JAKARTA - Proyek Strategis Nasional (PSN) pipa gas bumi transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II kini memasuki tahap akhir pembangunan.
Infrastruktur energi sepanjang 245 kilometer ini diproyeksikan menjadi tulang punggung integrasi jaringan gas bumi lintas Pulau Jawa sekaligus memperkuat agenda hilirisasi industri nasional.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan progres proyek berjalan sesuai rencana melalui pemantauan langsung di lapangan. Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, meninjau pembangunan Cisem Tahap II di wilayah Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (26 Januari 2026), guna memastikan kesiapan infrastruktur menjelang tahap pengoperasian.
“Kami memastikan pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Infrastruktur ini sangat krusial untuk menciptakan integrasi jaringan pipa gas bumi yang terhubung dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat,”.
Percepat Integrasi Jaringan Gas Nasional
Pipa gas Cisem Tahap II dirancang sebagai penghubung utama jaringan gas di Pulau Jawa. Dengan beroperasinya proyek ini, aliran gas bumi dari wilayah timur hingga barat Jawa dapat terintegrasi secara lebih andal dan efisien. Keberadaan jaringan pipa ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas pasokan gas bumi nasional, terutama untuk mendukung sektor industri dan energi.
Fathul menekankan bahwa penyelesaian pembangunan fisik perlu diiringi dengan percepatan aspek perizinan dan penetapan tarif pengangkutan gas bumi. Penyelarasan regulasi dinilai menjadi kunci agar pipa dapat segera dioperasikan dan dimanfaatkan secara optimal oleh para pengguna gas.
“Pengoperasian pipa harus sejalan dengan kesiapan regulasi, khususnya terkait perizinan dan tarif pengangkutan, sehingga industri bisa langsung merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dukung Kawasan Industri Strategis
Cisem Tahap II dirancang untuk melayani sejumlah konsumen strategis nasional, antara lain Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kilang Minyak Balongan, serta industri Pupuk Kujang. Dengan tersedianya pasokan gas bumi yang andal, proyek ini diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor industri, energi, dan manufaktur di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Gas bumi dinilai sebagai sumber energi yang lebih bersih dan efisien, sekaligus mampu menekan biaya produksi industri. Karena itu, keberadaan infrastruktur pipa gas ini menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem industri bernilai tambah yang berkelanjutan.
Tonggak Penting Proyek Nasional
Pembangunan Cisem Tahap II sebelumnya telah mencatatkan tonggak penting melalui pelaksanaan pengelasan pertama (first welding) yang dilakukan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Momentum tersebut menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional.
“Proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur energi nasional,”.
Sejalan dengan Agenda Hilirisasi Presiden Prabowo
Proyek pipa gas Cisem Tahap II sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penguatan industri dalam negeri sebagai prioritas utama pembangunan ekonomi nasional. Pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri berbasis nilai tambah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Infrastruktur Migas, Anggawira, yang turut hadir dalam pemantauan proyek, menegaskan bahwa kesiapan administratif dan regulasi harus berjalan seiring dengan rampungnya progres fisik pembangunan.
“Proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga fondasi penting bagi hilirisasi industri nasional. Gas bumi yang andal dan kompetitif akan menjadi penggerak utama kawasan industri di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” .
Dengan hampir rampungnya pembangunan Cisem Tahap II, pemerintah berharap pengoperasian pipa gas ini dapat segera terealisasi, sehingga manfaat ekonomi, industri, dan energi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Jawa.