Selasa, 03 Februari 2026

Investasi Jepang, Singapura, dan Inggris Masuk Indonesia 2026 Dorong Energi Hijau dan Pendidikan

Investasi Jepang, Singapura, dan Inggris Masuk Indonesia 2026 Dorong Energi Hijau dan Pendidikan
Investasi Jepang, Singapura, dan Inggris Masuk Indonesia 2026 Dorong Energi Hijau dan Pendidikan

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan adanya investasi besar dari Jepang yang akan masuk ke Indonesia pada 2026. Investasi ini berasal dari inisiatif ASEAN Zero Emission Community senilai US$ 500 miliar yang difokuskan pada energi terbarukan di kawasan G20.

Airlangga menyebutkan bahwa dari total investasi Jepang tersebut, Indonesia akan menerima sekitar US$ 21,4 miliar. “Sejauh ini Indonesia sudah memanfaatkan sekitar US$ 3,5 miliar, dan masih banyak lagi dana yang akan masuk ke Indonesia,” ujarnya dalam Indonesia Economic Summit (IES) di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Seluruh investasi tersebut sudah tercatat dalam pipeline proyek strategis pemerintah. Salah satunya adalah pembangunan pembangkit listrik Cirebon dengan kapasitas 12.600 megawatt (MW).

Baca Juga

Kemendag Dorong UMKM Perempuan Indonesia Tembus Pasar Ritel Inggris 2026

“Secara informal saya sampaikan kepada Pak Arsjad Rasjid, pembangkit listrik Cirebon sudah masuk daftar dengan kapasitas 12.600 MW. Banyak dana akan masuk melalui beliau sebagai gerbang investasi,” jelas Airlangga.

Kerja Sama Ekonomi dan Energi dengan Singapura

Selain Jepang, Indonesia juga memperkuat hubungan investasi dengan Singapura. Kedua negara memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) dan tengah membahas rencana ekspor energi hijau.

Airlangga menegaskan bahwa diskusi juga mencakup program talenta digital dan pengembangan sumber daya manusia. “Kami membicarakan ekspor energi hijau ke Singapura, serta program talenta digital dan pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Langkah ini menjadi strategi penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi di sektor energi terbarukan. Sinergi dengan Singapura diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan teknologi energi hijau.

Kolaborasi Pendidikan dan Energi dengan Inggris

Tidak hanya Jepang dan Singapura, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Inggris di sektor pendidikan dan energi. Pemerintah bekerja sama dengan Russell Group untuk membangun 10 universitas baru di Indonesia yang berfokus pada STEM-M, yaitu sains, teknologi, teknik, matematika, dan kedokteran.

Airlangga menyebutkan sepuluh universitas dari Russell Group, termasuk University of Cambridge, King’s College London, dan Imperial College London, siap mendukung pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Selain pendidikan, Inggris juga sedang menyiapkan penandatanganan kerja sama di sektor energi dengan Indonesia,” pungkas Airlangga. Kerja sama ini dipandang akan memperkuat kualitas SDM dan inovasi teknologi di tanah air.

Proyeksi Masa Depan Investasi Indonesia 2026

Dengan masuknya investasi dari Jepang, Singapura, dan Inggris, Indonesia diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan di sektor energi dan pendidikan. Proyek-proyek strategis yang telah direncanakan menjadi prioritas utama pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi asing.

Airlangga menekankan pentingnya kesiapan Indonesia untuk memanfaatkan peluang ini. “Dana besar yang masuk akan mempercepat pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pengembangan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, proyek-proyek energi terbarukan akan menempatkan Indonesia sebagai pusat inovasi energi hijau di Asia Tenggara. Pemerintah optimistis kerja sama internasional ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Dengan strategi yang terencana, Indonesia siap menyambut 2026 sebagai tahun investasi besar dan kolaborasi global. Keberhasilan pengelolaan investasi ini juga menjadi tolok ukur bagi posisi Indonesia di kancah ekonomi dunia.

Investasi dari Jepang, Singapura, dan Inggris tidak hanya berbentuk dana, tetapi juga transfer teknologi dan pengembangan kapasitas manusia. Ini menjadi pondasi penting bagi pembangunan jangka panjang dan daya saing Indonesia.

Indonesia juga akan memanfaatkan proyek strategis untuk menarik lebih banyak investor lain di masa depan. Upaya ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor energi, pendidikan, dan teknologi secara simultan.

Kolaborasi internasional yang sudah terjalin akan terus diperluas, termasuk kerja sama dalam penelitian, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan begitu, Indonesia bisa menjadi hub investasi dan inovasi di kawasan Asia Tenggara.

Airlangga menegaskan, pipeline proyek yang sudah ada akan memastikan semua investasi berjalan sesuai rencana. Pemerintah akan terus memantau dan memfasilitasi realisasi dana dari Jepang, Singapura, dan Inggris.

Ke depan, pembangkit listrik Cirebon dan proyek pendidikan dari Inggris menjadi simbol kemajuan ekonomi dan teknologi Indonesia. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi contoh kerja sama internasional yang produktif.

Sinergi antar-negara mitra strategis ini juga akan memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Hubungan yang solid dengan Jepang, Singapura, dan Inggris diharapkan mendorong stabilitas ekonomi dan inovasi berkelanjutan.

Dengan rencana besar yang sudah siap direalisasikan, 2026 menjadi tahun penting bagi Indonesia untuk membuktikan kemampuannya dalam menarik investasi global. Semua proyek akan dijalankan dengan strategi yang matang untuk memaksimalkan manfaat bagi ekonomi nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

indikatorbisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Inggris Luncurkan Climate Finance Accelerator Dukung Investasi Proyek Hijau Indonesia

Strategi Cerdas Indonesia untuk Memperkuat Industri Tekstil di Tengah Persaingan Global

Strategi Cerdas Indonesia untuk Memperkuat Industri Tekstil di Tengah Persaingan Global

3 Tantangan Utama yang Masih Menghambat Iklim Bisnis dan Investasi Indonesia 2026

3 Tantangan Utama yang Masih Menghambat Iklim Bisnis dan Investasi Indonesia 2026

PHE Pertamina Capai Produksi Migas 1,03 Juta Barel Per Hari Menunjang Ketahanan Energi Nasional

PHE Pertamina Capai Produksi Migas 1,03 Juta Barel Per Hari Menunjang Ketahanan Energi Nasional

PT Pertamina Geothermal Energy Fokus Memperkuat Budaya K3 untuk Keselamatan Pekerja di 2026

PT Pertamina Geothermal Energy Fokus Memperkuat Budaya K3 untuk Keselamatan Pekerja di 2026