Rekomendasi Saham DSNG TAPG LSIP AALI Jelang Perdagangan Senin, 27 April

Senin, 27 April 2026 | 12:27:57 WIB
Ilustrasi petani sedang memanen kelapa sawit untuk kemudian diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO)

JAKARTA – Perhatikan rekomendasi saham DSNG TAPG LSIP AALI untuk perdagangan Senin 27 April 2026 berdasarkan analisis teknikal dan pergerakan harga minyak sawit mentah.

Sektor perkebunan kelapa sawit kembali menarik perhatian para pelaku pasar modal menjelang pembukaan perdagangan di awal pekan ini.

"Saham DSNG saat ini menunjukkan pola rebound dari area support kuatnya di level 650 dengan indikator MACD yang mulai menyempit," ujar Heru, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Minggu (26/4/2026).

Kondisi teknikal ini memberikan ruang bagi harga untuk menguji level resistansi terdekatnya dalam waktu singkat.

Heru menjelaskan bahwa potensi penguatan lanjutan pada emiten tersebut sangat bergantung pada volume beli yang konsisten di harga penutupan sebelumnya.

"Untuk TAPG, investor bisa memperhatikan area akumulasi di 720 mengingat sinyal stochastic sudah berada di wilayah jenuh jual," kata Heru, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Minggu (26/4/2026).

Pergerakan saham di sektor komoditas memang kerap dipengaruhi oleh fluktuasi harga global yang terjadi selama akhir pekan.

"Target harga untuk LSIP berada pada kisaran 1.150 jika mampu bertahan di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari," ucap Heru, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Minggu (26/4/2026).

Kekuatan fundamental emiten perkebunan menjadi tumpuan utama bagi investor yang ingin melakukan investasi dengan jangka menengah.

"Saham AALI menarik untuk dicermati dengan rekomendasi buy on weakness pada area 7.800 hingga 7.950 untuk mengantisipasi breakout," ungkap Heru, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id, Minggu (26/4/2026).

Secara keseluruhan sentimen pasar terhadap emiten CPO masih tergolong cukup stabil meski dibayangi oleh kebijakan ekspor pemerintah.

Pelaku pasar diharapkan tetap disiplin dalam menerapkan batasan risiko atau stop loss guna menjaga portofolio dari volatilitas mendadak.

Strategi pembelian secara bertahap bisa menjadi pilihan yang bijak mengingat kondisi pasar yang sering kali tidak menentu pada sesi pertama.

Keempat saham tersebut diprediksi akan menjadi penggerak indeks sektoral jika harga komoditas acuan di Malaysia mengalami kenaikan.

Terkini