JAKARTA – Komisi D DPRD Sulsel melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Penyeberangan Bira yang terletak di Kabupaten Bulukumba. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kondisi aset milik Dinas Perhubungan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, yang disambut oleh Kepala UPT ASDP Bira, Syamsuddin. Dalam kesempatan tersebut, Kadir Halid mengungkapkan beberapa masalah yang perlu perhatian serius dari Dinas Perhubungan Sulsel untuk meningkatkan kualitas layanan dan pendapatan Pelabuhan Penyeberangan Bira.
Masalah Penerangan dan Keamanan di Pelabuhan
Salah satu masalah yang menjadi sorotan Kadir Halid adalah soal penerangan yang buruk di area pelabuhan, terutama pada malam hari. Menurutnya, kawasan pelabuhan sering kali gelap gulita, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Ia menegaskan perlunya penerangan yang memadai agar pelabuhan lebih aman bagi pengguna jasa.
Selain itu, Kadir juga mengusulkan agar ada pagar keliling yang mengelilingi area pelabuhan. Tujuannya adalah untuk mencegah penumpang yang keluar melalui jalan-jalan tikus dan untuk meningkatkan pengawasan di area tersebut. "Pagar keliling ini penting untuk mengatur arus penumpang, yang sering kali keluar melalui jalur-jalur tidak resmi," ujarnya.
Fasilitas yang Perlu Diperbaiki
Kadir Halid juga mengungkapkan beberapa fasilitas di Pelabuhan Penyeberangan Bira yang perlu diperbaiki, termasuk papan nama pelabuhan yang masih belum memadai, serta komputer yang digunakan di area pelabuhan yang sering mengalami gangguan. "Papan nama pelabuhan perlu diadakan agar pengunjung lebih mudah mengetahui lokasi dan arah pelabuhan. Begitu juga dengan komputer yang digunakan untuk layanan administrasi, harus diganti karena yang ada saat ini sering macet," jelasnya.
Kadir menegaskan bahwa perbaikan fasilitas-fasilitas ini sangat penting untuk menunjang operasional pelabuhan yang lebih baik, dan menyarankan agar Pemprov Sulsel memberikan perhatian khusus terhadap pelabuhan ini. "Pelabuhan Bira adalah kebutuhan dasar masyarakat untuk menyeberang ke Kepulauan Selayar dan pulau-pulau kecil lainnya. Ini lebih mendesak daripada program taman andalan yang menyerap anggaran besar," tandas Kadir.
Usulan Pembangunan Pagar Pembatas dan Peningkatan Penerangan
Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel, Abdul Rahman, menambahkan bahwa pihaknya juga mengusulkan agar segera dibangun pagar pembatas di pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk mengatur penumpang yang selama ini banyak yang keluar lewat jalur-jalur samping, yang tidak melalui jalur resmi. Pembangunan pagar pembatas, menurutnya, juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena dapat meminimalisir kebocoran penghasilan yang berasal dari tiket penumpang.
Selain itu, Abdul Rahman juga menekankan perlunya perbaikan penerangan di pelabuhan. Banyak lampu penerangan yang sudah tidak menyala akibat kerusakan. Ia menilai, pelabuhan yang memiliki pencahayaan yang baik akan meningkatkan kenyamanan dan memberikan kesan positif bagi pengunjung dan pengguna jasa pelabuhan.
Dukungan Penuh dari Anggota Komisi D
Selain Kadir Halid dan Abdul Rahman, kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh anggota Komisi D DPRD Sulsel lainnya, seperti Havid Pasha dan Sultan Tajang. Mereka semua sepakat bahwa Pelabuhan Penyeberangan Bira memerlukan perhatian serius dari Pemprov Sulsel untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur demi mendukung kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Dengan adanya kunjungan kerja ini, diharapkan Pemprov Sulsel dapat segera merespons dengan perbaikan dan peningkatan fasilitas di Pelabuhan Bira agar semakin layak digunakan oleh masyarakat, khususnya untuk mendukung akses transportasi antar pulau yang vital bagi ekonomi dan sosial masyarakat setempat.