PT Pos Jadi Induk, Konsolidasi BUMN Logistik Ditargetkan Rampung 2026

Kamis, 29 Januari 2026 | 13:04:54 WIB
PT Pos Jadi Induk, Konsolidasi BUMN Logistik Ditargetkan Rampung 2026

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan proses konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor logistik dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2026.

Dalam skema besar restrukturisasi tersebut, PT Pos Indonesia (Persero) ditetapkan sebagai perusahaan induk (holding) yang akan menjadi tulang punggung pengelolaan logistik nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 21 perusahaan logistik BUMN dan anak usaha yang masuk dalam agenda penggabungan. Seluruh entitas tersebut akan dikonsolidasikan ke dalam satu perusahaan logistik nasional di bawah PT Pos Indonesia.

Menurut Dony, konsolidasi ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing sektor logistik nasional. Pasalnya, sebagian besar perusahaan logistik pelat merah dinilai belum memiliki model bisnis yang jelas dan berkelanjutan.

“Dari 21 perusahaan logistik, sekitar 20 perusahaan tercatat mengalami kerugian. Ini menunjukkan bahwa struktur dan model bisnis yang dijalankan selama ini belum tepat,” ujar Dony saat diskusi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Ia menjelaskan, persoalan utama yang dihadapi perusahaan logistik BUMN adalah ketidakjelasan segmentasi usaha. Banyak perusahaan bergerak tanpa batas yang tegas antara layanan first mile, middle mile, dan last mile, sehingga terjadi tumpang tindih fungsi dan inefisiensi operasional. Bahkan, sebagian perusahaan hanya berperan sebagai perpanjangan transaksi dari induknya tanpa memiliki bisnis inti yang kuat.

“Yang lebih ironis, banyak perusahaan itu sebetulnya hanya menjalankan transaksi dari induknya. Artinya, mereka tidak memiliki model bisnis yang proper dan mandiri,” .

Dalam skema konsolidasi, PT Pos Indonesia dipilih sebagai anchor company karena memiliki keunggulan dari sisi jaringan dan infrastruktur. Saat ini, PT Pos memiliki sekitar 4.000 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, menjadikannya sebagai satu-satunya BUMN logistik dengan jangkauan nasional yang paling luas hingga ke daerah terpencil.

Jaringan tersebut nantinya akan dioptimalkan untuk mendukung sistem logistik terpadu, sekaligus menjadi basis pengembangan layanan yang lebih efisien dan kompetitif. Selain itu, perusahaan hasil konsolidasi juga akan menjalani perombakan total model bisnis (business model redesign).

Danantara berencana menunjuk manajemen profesional yang berpengalaman untuk mengelola perusahaan logistik hasil penggabungan, agar mampu menciptakan nilai tambah dan tidak lagi bergantung pada dukungan induk maupun negara.

“Ini akan kita konsolidasikan menjadi satu Danantara Logistik Company. Model bisnisnya kita susun ulang, dan pengelolaannya akan dilakukan oleh profesional yang benar-benar kompeten,” .

Lebih jauh, konsolidasi BUMN logistik juga diarahkan untuk menjawab persoalan tingginya biaya logistik nasional. Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan logistics cost tertinggi, yang berdampak pada rendahnya daya saing produk dalam negeri, baik di pasar domestik maupun global.

“Kita ingin biaya logistik nasional bisa ditekan. BUMN harus hadir dan berperan, setidaknya untuk membantu menurunkan logistic cost agar produk Indonesia bisa lebih kompetitif,”.

Dengan konsolidasi ini, pemerintah berharap sektor logistik BUMN tidak hanya menjadi lebih sehat secara keuangan, tetapi juga mampu berperan sebagai penggerak efisiensi ekonomi nasional dan pendukung utama rantai pasok Indonesia ke depan.

Terkini