Siap-siap! Tiket Pesawat, Kereta Api & Tol Diskon Lagi Jelang Lebaran

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:00:42 WIB
Siap-siap! Tiket Pesawat, Kereta Api & Tol Diskon Lagi Jelang Lebaran

JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah kembali menyiapkan serangkaian stimulus untuk meringankan beban masyarakat. Salah satu langkah yang akan segera digulirkan adalah pemberian diskon di sektor transportasi, mulai dari tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, hingga tarif jalan tol.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai menggelar rapat koordinasi tingkat tinggi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29 Januari 2026). Rapat itu dihadiri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Airlangga menegaskan, program diskon transportasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menyambut periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Menjelang Hari Raya Lebaran beberapa program telah disiapkan, terutama diskon transportasi,” ujar Airlangga dalam keterangan persnya.

Ia menjelaskan, diskon yang akan diberikan mencakup berbagai moda transportasi, termasuk tiket pesawat, kereta api, angkutan laut, serta tarif jalan tol. Kebijakan ini dinilai penting mengingat lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan harga dan tekanan inflasi.

Selain stimulus di sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan program bantuan sosial yang akan disalurkan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Bantuan tersebut difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Sudah dipersiapkan bantuan sosial berupa beras maupun minyak. Semuanya sudah disiapkan dan kita akan melakukan rapat koordinasi di Juni tahun ini,” tegas Airlangga.

Menurutnya, kombinasi antara diskon transportasi dan penyaluran bantuan sosial menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tingginya kebutuhan konsumsi selama bulan puasa dan Lebaran.

Airlangga menambahkan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengendalikan tekanan harga yang kerap meningkat pada momen hari raya keagamaan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kesimpulannya, pemerintah terus menjaga inflasi sesuai dengan target APBN, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen. Kemudian volatile food juga dijaga di kisaran 3 sampai 5 persen,” paparnya.

Ia menegaskan, koordinasi lintas kementerian dan lembaga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan tepat waktu. Pemerintah juga akan memantau perkembangan harga, pasokan, serta distribusi barang kebutuhan pokok agar lonjakan permintaan selama Ramadan dan Lebaran tidak memicu gejolak ekonomi.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap momentum Lebaran 2026 tidak hanya berjalan lancar dari sisi mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Terkini