Optimalkan Potensi Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang

Kamis, 29 Januari 2026 | 12:22:56 WIB
Optimalkan Potensi Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang

JAKARTA - Kejaksaan Negeri Belitung Timur baru-baru ini menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas rencana pengaktifan kembali Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang yang terletak di Kecamatan Gantung. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi daerah yang masih belum dimaksimalkan guna memperkuat perekonomian Kabupaten Belitung Timur. 

Diskusi ini menjadi titik awal untuk menyatukan pandangan dan merumuskan langkah-langkah yang akan mempercepat revitalisasi dua pelabuhan strategis tersebut.

Upaya Memaksimalkan Potensi Pelabuhan

Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang telah lama menjadi bagian penting dari sistem transportasi dan logistik di Belitung Timur. Namun, kedua pelabuhan ini belum sepenuhnya digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. 

Kejaksaan Negeri Belitung Timur menganggap langkah untuk mengoptimalkan pelabuhan ini sangat penting, mengingat keduanya memiliki potensi besar dalam mendukung konektivitas antar wilayah serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.

Agus Taufiqurrahman, Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur, menjelaskan bahwa diskusi dalam FGD bertujuan untuk menyamakan persepsi antara berbagai pihak terkait. 

Menurutnya, pengaktifan kembali Pelabuhan ASDP dan Sungai Lenggang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, PT Timah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah pertama yang diambil adalah penyusunan regulasi yang akan menjadi dasar hukum untuk melaksanakan proyek ini.

Regulasi dan Dampak Lingkungan Jadi Fokus Utama

Salah satu tantangan terbesar dalam mengaktifkan kembali kedua pelabuhan tersebut adalah penyusunan regulasi yang meliputi izin dan perizinan terkait, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal. 

Hal ini menjadi perhatian utama dalam pembahasan FGD, di mana para peserta diskusi sepakat bahwa untuk melaksanakan proyek ini, proses legal dan administratif harus berjalan dengan lancar. Selain itu, pengerukan alur laut untuk memastikan kelancaran lalu lintas kapal juga menjadi bagian yang tak kalah penting dalam rencana pengaktifan pelabuhan.

Agus menekankan bahwa meskipun belum ada target waktu yang pasti untuk penyelesaian proyek ini, yang lebih penting adalah adanya komitmen bersama untuk mendorong kebijakan yang akan menguntungkan perekonomian Belitung Timur. 

Ia menegaskan, keinginan dan niat bersama untuk membangun kebijakan yang dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada akan menjadi landasan bagi keberhasilan proyek ini.

Sinergi Pemerintah dan Pihak Terkait dalam Pengaktifan

Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar, memberikan apresiasi atas terselenggaranya FGD ini. Menurutnya, forum tersebut merupakan langkah awal yang sangat positif dalam mewujudkan rencana besar pengaktifan kembali Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang. 

Pemerintah daerah sangat mendukung langkah ini, karena pengaktifan kedua pelabuhan tersebut diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, serta memberikan akses yang lebih baik ke pasar lokal dan internasional.

Khairil Anwar juga menyatakan bahwa FGD ini menjadi ruang komunikasi yang efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam proyek ini. 

Menurutnya, dengan adanya koordinasi yang baik, segala permasalahan yang mungkin timbul dalam proses pengaktifan kembali pelabuhan dapat segera diatasi. 

Forum ini menjadi sarana penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil sesuai dengan visi bersama untuk mendorong perekonomian daerah.

Pengaktifan Pelabuhan untuk Masa Depan Ekonomi Daerah

Pelabuhan ASDP Manggar dan Sungai Lenggang memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian Belitung Timur, mengingat kedua pelabuhan ini dapat menjadi titik distribusi barang dan jasa yang penting. 

Pelabuhan Manggar, yang selama ini lebih banyak digunakan untuk angkutan penumpang, jika dioptimalkan, akan mendukung arus barang dari dan ke Belitung Timur dengan lebih efisien. Sementara itu, Sungai Lenggang juga dapat dimanfaatkan lebih maksimal sebagai pelabuhan logistik untuk mendukung sektor-sektor ekonomi lainnya.

Revitalisasi kedua pelabuhan ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, baik langsung maupun tidak langsung, melalui berbagai sektor yang terlibat, mulai dari sektor transportasi, perdagangan, hingga pariwisata. 

Keberadaan pelabuhan yang aktif akan menarik lebih banyak investor dan meningkatkan daya saing daerah dalam peta ekonomi nasional.

Pemerintah daerah, melalui sinergi dengan Kejaksaan Negeri Belitung Timur, juga berharap pelabuhan-pelabuhan ini dapat mendukung sektor pariwisata yang tengah berkembang pesat di Belitung. 

Dengan akses yang lebih mudah dan lancar, wisatawan domestik maupun mancanegara diharapkan dapat lebih tertarik untuk berkunjung ke Belitung Timur, yang kini tengah gencar mempromosikan potensi alam dan budayanya.

Terkini