JAKARTA - Komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam memperkuat infrastruktur penunjang ekonomi kembali ditegaskan melalui dukungan terhadap pembangunan jalan khusus angkutan batubara.
Proyek ini dipandang sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan kenyamanan masyarakat.
Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyatakan pemerintah daerah siap memfasilitasi berbagai hambatan yang dihadapi investor di lapangan, terutama persoalan pembebasan lahan yang hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam penyelesaian proyek jalan khusus batubara.
Peran Pemerintah sebagai Fasilitator Investasi
Fadhil Arief menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat penting sebagai pihak yang menjembatani kepentingan masyarakat dengan investor. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya peran aktif pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kita akan fasilitasi hambatan yang dihadapi oleh perusahaan dalam membangun jalan khusus batubara di Kabupaten Batang Hari,” kata Fadhil Arief di Jambi, Selasa.
Ia menilai, pembangunan jalan khusus batubara bukan hanya berkaitan dengan kepentingan industri pertambangan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap perekonomian daerah. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu memperlancar distribusi, menekan biaya logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Mendorong Simbiosis Mutualisme Masyarakat dan Investor
Bupati Fadhil menekankan bahwa pembangunan daerah idealnya menghadirkan keuntungan bagi semua pihak. Pemerintah, menurutnya, harus hadir sebagai pemersatu kepentingan masyarakat dan investor agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan.
“Pemerintah hadir sebagai pemersatu kepentingan masyarakat dan investor, guna menciptakan keuntungan bersama atau simbiosis mutualisme,” ujarnya.
Dalam konteks ini, Fadhil juga mengajak masyarakat Batang Hari untuk ikut berperan aktif menciptakan iklim investasi yang sehat. Ia menilai kemajuan daerah tidak terlepas dari kehadiran investasi yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkeadilan.
Menurutnya, investasi yang berjalan baik akan memberikan dampak positif, mulai dari peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, hingga perbaikan kualitas infrastruktur publik.
Pembebasan Lahan Jadi Tantangan Utama
Meski mendapat dukungan pemerintah daerah, pembangunan jalan khusus batubara masih dihadapkan pada persoalan pembebasan lahan yang belum sepenuhnya tuntas. Fadhil Arief mengakui bahwa masalah ini menjadi kendala serius yang perlu segera diselesaikan agar proyek tidak terus tertunda.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari, kata dia, akan mengambil langkah percepatan dengan membuka ruang komunikasi yang intensif antara pemilik lahan dan pihak perusahaan. Pendekatan dialog dianggap sebagai cara terbaik untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak.
“Kita coba fasilitasi antara pemilik asal dengan pemegang hak tanah yang baru. Karena kalau tanah, subjek dan objek harus jelas, tegakkan keadilan, yakinkan kepada masyarakat tentang kedudukan tanah,” jelas Fadhil.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan lahan harus dilakukan secara transparan dan berlandaskan hukum, sehingga tidak menimbulkan konflik sosial di kemudian hari.
Perusahaan Pengembang Terus Melanjutkan Pengerjaan
Saat ini, pembangunan jalan khusus batubara di Kabupaten Batang Hari dikerjakan oleh tiga perusahaan, yakni PT Sinar Agung Sukses, PT Inti Tirta, dan PT Putra Bulian Properti. Ketiga perusahaan tersebut terus melanjutkan pengerjaan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Berdasarkan laporan dari PT Putra Bulian Properti, jumlah bidang tanah yang masih bermasalah mencapai 49 bidang. Lahan tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batang Hari, sehingga memerlukan koordinasi lintas wilayah untuk penyelesaiannya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk turut mengawal proses penyelesaian tersebut agar tidak menghambat progres pembangunan jalan.
Infrastruktur Batubara dan Dampaknya bagi Daerah
Pembangunan jalan khusus batubara dinilai penting untuk mengurangi dampak lalu lintas angkutan tambang di jalan umum. Selama ini, angkutan batubara kerap menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan hingga kerusakan jalan yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Dengan adanya jalan khusus, pemerintah berharap distribusi batubara dapat berjalan lebih tertib dan aman, sekaligus meminimalkan konflik antara aktivitas industri dan kepentingan publik.
Selain itu, infrastruktur ini juga diharapkan memperkuat daya saing ekonomi Batang Hari sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Dukungan terhadap investor, menurut Fadhil, tetap harus dibarengi dengan pengawasan agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari menegaskan akan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kepastian investasi, dan perlindungan kepentingan masyarakat. Dukungan terhadap pembangunan jalan khusus batubara menjadi salah satu wujud komitmen tersebut, sekaligus bagian dari strategi jangka panjang dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.