JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ambruk sebesar 6,61 persen dalam sepekan terakhir hingga menyentuh level 7.129 akibat aksi jual masif investor asing.
Kondisi pasar modal Indonesia mengalami guncangan hebat yang membuat kepercayaan diri para pelaku pasar menurun drastis.
"Selama sepekan terakhir 15-19 April 2024, IHSG anjlok 6,61% ke posisi 7.129,22 dari posisi 7.286,88 pada pekan sebelumnya," ujar keterangan resmi bursa, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id.
Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terdalam yang dialami bursa dalam periode waktu yang relatif singkat.
Pihak otoritas bursa mencatat adanya kenaikan rata-rata volume transaksi harian sebesar 10,03 persen menjadi 17,37 miliar lembar saham.
Nilai kapitalisasi pasar juga ikut tergerus signifikan hingga berada di angka 11.718 triliun rupiah pada penutupan pekan ini.
"Pada Jumat (19/4), investor asing mencatat nilai jual bersih sebesar Rp 842,48 miliar dan sepanjang tahun 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 14,26 triliun," tambah data tersebut, sebagaimana dilansir dari kontan.co.id.
Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI menjadi sasaran utama aksi ambil untung oleh investor mancanegara.
Ketegangan geopolitik dan proyeksi ekonomi global disinyalir menjadi faktor utama yang membuat dana asing keluar dari pasar berkembang.
Investor kini bersikap lebih konservatif dengan mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian.