Dilema Perajin Tahu Tinalan Kediri Saat Harga Kedelai Tembus 12 Ribu

Jumat, 24 April 2026 | 21:04:35 WIB
Dilema Perajin Tahu Tinalan Kediri Saat Harga Kedelai Tembus 12 Ribu

KEDIRI – Lonjakan harga kedelai yang menyentuh angka 12.000 per kg memaksa para perajin tahu di kawasan Tinalan, Kediri, untuk memutar otak demi menjaga tips produksi.

Sentra industri tahu yang menjadi ikon kuliner di Kota Kediri ini mulai merasakan dampak serius dari fluktuasi harga bahan baku impor yang tidak kunjung melandai.

Kondisi tersebut menciptakan tekanan ekonomi yang nyata bagi para pemilik usaha rumahan yang selama ini bergantung pada margin keuntungan tipis.

"Harga kedelai saat ini sudah tembus 12.000 per kilogram, kondisi ini membuat kami terjepit karena biaya produksi terus membengkak sementara harga jual sulit naik," keluh salah satu perajin, sebagaimana dilansir dari portaljtv.com, Jumat (24/4/2026).

Kenaikan biaya ini mencakup hampir seluruh lini proses pembuatan, mulai dari pengadaan kedelai berkualitas hingga beban bahan bakar untuk perebusan.

Para perajin kini berada dalam posisi dilematis antara menaikkan harga jual ke konsumen atau menurunkan kualitas produk yang dihasilkan.

Sutedjo berpendapat bahwa pemerintah daerah perlu segera turun tangan memberikan subsidi bahan baku atau setidaknya memfasilitasi akses kedelai lokal yang lebih terjangkau.

Langkah ini dianggap krusial agar warisan budaya kuliner khas Kediri tidak gulung tikar akibat ketidakmampuan menanggung beban operasional harian.

"Kami terpaksa mengecilkan ukuran tahu sedikit agar tetap bisa berproduksi tanpa harus membebani pembeli dengan harga yang terlalu tinggi," jelas perajin tersebut melalui portaljtv.com, Jumat (24/4/2026).

Penyesuaian ukuran menjadi strategi darurat yang paling memungkinkan untuk diambil saat ini guna menjaga loyalitas pelanggan tetap terjaga.

Meskipun demikian, para pelaku usaha tetap menaruh harapan besar agar harga komoditas global segera stabil sehingga ekosistem industri kreatif di Tinalan kembali pulih.

Terkini