on year (YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp 2,43 triliun.

Secara spesifik, pendapatan dari segmen produk olahan susu menyumbang sebesar Rp 1,31 triliun, sementara segmen makanan konsumsi mencapai Rp 1,8 triliun. 

Dari sisi laba bersih atau bottom line, CMRY sukses membukukan angka sebesar Rp 555 miliar, yang berarti tumbuh 15,65 persen YoY dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 479,86 miliar.

Corporate Secretary Cisarua Mountain Dairy (CMRY), Dinar Primasari, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan ditopang oleh beberapa aspek kunci. 

Pertama adalah inovasi produk, di mana CMRY tetap konsisten berinovasi pada aspek nutrisi, khususnya produk makanan dan minuman yang berbasis protein.

Beberapa produk anyar pada segmen Dairy meliputi No Added Sugar Milk & No Added Sugar Yogurt, serta Eat Milk. Sementara pada segmen Consumer Foods, perusahaan telah memperkenalkan sosis Tom Yum serta sosis dengan kandungan keju dua kali lebih banyak.

"Di tengah kondisi ekonomi yang cukup dinamis, kami juga melihat permintaan terhadap produk-produk perseroan juga masih cukup solid karena didukung oleh kualitas produk dan relevansi produk dengan kebutuhan konsumen," kata Dinar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Faktor kedua adalah penguatan penetrasi distribusi serta perluasan pasar ekspor. Pada tahun 2026 ini, CMRY telah memulai langkah ekspor ke Vietnam, melengkapi daftar negara tujuan ekspor sebelumnya seperti Filipina, Thailand, Malaysia, serta negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

Ketiga, perusahaan juga menitikberatkan pada efisiensi operasional serta kedisiplinan biaya, sehingga kenaikan penjualan dapat dibarengi dengan peningkatan profitabilitas.

Secara terpisah, Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, berpendapat bahwa pertumbuhan kinerja CMRY dipicu oleh kuatnya penjualan pada produk dairy dan consumer food, terutama kategori ready to drink serta yogurt.

Selain itu, langkah ekspansi distribusi dan hadirnya inovasi produk turut menjadi penopang penjualan. Namun, ia mencatat pertumbuhan laba bersih cenderung lebih moderat disebabkan oleh adanya kenaikan pada biaya operasional dan promosi.

Dinar menambahkan bahwa pihaknya tetap merasa optimistis pertumbuhan akan terus berlanjut berkat konsumsi domestik yang tumbuh, perluasan jangkauan distribusi, serta kontribusi hasil inovasi produk.

"Pada tahun 2026, perusahaan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan target penjualan bersih double digit growth," kata Dinar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

CMRY secara konsisten menjalankan pengembangan produk sebagai bagian dari strategi jangka panjang dengan terus mempelajari tren konsumen demi menghadirkan produk yang praktis dan relevan. 

Ke depannya, peluang peluncuran produk baru masih terbuka lebar mengingat potensi pasar consumer goods di Indonesia yang besar.

Hingga penutupan tahun 2026, Azis memprediksi prospek CMRY tetap positif berkat stabilitas konsumsi domestik serta tren gaya hidup sehat.

"Namun, beberapa risiko yang perlu dicermati ialah kenaikan harga bahan baku, persaingan industri, dan potensi tekanan margin," ungkap Azis sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, turut menyetujui bahwa prospek CMRY hingga akhir 2026 masih positif. Manajemen pun telah menaikkan target pertumbuhan pendapatan ke angka 15 persen–20 persen YoY.

"Namun, risiko yang tetap perlu diperhatikan adalah kenaikan biaya bahan baku, tekanan margin, serta daya beli masyarakat yang dapat memengaruhi permintaan produk consumer," jelas Ekky sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ekky menilai saham CMRY masih menarik untuk dicermati karena secara teknikal mulai menunjukkan momentum rebound. Ia menyarankan aksi buy dengan target jangka pendek hingga menengah pada rentang Rp 5.800–Rp 6.000. 

Sementara itu, Azis memberikan rekomendasi hold untuk saham CMRY dengan target harga Rp 5.350 per saham.

Terkini