Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak Tembus USD24 Miliar

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:41:43 WIB
Ekspor Sawit Desember 2025 Melonjak Tembus USD24 Miliar

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pencapaian luar biasa pada sektor ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia di penghujung 2025. 

Pada bulan Desember, volume ekspor CPO tercatat mencapai sekitar 2,75 juta ton, dengan nilai transaksi menyentuh USD2,79 miliar. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan bulan sebelumnya, menunjukkan dinamika positif di pasar komoditas global.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menekankan bahwa lonjakan tersebut menandai momentum yang kuat bagi industri sawit nasional. 

“Pada Desember 2025, ini untuk CPO nilainya mencapai USD2.792,7 juta, dengan volume mencapai 2.753 ribu ton. Ini volumenya naik tinggi 102,3 persen mtm dan naik 66,80 persen secara yoy,” ujarnya.

Kinerja ini menjadi indikator bahwa sektor sawit tetap menjadi andalan ekspor Indonesia, meski di tengah fluktuasi harga global dan ketidakpastian ekonomi internasional.

Total Ekspor CPO Tahunan Tembus USD24,42 Miliar

Secara kumulatif, ekspor CPO Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total nilai ekspor CPO dari Januari hingga Desember mencapai USD24,42 miliar, meningkat 21,83% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD20,05 miliar. 

Peningkatan ini juga tercermin pada volume pengiriman CPO dan produk turunannya, yang mencapai 23,61 juta ton, naik 9,09% dari tahun sebelumnya yang tercatat 21,64 juta ton.

Beberapa catatan penting dari data BPS:

Nilai ekspor Desember 2025: USD2,79 miliar

Volume ekspor Desember 2025: 2,75 juta ton

Pertumbuhan month-to-month (Desember 2025): 102,23%

Pertumbuhan year-on-year (Desember 2025): 66,80%

Total nilai ekspor 2025: USD24,42 miliar

Total volume ekspor 2025: 23,61 juta ton

Angka-angka ini menegaskan bahwa sawit tetap menjadi salah satu komoditas unggulan bagi perekonomian nasional, memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia.

Tren Harga CPO Masih Dinamis

Meski volume dan nilai ekspor tumbuh positif, harga CPO di pasar internasional menunjukkan tren koreksi sepanjang 2025. Menurut Ateng Hartono, harga rata-rata CPO dipengaruhi dinamika ekonomi global dan kebijakan tarif internasional, sehingga bergerak cukup fluktuatif.

Berdasarkan data dari Bursa Malaysia Derivatives Exchange, pergerakan harga CPO selama 2025:

Tinggi tertinggi: MYR 4.650 per ton

Tinggi terendah: MYR 3.725 per ton

Koreksi harga tahunan: -8,87%

Ketidakpastian pasar ini menuntut para pelaku industri sawit Indonesia untuk terus memantau perkembangan global, termasuk permintaan dari negara tujuan ekspor utama serta kebijakan perdagangan internasional.

Prospek dan Tantangan Industri Sawit Nasional

Kinerja ekspor sawit yang meningkat menunjukkan daya saing Indonesia di pasar global, sekaligus menegaskan peran penting CPO dalam perekonomian. Namun, industri ini masih menghadapi sejumlah tantangan strategis:

1. Fluktuasi harga internasional, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan kebijakan tarif impor.

2. Persaingan global dengan negara produsen sawit lainnya, yang menuntut peningkatan kualitas dan efisiensi produksi.

3. Kepatuhan terhadap standar keberlanjutan, termasuk sertifikasi dan praktik ramah lingkungan, agar tetap diterima di pasar internasional.

Dengan strategi tepat dan pemanfaatan momentum pertumbuhan ekspor, industri sawit Indonesia berpotensi mempertahankan tren positif di 2026. Peningkatan volume ekspor, diversifikasi produk turunan, dan adaptasi terhadap harga global menjadi kunci keberlanjutan sektor ini.

Secara keseluruhan, kinerja ekspor sawit Desember 2025 menegaskan peran vital komoditas ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas neraca perdagangan. Meskipun harga mengalami koreksi, permintaan global yang kuat tetap menjadi faktor pendorong utama bagi ekspor CPO Indonesia.

Terkini